Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Transportasi Multi-Moda Menuju dan Dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)

Yogyakarta International Airport (YIA) yang Menyediakan Transportasi Darat Multi-Moda Telah Beroperasi Penuh Mulai 29 Maret 2020


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 29 Maret 2020   (2.744 Readers)

Seperti yang telah diumumkan beberapa kali pada waktu-waktu sebelumnya, Bandara Internasional Yogyakarta yang memiliki ‘three letter code’ alias kode tiga huruf YIA (sebagai singkatan dari Yogyakarta International Airport)ini secara resmi telah beroperasi penuh sejak hari Minggu tanggal 29 Maret 2020 ini.

Yogyakarta International Airport (YIA) yang berlokasi di Kapanewon (kecamatan) Temon, Kabupaten Kulon Progo, sisi barat wilayah Yogyakarta yang tak jauh berbatasan dengan wilayah Kabupaten Purworejo -Jawa Tengah ini proses pembangunannya terbilang sangat cepat, yaitu memakan waktu tak sampai dua tahun, tepatnya dimulai sejak akhir tahun 2018 silam.

YIA sejatinya memang menjadi terminal penerbangan pengganti dari Bandara Adisutjipto yang memiliki ‘three letter code’ alias kode penerbangan JOG. Hanya saja untuk saat ini memang masih ada beberapa penerbangan yang tetap masih menggunakan bandara lama tersebut, di antaranya adalah penerbangan dengan menggunakan pesawat fokker atau baling-baling.

Bandara Internasional Yogyakarta YIA

Diperhitungkan jauh hari sebelum merebaknya wabah Corona COVID19, Yogyakarta International Airport semestinya setiap hari memiliki kapasitas 168 penerbangan, yaitu 84 flight take off dan sejumlah 84 landing. Akan tetapi akibat dari merebaknya pandemi covid-19 ini, memaksa sejumlah 53 penerbangan menunda jadwal penerbangan hingga waktu yang belum ditentukan, di mana penundaan itu termasuk pula pada penerbangan internasional.

Telah sama-sama kita ketahui, bahwa wabah virus corona ini sangat mempengaruhi aktivitas kita sebagai manusia, karenanya perihal jumlah penumpang yang dilayani melalui YIA pada awal pengoperasian penuh ini tentu juga mengalami penurunan. Dalam kondisi normal, jumlah penumpang di YIA dapat mencapai 18.000 orang setiap harinya, akan tetapi terhitung tiga hari jelang pengoperasian-penuh ini ia merosot tajam, yaitu berkisar di angka 7.000 hingga 8.000 orang saban harinya.

Alih-alih memperhatikan jumlah penumpang tersebut, dalam menyiasati serta menghadapi pandemi corona, PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai pihak pengelola YIA pada akhirnya harus menyiapkan bermacam langkah strategis sebagai bentuk mitigasi penyebaran virus corona dalam pengoperasian penuh di YIA. Di antara persiapan itu ialah disediakannya beberapa fasilitas, mulai dari ruang khusus pengecekan medis hingga area penyemprotan disinfektan, termasuk di dalamnya adalah standard penerapan physical distancing, yang itu semua disediakan baik pada area kedatangan maupun keberangkatan. Pun dengan pengadaan handsanitizer yang diletakkan di berbagai titik strategis, sehingga dapat diakses oleh penumpang.

Kecuali hal di atas, beberapa petugas di YIA juga tak bisa lepas dari upaya untuk menyediakan sekaligus menggunakan APD yang diperlukan. Dengan segala kesiapan dan beragam pilihan aksesibilitas, YIA tentunya telah siap menjadi gerbang baru menuju berbagai destinasi menarik di Indonesia.

Nyi Ageng Serang -Yogyakarta International Airport

Bandara YIA yang bertaraf internasional dan memiliki luas terminal 219.000 meter persegi serta dapat menampung hingga 20 juta penumpang setiap tahunnya ini didukung oleh transportasi darat multi-moda yang cukup lengkap. Hal ini dilakukan demi memudahkan pengguna jasa bandara dalam melakukan alih moda transportasi ketika melakukan perjalanan udara melalui YIA.

Beragam jenis transportasi multi-moda di Yogyakarta International Airport yang berjarak sekira 43 kilometer dari pusat kota Yogyakarta tersebut antara lain adalah Airport Shuttle yang disediakan oleh Damri dan SatelQu, taksi berargometer, angkutan sewa khusus, serta kereta api bandara menuju pusat kota dan sebaliknya.

Mengenai kereta api, tentu ia bisa diakses melalui beberapa stasiun, baik yang masih ada di wilayah Yogyakarta, ataupun di luar itu -seperti Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Purworejo, dan lain-lainnya. Sedangkan untuk Shuttle, ada beberapa titik yang di sediakan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakart. Sebagai contoh untuk Airport Shuttle DAMRI disediakan beberapa titik-keberangkatan, baik yang menuju ke dan/atau yang berasal dari Bandara, dengan interval armada 30 menit sekali. Dua titik untuk Airport Shuttle DAMRI tersebut antara lain adalah di Maguwo yang tak jauh dari Bandara Adisutjipto, dan juga di seputar Rest-Area Ambarketawang Gamping Sleman, sisi barat Outer-Ringroad Jogjakarta.

Inilah Pilihan Transportasi Multi-Moda Menuju dan Dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)

Selebihnya mengenai beberapa moda transportasi yang dapat dipilih guna menuju dan atau dari Bandara Internasional Yogyakarta di Temon -Kulon Progo adalah sebagaimana terpaparkan di bawah ini.

A. Airport Shuttle DAMRI

Dari pusat Kota Yogyakarta, guna mencapai bandara YIA yang berada di Bumi Menoreh ini, penumpang dapat memilih beberapa titik keberangkatan dari beberapa penyedia layanan transportasi darat. Untuk layanan shuttle bus Damri, terdapat beberapa titik keberangkatan dengan estimasi waktu tempuh 1-2 jam perjalanan, antara lain:

  1. Bandara Adisutjipto-YIA : 2 jam
  2. Malioboro-YIA : 1,5 jam
  3. Ambarketawang-YIA : 1 jam

Adapun titik keberangkatan Damri menuju YIA yaitu dari:

  • Bandara Adisutjipto
  • Pool Damri
  • Jalan Affandi
  • Galeria Mall
  • Bundaran UGM
  • Sleman Citi Hall
  • Candi Borobudur
  • Grand Inna Malioboro
  • Hotel Limaran
  • Rest Area Ambar Ketawang
  • Stasiun Wojo
  • Kebumen

Estimasi biaya Damri menuju Yogyakarta International Airport yaitu berkisar dari Rp25.000,- hingga Rp 70.000,-, bergantung pada jarak tempuh. Sedangkan jam operasional Damri adalah sejak pukul 03.00 pagi/dini-hari hingga 20.00 WIB dengan interval waktu berangkat (headway) selama 30 menit sekali di titik keberangkatan Ambarketawang dan Stasiun Maguwo (Bandara Adisutjipto).

B. Airport SATELQU

Rute Moda Tranportasi Darat Yogyakarta International Airport Kulon ProgoDari pusat Kota Yogyakarta guna menuju bandara YIA yang terletak di tanah Nyi Ageng Serang tersebut, dengan menggunakan shuttle bus SatelQu, penumpang dapat memilih 3 rute, yaitu rute utara, rute tengah, dan rute selatan dengan estimasi waktu tempuh 1-2 jam bergantung pada jarak dari titik keberangkatan dan estimasi biaya Rp 50.000,- hingga Rp 70.000,-.

Adapun rincian tempat yang disinggahi 3 rute SatelQu tersebut yaitu:

  1. Rute utara: Maguwo (Bandara Adisutjipto) – Hotel Grand Keisha – Prime Hotel – Hotel UC UGM – Hotel Phoenix – Hotel Amartya – Rest Area Ambarketawang – YIA
  2. Rute tengah: Bandara Adisutjipto – Hotel Eastparc – Hotel Grand Mercure – Hotel Pesonna Tugu – Grand Serella – Terminal Jombor – Hotel Amartya – Rest Area Ambarketawang – YIA
  3. Rute selatan: Bandara Adisutjipto – Jogja Expo Center (JEC) – Hotel The Cube – YATS Colony – Rest Area Ambarketawang – YIA.

Untuk interval waktu berangkat (headway) SatelQu yaitu selama 30 menit sekali di titik keberangkatan Ambarketawang dan 60 menit sekali Stasiun Maguwo (Bandara Adisutjipto). Selain rute YIA-Yogyakarta, SatelQu juga melayani rute di luar wilayah Yogyakarta, yaitu Cilacap, Purwokerto, Kebumen, Jombor, Purworejo, Wonosobo, dan Banjarnegara.

C. Taksi dan Angkutan Sewa Khusus

Selain airport shuttle Damri dan SatelQu, penumpang juga dapat menggunakan taksi bandara, seperti Rajawali, JAS, Pataga, serta Angkutan Premium Golden Bird, yang dapat dipesan sesuai jadwal penerbangan di YIA. Untuk taksi online, Grabcar atau Grabtaxi sudah resmi beroperasi di YIA dan dapat dipesan melalui aplikasi Grab.

Jika ingin menyewa mobil dari Yogyakarta International Airport guna mengunjungi destinasi pariwisata di sekitar Kulon Progo dan Yogyakarta, penumpang dapat memesan angkutan sewa khusus seperti KSU Putra Galih, Inkoppol, dan Jaladipa.

D. KERETA API

Untuk transportasi darat dengan waktu tempuh lebih cepat, penumpang dapat memilih kereta api yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu Kereta Api (KA) Bandara dan KA Prambanan Ekspress (Prameks), dengan waktu tempuh 45 menit hingga 60 menit.

Untuk rute keberangkatan KA Bandara yaitu Stasiun Yogyakarta – Stasiun Wates – Stasiun Wojo dengan estimasi biaya Rp 25.000,-. Sedangkan rute keberangkatan KA Prameks yaitu Stasiun Maguwo – Stasiun Lempuyangan – Stasiun Yogyakarta – Stasiun Wates – Stasiun Wojo. Dari Stasiun Wojo, YIA dapat ditempuh 10 menit menggunakan shuttle bus Damri.

Dengan beragam pilihan transportasi darat dari dan menuju YIA tersebut, maka akan semakin memudahkan perjalanan penumpang dari dan ke Yogyakarta. [uth]

Source: ap1.co.id | Pic: IG bandarayogyakarta

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *