Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
ARTJOG MMXXI tahun 2021 -Freedom Utroq Trieha

Textualisasi Expanded ARTJOG MMXXI Tahun 2021 Perihal Waktu Pameran yang Dibuka Hanya untuk Ditutup


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 31 Agustus 2021   (690 Readers)

ARTJOG adalah festival tahunan seni rupa terbesar di Indonesia yang sejak tahun 2016 menggelar helatannya dengan tempat di Jogja National Museum (JNM), yaitu eks gedung ISI Gampingan yang beralamat di Jalan Ki Amri Yahya, Wirobrajan, Yogyakarta.

ARTJOG MMXXI tahun 2021 kali ini dalam penyelenggaraannya mengupayakan-diri untuk kembali ke skema kuratorial yang telah dicanangkan sejak 2018 lalu, yaitu dengan tema Time (to) Wonder sebagai edisi kedua dari trilogi pameran Arts in Common, tepatnya satu tahun setelah sukses mennggelar ARTJOG Resilience sebagai helatan yang berisi respon terhadap situasi pandemi di tahun 2020 silam.

Hal yang sangat disayangkan pada upayanya untuk kembali ke skema kuratorial bertema Time (to) Wonder di tahun 2021 kali ini adalah, bahwa di tahun kedua pandemi, kenyataannya wabah covid-19 masih saja menunjukkan tren mengkhawatirkan dan belum ada penurunan jumlah kasus harian yang drastis. Ketika sebagian besar masyarakat masih menunggu giliran vaksinasi, sejumlah varian baru virus Covid19 bernama ‘Delta Plus’ justru muncul lagi. Celakanya, pada bulan Juli 2021, Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan jika virus Corona atau COVID-19 varian Delta ini juga telah masuk di wilayahnya.

ARTJOG MMXXI tahun '21

Segala upaya dilakukan secara maksimal meski dalam keadaan yang ‘mencekam’, baik upaya oleh pihak panitia penyelenggara pun oleh para seniman yang terlibat dalam ARTJOG MMXXI tahun 2021, di mana pemerintah pusat justru juga telah mengeluarkan rencana akan memberlakukan PPKM pada tanggal 3 Juli 2021 dan agendanya berlangsung hingga dua minggu ke depan, yang artinya, segala ruang gerak waktu dan aktivitas tentu akan serba dibatasi. Memang sebuah kebijakan yang tak ringan, apalagi jika harus memikirkan dua hal; yaitu antara pandemi dan ekonomi.

ARTJOG MMXXI tahun 2021 -Pandemic

Apabila merunut dari definisi PPKM sebagai singkatan dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, maka ia merupakan kebijakan yang akan membatasi aktivitas masyarakat secara lebih ketat dari aturan-aturan sebelumnya, tentu tujuannya adalah guna membendung laju kenaikan angka positif virus Corona atau Covid-19. Maka dalam menyikapinya, Heri Pemad sebagai Direktur ARTJOG mengatakan bahwa kondisi ini memang memaksa untuk tetap jalan dengan ‘Gas Poll’ namun juga ‘Rem Poll!’.

Sehubungan dengan situasi di atas, jika kemudian dikaitkan dengan segala hal teknis, baik menyangkut perizinan, kelayakan, dan lain sebagainya, maka pihak panitia pun dituntut harus lebih-extra dalam mengupayakannya. Bahkan termasuk perihal materi konferensi pers –yang tak bisa dipandang remeh dan sebelah mata, karena dari sana pasti juga akan muncul banyak pertanyaan –yang tak bisa juga disepelekan dalam memberikan jawabannya.

ARTJOG MMXXI 2021

Kepercayaan dari banyak pihak memang telah diberikan kepada panitia penyelenggara, mengingat ARTJOG yang selalu identik dengan kerumunan, keriuhan, bahkan keributan, toh pada tahun pertama pandemi di 2020 silam mampu disiasati, sehingga sebagai penyelenggara secara tidak langsung telah membuktikan-diri keterujiannya dalam menghadapi segala kendala itu, bahkan dengan tanpa harus mengurangi kualitas persembahan karya yang ada di dalamnya. Akan tetapi, bukan lantas kepercayaan itu membuat ‘lupa diri’, apalagi ARTJOG MMXXI tahun 2021 kali ini hadir sama sekali bukan dengan alasan hendak menantang situasi pun kondisi, sebaliknya, ia hadir dengan mengupayakan segala hal di tengah kondisi yang tak menentu dan tak pasti ini.

Gading Paksi n Heri Pemad

Pada akhirnya, Gading Paksi menyatakan bahwa ARTJOG 2021 akan secara resmi dibuka pada tanggal 8 Juli 2021.

“ARTJOG 2021 “Arts in Common: Time (to Wonder” akan kami launching secara resmi pada hari Kamis tanggal 8 Juli 2021. Akan kami launching sore hari, dengan format daring,” ungkap Manajer Program ARTJOG tersebut.

Mau tak mau, tak bisa tidak, ARTJOG MMXXI tahun 2021 “Arts in Common: Time (to) Wonder” dimulai dengan presentasinya secara daring (online), yaitu sejak pembukaan hingga tanggal 20 Juli –yang kemudian masih juga harus menunggu perihal yang diumumkan pemerintah dalam menghadapi pandemi ini. Karena itu, siasat presentasi online menjadi hal lain yang juga harus kembali dipikirkan dan langsung dikerjakan seturut dengan digelarnya helatan ini.

ARTJOG MMXXI Time (to) Wonder 2021

Terlepas berbicara mengenai payung hukum “hak warga dan kewajiban pemerintah (pun sebaliknya)” dari PSBB yang sejak satu tahun silam telah diberlakukan, maka setelah diberlakukannya PPKM Mikro serta PPKM Darurat, pemerintah pusat kembali mengganti penggunaan istilah tersebut menjadi PPKM Level 4 yang diberlakukan mulai tanggal 21-29 Juli 2021, dan kemudian berlanjut setiap minggunya, dan terus berlanjut kembali… Bahkan hingga masa pamungkas pameran di akhir bulan Agustus 2021 ini, level 4 –yang artinya kondisi penyebaran virus masih belum diturunkan tingkat kerawanannya– pun masih menjadi buntut PPKM ber-level di wilayah Jogjakarta ini.

Jompet Kuswidananto

Ya, bisa dikatakan memang sangat ironis kenyataan pameran seni kali ini. Dua saja perihal pemikiran dari otak seniman yang dipindahkan ke ruang pamer ini, ialah pemikiran dari Jompet dan juga Farid Stevy. Jompet Kuswidananto memindahkan isi ide pemikirannya perihal ruang waktu yang terkait dengan kehidupan ber-tanah-air-nya, yang juga terisi suasana pantai di sana. Toh pada akhirnya bisa dikatakan “ia menjadi hampa” karena tiada audiens yang bisa dihadirkan dengan serta-merta. Pun dengan Sirin Farid Stevy, yang mengatakan bahwa pada awal, karyanya yang diberi judul “Reaktor Donga-Dinonga” itu bukanlah karya seni, namun toh cerita baik tentang ‘ngabekti’ terhadap orangtua leluhur yang ‘(di)hilang(kan)’ akibat peristiwa politik 65-66 itu, juga menjadi tak bisa banyak dibaca oleh khalayak-publik di sana.

Asto Puaso n Sirin Farid Stevy

Memang Bagus Dwidanto yang merupakan eks pegiat musik di ‘Sisir Tanah‘ dan juga Farid Stevy sebagai seniman yang juga sekaligus vokalis dari grup-band FSTVLST ini berucap positif akan makna yang tetap bisa diperoleh dari ‘seni’ –yang kehadirannya juga harus tetap ada meski tanpa apresiasi langsung dari audiens ini. Bahwa “yang sia-sia hanyalah yang tak bercerita,” kata mereka berdua. Akan tetapi kembali lagi, ironisme itu tetap saja menghinggapi.

ARTJOG MMXXI Time (to) Wonder tahun 2021

“Iki piye ta? Aku ki nggawe pameran hanya untuk ditutup. DIBUKA untuk DITUTUP. Sementara karya-karya ini sudah ter-display dengan baik, maksimal, semuanya sesuai rencana. Karya ini tidak akan hidup kalau tidak ada audiens. Tugasku itu adalah menghidupkan karya ini dengan menghadirkan audiens untuk berinteraksi. Sehingga pesan dari seniman yang dari otak pindah ke ruang pamer ini, itu sampai. Ini kan sepi banget, kamu tahu sendiri, tidak boleh menerima pengunjung. Tiket tidak berani. Kalau sampai ketahuan ada tiket katanya mau dibubarkan, katanya kan begitu. Masalahnya tidak ada aturannya. Aku yang memang dulu besar di sini, kuliah pertama di sini, kemudian konteksnya dengan teman-teman yang semuanya mempunyai pengalaman yang sama tentang situasi dan suasana gedung ini. Apa yang membuat kemudian orang itu terhubung?” Heri Pemad sebagai Direktur ARTJOG mengungkapkan kalimat panjang perihal pameran seni kontemporer di tahun 2021 kali ini.

Ari Wulu feat Daniel Caesar sebagai Insan Kreatif Lantunkan “Panyuwunan” Pada Penutupan ARTJOG MMXXI Tahun 2021

Pada akhirnya, hanya pengharapan pun “Doa Panyuwunan” sebagai satu hal yang memang tak bisa tidak, harus terus dan selalu ada guna mengiringi segala daya dan upaya. Sebagaimana suguhan pada penutupan helatan Festival Seni Kontemporer ARTJOG MMXXI tahun 2021 berjudul “Arts in Common: Time (to) Wonder” ini, ialah dengan menyajikan performa atraktif hasil kolaborasi antara Ari Wulu dan Caesar Daniel yang mempersembahkan syair puisi karya almarhum DR Ignatius Kuntoro Wiryomartono, SJ di Pendopo Ajiyasa area Jogja National Museum. [uth]

ARTJOG MMXXI tahun 2021

Gusti, kula nyuwun saras: sarasing sukma – resiking maras
Gusti, kula nyuwun tamba: tambaning jiwa – segering raga
Gusti, kula nyuwun seneng: senenging manah – tulaking sereng
Gusti, kula nyuwun sabar: sabaring budi – nalar jembar

Tuhan, kami mohon kesembuhan: sembuhnya sukma – bersihnya hati
Tuhan kami mohon obat: obatnya jiwa – segarnya raga
Tuhan, kami mohon cerah ceria: gembiranya hati – penangkal dengki
Tuhan, kami mohon kesabaran: sabarnya budi – luasnya wawasan

(DR Ignatius Kuntoro Wiryomartono, SJ)

4.9/5 - (15 votes)

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *