Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Wijil dan Kukuh -Trilogi Mendung Udan Kukuh Prasetya Alurkan Lambang Cinta

Trilogi Mendung Udan Kukuh Prasetya Alurkan Lambang Cinta yang Awalnya Bertemu Bahagia di Tengah Merana dan Berakhir Gembira Ria


Diunggah oleh Official Adm pada tanggal 6 Oktober 2021   (314 Readers)

Kukuh Prasetya adalah salah satu sosok personil dari kelompok Sedhut-Senut yang merupakan teater bahasa jawa di Jogjakarta, dan bersama Ibnu Gundhul –yang juga merupakan founder kelompok teater Sedhut-Senut itu– juga aktif di kelompok musik Sri Rejeki. Pria asal Madiun yang merupakan alumni dari jurusan teater ISI Yogyakarta ini sejak remaja memiliki hobby bermain sepak-bola.

Mendung udan yang muncul saat sering genjrengan bermain gitar bolong seolah membalik semua aktivitas yang sering dilakukan Kukuh pada waktu-waktu sebelumnya, baik bermain sepak-bola, sebagai crew panggung pertunjukan (teater), menjadi pembawa acara alias MC, ataupun menjadi aktor teater serta aktor film.

“Mendung Tanpa Udan” menjadi lagu berbahasa jawa yang belakangan ini ‘hits’, terutama setelah di-cover oleh Helarius Daru Indrajaya atau dikenal dengan nama panggung Ndarboy Genk. Ialah sebuah lagu yang tercipta di sela waktu nganggurnya Kukuh saat masa-masa awal pandemi ia sedang berada di Jakarta. Sebuah lagu yang ia ciptakan dan kemudian dibuatkan video-klip dengan sajian model video-klipnya adalah Kukuh bersama seorang wanita, yang tak lain adalah Wijil Rachmadhani, seorang pemain teater sekaligus aktif sebagai pembawa acara (MC) di beberapa acara di Jogja.

Kukuh Wijil - Trilogi Mendung Udan Kukuh Prasetya Alurkan Lambang Cinta

Laki-laki yang belakangan terkenal dengan tambahan kata ‘Kudamai’ di belakang namanya ini dalam mengawali debut di dunia musik dan tari suarasangat konsisten dengan lagu-lagu tematik, bahkan hanya satu tema, yaitu perihal mendung dan udan (mendung dan hujan -red). Tiga judul tercipta dari Trilogi Mendung-Udan itu adalah “Udan Tanpo Mendung”, “Mendung Tanpa Udan”, “Mendung Ketemu Udan”.

Pilihan tentang trilogi Mendung-Udan yang seri terakhirnya diluncurkan pada hari Kamis 23 September 2021 ini bisa dikatakan menjadi berbeda dari pada umumnya yang telah dilakukan banyak musisi, karena biasanya satu tema hanya untuk satu lagu. Lagu lain dengan tema yang berbeda.

Para penikmat musik dijamin bisa menikmati karya Kukuh Prasetya Kudamai ini karena ada banyak hal tersajikan di sana. Di antaranya adalah tentang lirik dan konsep musikal yang kuat, didukung pula dengan video klip yang apik, memiliki alur jelas, serta penggambaran kisah yang tak mengada-ada. Bisa dibilang kita semua pun nyaris mengalami kisah sebagaimana terpaparkan dalam karya-karyanya, dan Kukuh berhasil menggambarkan kisah itu dengan manis tapi nggrantes neng jero ati.

Trilogi Mendung Udan Kukuh Prasetya Alurkan Lambang Cinta

Trilogi Mendung-Udan ini menjadi fragmen kisah cinta, namun bisa juga dikatakan sebagai biografi cinta. Hal ini tak bisa dimungkiri, mengingat latar belakang Kukuh sebagai sosok seorang aktor yang terbiasa memainkan peran dan mengikuti alur.

Sebagimana dipaparkan Kukuh dalam podcast-nya bersama Puthut EA di acara Putcast Mojok.Co, bahwa ia menggambarkan trilogi mendung udan ini sebagai sebentuk “cinta” yang wujudnya seperti daun sirih. Pada satu titik awal bertemu menjalin cinta dengan rasa bahagia, ada banyak masa menggembirakan saat bersama, terdapat pula rasa rindu tatkala jauh dari buah hatinya. Selanjutnya pada seri ke-2 dari trilogi ini adalah perihal mengucurnya air mata bak hujan yang tiada tahu kapan reda, pasalnya pipi bisa mendadak basah hanya karena kenangan dengan sang mantan, rasa nggrantes seiring aliran doa pun menjadi bunga. Hingga pada akhirnyadi seri ke-3 kisah bahagia itu menghampiri kembali, tak lain adalah ketika keduanya telah menempuh perjalanan cinta yang panjang dan cukup sengit. []

4.9/5 - (8 votes)

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Official Adm


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *