Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pemenang Lomba Penulisan Naskah Sandiwara Radio Bahasa Jawa Pelajar SLTA se-DIY

Pemenang Lomba Penulisan Naskah Sandiwara Radio Bahasa Jawa untuk Pelajar SLTA se-DIY


Diunggah oleh Haiki Murakabi pada tanggal 11 Oktober 2019   (269 Readers)

Terhitung sampai dengan bulan Oktober 2019, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyelenggarakan beberapa lomba penulisan, baik itu berujud penulisan naskah kethoprak, penulisan naskah novel berbahasa jawa. Dan tak ketinggalan pula lomba penulisan naskah drama ataupun sandiwara radio berbahasa jawa.

Khusus untuk lomba penulisan naskah drama ataupun sandiwara radio bahasa jawa, bahkan bukan saja digelar bagi umum yang di dalamnya termasuk mahasiswa, akan tetapi juga diselenggarakan khusus bagi para pelajar tingkat SLTA di lingkungan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, baik SMU ataupun SMK.

Sebagai penyelenggara dari lomba penulisan naskah drama ataupun sandiwara radio berbahasa jawa, baik tingkat pleajar pun untuk umum, keduanya langsung diserahkan kepada pihak panitia yang dalam hal ini dihelat langsung oleh Tim Pengembangan Sandiwara Radio Bahasa Jawa Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta. Di dalam Tim Pengembangan Sandiwara Radio Bahasa Jawa tersebut terdapat pula nama-nama seperti Landung Simatupang sebagai pihak panitia dan Danu Primanto (eks Balai Bahasa DIY) selaku salah satu Dewa Juri.

Baca juga:  Inilah Rangkaian Kegiatan JOGLITFEST dan Seminar Internasional Festival Sastra Yogyakarta 2019

Pemenang Lomba Penulisan Naskah Sandiwara Radio Bahasa Jawa Pelajar SLTA se-DIY

10 Nama Pemenang Lomba Penulisan Naskah Drama Radio Bahasa Jawa Pelajar SLTA se-DIY

Di bawah ini adalah 10 nama yang merupakan kandidat beruntung karyanya masuk sebagai 10 besar, di mana selain ke-10 naskah tersebut akan dialih-wahanakan ke dalam bentuk sandiwara radio, masing-masing nama tersebut juga akan memperoleh hadiah sebesar Rp2.500.000,-

  1. Judul Naskah: Sarangheo Jogja
    Penulis: Felda Noor Saidah
    Sebagai pelajar dari SMA N 1 Yogyakarta
  2. Judul Naskah: Matur Nuwun
    Penulis: Ishika Putri Handayani
    Merupakan Pelajar dari SMA N 1 Dlingo Bantul
  3. Judul Naskah: Kepangan Gengsi
    Penulis: Harundya Naresh Ramadhan
    Sebagai Pelajar dari SMK N 3 Yogyakarta
  4. Judul Naskah: Mulih
    Penulis: Zalfa Aura Tsabita
    Merupakan Pelajar dari SMA N 1 Sleman
  5. Judul Naskah: Pak Guru
    Penulis: Gilbert Aris Anggara TP
    Sebagai Pelajar dari SMK N 3 Bantul
  6. Judul Naskah: Gayuh Lintang
    Penulis: Marita
    Merupakan Pelajar dari SMA N 3 Bantul
  7. Judul Naskah: Olor Putih Ing Kali Opak
    Penulis: Daniel Daniswara
    Sebagai Pelajar dari SMA N 9 Yogyakarta
  8. Judul Naskah: Gamelan Ngundang Kamulyan
    Penulis: Nadia Vindy Amelia
    Merupakan Pelajar dari SMA N 2 Wonosari
  9. Judul Naskah: Nrima Lan Beja Takdire Joko
    Penulis: Selviana Dewi
    Sebagai Pelajar dari SMK N 2 Gedangsari Gunung Kidul
  10. Judul Naskah: Legenda Sendhang Klampok
    Penulis: Nuur Laila Khoirun Nisa
    Merupakan Pelajar dari SMA N 1 Wates Kulon Progo
Baca juga:  Hadiri Event B3e Production Choice Award

Demikian nama-nama 10 pemenang pada lomba penulisan naskah drama ataupun sandiwara radio berbahasa jawa, yang kesepuluhnya besar kemungkinan memang merupakan generasi baru. Sehingga substansi dari diselenggarakannya sebuah lomba sebagai ajang “REGENERASI” seperti ini benar-benar terwujud. Tak ada nama-nama yang sejatinya tak lagi layak mengikuti lomba namun tetap “ndableg” turut serta seolah tak mau kehilangan ‘lahan’ pun kesempatan.

Dari ajang semacam ini tentu semua memiliki harapan yang tak jauh berbeda, yaitu tetap semangat dalam berkarya dan melestarikan budaya pun bahasa jawa. Tak berhenti hanya pada sebatas lomba saja. Karenanya, harapan serupa tentu harus dinampakkan pula dari pihak panitia, yaitu agar panitia selayaknya juga bisa menyaring, menimbang, atau setidaknya membatasi beberapa hal, sehingga substansi dari diadakannya “lomba” sebagai ajang REGENERASI tersebut benar-benar nyata. Bukan sebatas lomba berulang-kali, namun yang menjadi pemenang hanya itu-itu saja. [hmk]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Haiki Murakabi


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *