Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Dendi Nata Menceritakan Petualangan Cintanya melalui Single “Misery”

Solois Asal Semarang “Dendi Nata” Menceritakan Petualangan Cintanya Melalui Single “Misery”


Diunggah oleh Jaring Acara pada tanggal 27 Februari 2020   (414 Readers)

Solois yang berasal dari Semarang bernama Dendi Nata secara resmi telah meluncurkan tembang terbarunya yang diberi tajuk “Misery”. Peluncuran tembang terkini itu dilakukan di berbagai kanal digital, tepatnya pada tanggal 31 Januari 2020.

Dendi Nata, sebagai musisi ia hendak menunjukkan eksplorasi musik berbeda di single lagu “Misery” dibanding dua nomor terdahulu yang telah diluncurkan, yaitu “Let It Out” dan “Berganti”. Kali ini Dendi Nata memasukkan pengaruh rock n’ roll ala The Beatles, Pink Floyd, hingga Sean Ono Lennon pada lagu berbahasa Inggris tersebut. Hal itu dilakukannya menyusul kesuksesan “Berganti” yang cukup digemari oleh pendengar. Bahwa Dendi ingin mempertahankan gaya bermusiknya tanpa terlalu memikirkan selera pasar. Karena itu, lagu “Misery” ini bisa dibilang cukup berbeda dibanding “Berganti” yang sangat nge-pop.

Baca juga:  Dracul yang Merupakan Rapper Muda Pendatang Baru Meluncurkan Single Berjudul Hyprocrisy

Dendi Natadi Single “Misery”

Mengulik lebih jauh ikhwal makna di balik lagu “Misery” ini, Dendi mengungkapkan bahwa petualangan cintanya sendiri menjadi inspirasi utama.

“Aku dapat inspirasi nulis lagu ini dari seorang wanita yang aku kenal. Menurutku dia sosok yang keren, tapi dia sangat carefree dan tidak ingin menjalani hubungan serius dengan pria manapun,” ungkapnya.

Perbincangannya dengan sosok wanita itu memunculkan frasa ‘I’m a walking misery just walk and pass it through i like to be what I want to be’ yang bisa ditemukan di bait lagu “Misery”. Sifat bebas dan tidak ingin terkungkung oleh ikatan cinta inilah yang membuat Dendi sungguh penasaran sekaligus heran dengan sosok wanita tersebut.

Baca juga:  Keberlanjutan Jogja International Batik Biennale Didukung Presiden WCC

Ia mengungkapkan bahwa perasaan khawatir serta keprihatinan saat melihat wanita tersebut mengumbar nafsu dan cinta sesaat tanpa memikirkan konsekuensi lebih jauh. Dendi  menuturkan bahwa nafsu itu sementara, sedangkan real love bertahan lama. Karenanya ia membuat lagu ini, tak lain agar para wanita di luar sana lebih mencintai diri mereka.

Solois Asal Semarang Dendi Nata

Mengikuti proses perilisan single secara digital, sebuah video klip untuk “Misery” juga dirilis di Youtube sang musisi di tanggal 2 Februari 2020 silam. Proses pengambilan gambar dilakukan di Semarang dengan skrip yang dibuat oleh Kanina, sesama musisi asal kota lumpia tersebut.

Baca juga:  Proses Album ke-7 Shaggydog Digarap Dengan Karantina dan Isolasi di Kawasan Kaliurang Yogyakarta

“Sosok dua wanita yang ada di video ini menyimbolkan real love dan lust yang jadi pesan tersirat di ‘Misery’,” Dendi Nata menjelaskan.

Setelah proyek single ini dilepas ke pasaran, penggemar Mus Mujiono ini mengungkapkan ingin merilis album di tahun 2020. Seiring dengan proses merampungkan dan kemudian merilis album karya pria berambut kriting tersebut, maka tiada salah jika terlebih dahulu menikmati single “Misery” yang kini telah beredar melalui berbagai layanan streaming digital, sekaligus menyaksikan visualisasinya melalui kanal Youtube. []

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Jaring Acara


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *