Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pameran Pulunggana Pulungsari Laksmi Sitaresmi

Pulunggana Pulungsari Menjadi Judul Pameran Tunggal Perupa Laksmi Sitaresmi yang Mengubah Limbah-Sampah Plastik Menjadi Karya Seni 


Diunggah oleh Official Adm pada tanggal 28 August 2022   (214 Readers)

Perupa perempuan bernama Laksmi Sitaresmi kembali melakukan pameran yang bertempat di 101 hotel Yogyakarta, yaitu dengan mempresentasikan sebanyak delapan karya dan kemudian pameran tersebut diberi tajuk “Pulunggana Pulungsari”.

Presentasi karya oleh Laksmi Sitaresmi dalam pameran tunggal Pulunggana Pulungsari pada hari Sabtu 27 Agustus 2022 ini bisa dikatakan menjadi berbeda dari biasanya. Karena jika pada waktu-waktu sebelumnya seniman wanita tersebut lebih intens bergelut dengan seni patung, maka kali ini ia justru menekuni limbah plastik yang kemudian diberdayakan dalam ‘semacam’ seni cukil ataupun seni grafis.

Pameran Pulunggana Pulungsari oleh Laksmi Sitaresmi

Laksmi Sitaresmi yang lebih memantapkan diri sebagai seorang perupa (dibanding pematung) ini menuturkan bahwa pameran judul “Pulunggana-Pulungsari” yang terpantik dalam pameran tunggalnya kali ini merupakan sebuah tafsir visual atas suatu kesempurnaan yang ideal bagi Laksmi. Bahwa limbah plastik bukanlah barang serupa ‘sampah’ yang lantas patut diabaikan dan dibuang begitu saja. Lain dari itu, ia justru bisa dikreasikan maujud karya, di mana justru dari sana dapat ditemukan keseimbangan yang saling melengkapi satu sama lain. Atau dengan kata lain bisa dimaknai bahwa kenyataannya terdapat sesuatu yang berbeda dan kemudian melebur serta berkumpul menyatu luar dan dalam, raga dan sukma, lahir dan batin, badan dan roh, sekarang dan kelak dan seterusnya.

Arti filosofi dari judul Pulunggana Pulungsari yang tak jauh dari kesempurnaan paling ideal selanjutnya divisualisasikan oleh Laksmi dengan teknik cukil nan indah yang maujud ke dalam delapan karya berbahan dasar sampah plastik yang telah dilebur dan menjadi sebuah media baru penuh dengan warna-warna yang menarik. Bahwa warna-warni dalam karya-karyanya ini bisa jadi banyak yang tak sadar kalau itu adalah sampah plastik yang dibuang oleh manusia.

“Semua karya 100% berbahan sampah plastik, jadi warna-warninya itu asli warna sampah plastik semua. Ada 8 karya berukuran 60×70 centimeter yang saya kerjakan setengah mati,” tutur Laksmi.

Dalam prosesnya Laksmi Sitaresmi mengolah limbah plastik ini untuk kemudian dibuat sebagai karya dengan mempraktekkan  teknik patung, yang kemudian teknik tersebut ia kombinasikan dengan hasil riset yang dilakukan pada waktu sebelumnya, yaitu perihal sampah plastik.

Berangkat dari riset tersebut Laksmi menyebutkan bahwa sampah plastik ini ternyata juga bisa digunakan sebagai balok-balok pengganti aspal atau trotoar. Dalam pengalamannya, satu pick up sampah plastik itu bisa dijadikan balok ukuran kurang lebih selebar 1 meter dengan ketebalan tidak lebih dari 10 centimeter. Namun karena ia adalah seorang perupa, naka sebisa mungkin ia hanya akan mengangkat derajat sampah plastik melalui karya-karyanya.

Proses keseriusan Laksmi dalam mengekplorasi sampah plastik ini ia lakukan sejak 2018 silam, di mana tak sedikit tantangan yang harus dilalui. Di antaranta adalah  saat membutuhkan warna yang sama padahal dari sekian banyak sama plastik itu tidak ada warna yang benar-benar sama. Namun seiring berjalannya waktu sekaligus berlalunya proses, maka pada akhirnya dengan proses pencampuran karakter-karakter warna yang mirip itu kemuidan justru bisa menghasilkan karya atau warna yang sangat bagus dan keren.

Laku karya seni dari Laksmi Sitaresmi dengan memberdayakan limbah plastik sebagai material penciptaan karya seninya ini selain masih sangat jarang dilakukan banyak orang tentu pada masa kini juga menjadi bagian dari spirit penciptaan kontemporer untuk mengolah bahan-bahan terbuang yang merusak lingkungan. []

 

View this post on Instagram

 

A post shared by JARING ACARA (@jaringacara)

4.8/5 - (5 votes)

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Official Adm


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.