Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
artwork sintas sebagai hasil Tashoora Bekerjasama dengan Narasi-nya Najwa Shihab

Tashoora Bekerjasama dengan Narasi-nya Najwa Shihab Merilis “Sintas” dalam Menangkap Cerita Bangkitnya Para Penyintas Konflik


Diunggah oleh Rika Purwaka pada tanggal 20 Maret 2020   (1.302 Readers)

Apapun bentuknya, akhir dari sebuah konflik jelas meninggalkan luka yang tak bisa segera sembuh. Sebaliknya, bisa dipastikan perjuangan hidup para penyintas dalam melawan trauma yang ditimbulkan konflik masa lalu itu akan terus dan tetap berjalan. Beberapa dari para penyintas bisa tenggelam dalam gelap, beberapa lainnya dapat pula memutuskan jadi terang yang menyala untuk diri dan sekitarnya.

Melihat fenomena seperti itu pada akhirnya membuat Tashoora bekerjasama dengan Narasi, yang kemudian mereka merilis satu single bertajuk “Sintas”. Ialah lagu yang menangkap kisah bangkitnya para penyintas konflik, yang juga berkontribusi langsung pada kemanusiaan di sekitarnya.

Tashoora yang digawangi oleh Danang Joedodarmo, Dita Permatas, Ikhwan Hastanto, dan tak ketinggalan Gusti Arirang, merupakan grup band yang baru saja merilis sebuah lagu bertajuk “Sintas”. Ialah single yang rencananya bakal dipergunakan sebagai soundtrack resmi The Invisible Heroes, yaitu serial dokumenter yang digarap oleh Narasi serta Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Paramadina.

Serial ‘The Invisible Heroes’ yang telah bisa ditonton secara daring (online) sejak tanggal 11 Maret 2020 silam ini merupakan rekam jejak perjuangan para penyintas konflik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, di mana perjuangan itu dilakukan sambil berusaha melupakan bayangan kepahitan masa lalu. Penyintas yang diangkat serial ini tidak hanya sebatas pada konflik perang saja, akan tetapi ia juga terkait dengan diskriminasi rasial, konflik berbasis gender dan kelas, bencana alam, body-shaming, dan juga perundungan.

Baca juga:  PT Pos Indonesia Hadirkan 'Prangko Romantisme Jogja' Sebagai Obat Rindu Jogja Saat Harus di Rumah Saja Akibat Corona

Personil-Tashoora-Photo-B-by-Antonius-Dian

“This is the perfect song for the movie. Mudah-mudahan bisa membantu kita, siapapun yang punya luka, mendengarkan lagu ini bisa jadi mantra kita saling menguatkan.” -Najwa Shihab.

Gusti Arirang sebagai salah satu personil kelompok musik Tashoora yang juga merupakan puteri dari alm Djaduk Ferianto mengungkapkan, bahwa ia bersama teman-temannya di Tashoora merasa senang sekali bisa bergerak bersama Narasi dan PUSAD guna mengawal isu-isu yang memang perlu diperjuangkan.

Dalam proses penggarapannya, single Sintas ini dikerjakan dengan durasi waktu satu bulan. Sementara lagunya sendiri ditulis secara kolektif oleh seluruh personil Tashoora. Dijelaskan bahwa “Sintas” menjadi upaya dalam membawa perspektif penyintas konflik dalam perjuangannya keluar dari bayang-bayang masa lalu. Menolak “mati” dan menguatkan sesama menjadi pesan yang dibawa.

“Selain harus menghadapi trauma dan berdamai dengan diri sendiri, para penyintas juga berhadapan dengan masyarakat yang terjebak pada stigma-stigma yang merendahkan. Untuk menjadi lebih kuat kita harus berjalan bersama-sama, harus saling menguatkan,” Danang Joedodarmo menambahkan.

Selain Gusti Arirang dan Danang Joedodarmo, Nugi Wicaksono yang merupakan bassist dari “Reality Club” juga mengungkapkan bahwa kebenaran itu selalu lebih keras dibandingkan kebathilan dan kebohongan-kebohongan yang menyertainya.

“Seberapa pun kebenaran itu tertutupi, ia pasti selalu bisa didengar, dirasa, dan dilihat oleh nurani manusia. Jadi, jangan takut, jangan menyerah,” ucap Nugi Wicaksono.

Baca juga:  Berani Melangkah Maju Bersama Single Terbaru Band Dizzyhead Berjudul “Go!”

Setelah sebelumnya selalu mengolah karya secara mandiri, Tashoora –yang dalam logonya memiliki gabungan dua huruf O sebagai hasil karya dari Farid Stevy, yaitu sosok seniman seni-rupa sekaligus vokalist grup musik FSTVLST— juga menggandeng Heston Prasetyo sebagai produser single.

“Prosesnya cepat. Awalnya ketemu Heston untuk bicara soal isu dan ide-ide, kemudian ditindaklanjuti dengan workshop dua kali. Langsung jadi, sepakat direkam,” jelas Dita.

Tashoora Bekerjasama dengan Narasi-nya Najwa Shihab Rilis Single 'Sintas'

Terkait proses pengerjaan karya “Sintas” ini, perihal mixing dikerjakan oleh Stevano, sedangkan mastering dipercayakan kepada Andy Miles, yang kesemaunya itu dikerjakan di Stardelta Mastering, Britania Raya. Sementara untuk lagu direkam sepenuhnya di Bro’s Studio, Jakarta Selatan.

Sedangkan untuk pengerjaan artwork single Tashoora kali ini, mereka mempercayakan kembali kepada Antonius Dian, yang sejatinya juga telah mengerjakan hal serupa pada dua rilisan Tashoora sebelumnya.

Dalam penggarapan artwork tersebut, Antonius melakukan interpretasi “Sintas” melalui dua individu; satu berjubah kalender dan satu bertopeng lilin, di mana dua individu tersebut sedang beradu panco di dalam sebuah kerangka kubus. Lilin melambangkan harapan bagi penyintas, kalender melambangkan momen-momen traumatis yang telah dilalui, sedangkan adu panco melambangkan perjuangan dan pertahanan. Kerangka kubus sendiri dimaknai sebagai batas ruang gerak yang dimiliki para penyintas

Baca juga:  Solois Asal Semarang "Dendi Nata" Menceritakan Petualangan Cintanya Melalui Single “Misery”

“Lagu ini bisa berbicara untuk banyak orang. Misalnya, keadaannya ditekan masyarakat, perasaan tidak diterima, atau perasaan ingin melawan. Jadi, pesannya itu bisa tersampaikan ke banyak hal,” tutur Heston Prasetyo sebagai Produser “Sintas”.

Sebagai buah karya kolaborasi, yaitu hasil dari Tashoora bekerjasama dengan Narasi, single “Sintas” ini adalah juga  lagu pertama yang dirilis grup musik asal Jogjakarta itu pada 2020. Selain itu, ia sekaligus juga menjadi penanda atas bergabungnya Ikhwan Hastanto di grup musik ini. Artinya, Awan yang merupakan panggilan akrab dari Ikhwan Hastanto ini secara resmi telah masuk melengkapi Tashoora yang telah tujuh kali berganti formasi.

Selaku anggota baru dari kelompok musik yang pernah moncer saat melakukan show-case pada awal Oktober 2018 di PSBK (Padepokan Bagong Kussudiardja) Yogyakarta ini, Ikhwan Hastanto alias Awan memaparkan bahwa “’Sintas’ yang dijadikan sebagai judul single, secara harfiah memiliki arti bisa dan terus bertahan. Kata ini selain memang diposisikan sebagai judul untuk menjelaskan peristiwa yang dialami penyintas konflik, dimaksudkan pula guna lebih menjelaskan perjalanan Tashoora dalam empat tahun terakhir.

Single “Sintas” yang digarap Tashoora bekerjasama dengan Narasi ini kini telah dapat dinikmati melalui berbagai digital-streaming platforms, baik itu Spotify, iTunes, JOOX, Deezer, dan tak ketinggalan juga di kanal YouTube. [rpw]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Rika Purwaka


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *