Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
41 Tahun PSBK Luncurkan Aplikasi Sirkuit Berbasis Augmented Reality (AR) pada 3 Oktober 2019

41 Tahun PSBK Luncurkan Aplikasi Sirkuit Berbasis Augmented Reality (AR) pada 3 Oktober 2019


Diunggah oleh Jaring Acara pada tanggal 5 Oktober 2019   50

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja atau yang acap disingkat sebagai PSBK merupakan tempat yang menjadi salah satu ruang bertumbuh dan dikembangkannya ragam seni pun budaya di wilayah Yogyakarta. Hal tersebut dibuktikan dengan selalu diselenggarakannya hajatan seni yang dipersembahkan kepada publik, baik itu bertajuk Jagongan Wagen ataupun helatan lainnya.

Pun helatan PSBK yang dipersembahkan pada bulan September yang kemudian diiiringi dengan peluncuran aplikasi sirkuit berbasis Augmented Reality. Ia bahkan menyambung helatan tersebut dengan beberapa rangkaian program yang bakal berlangsung hingga bulan Oktober dan terus bersambung ke depannya. Ialah Pameran “Situs Peristiwa & Citra” yang dikuratori oleh Prasetya Yudha D.S. dan Kurnia Yaumil Fajar salah satunya. Merupakan satu pameran yang digelar dalam kurun waktu bulan September hingga  bulan Oktober 2019, tepatnya dibuka pada hari Sabtu tanggal 14 September 2019, dan akan berlangsung hingga tanggal 26 Oktober 2019, bertempat di PSBK dengan alamat di Ds. Kembaran Rt. 04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Selanjutnya selain pameran, rangkaian agenda Ruang Seni Rupa “Situs Peristiwa & Citra” juga meliputi Creative Talk dan peluncuran aplikasi digital Augmented Reality (AR) yang juga digelar tanggal 3 Oktober 2019 bertepatan dengan HUT PSBK yang ke-41. Sementara, pada tanggal pada tanggal 8 dan 10 Oktober 2019 agendanya adalah penyelenggaraan program Anjangsana berupa fasilitasi aktivitas kreatif dan pendampingan kunjungan ke galeri pameran bagi pelajar tingkat SMP-SMA/SMK dan guru di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Serangkaian aktivitas kreatif telah didesain untuk mengasah daya identifikasi, eksplorasi, ekspresi dan refleksi diri peserta program. Kegiatan ini didukung penuh oleh Direktorat Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud RI.

Baca juga:  Proses Film Drama Anak Remaja “Doremi & You” di Yogyakarta

Kolaborasi PSBK bersama Kemendikbud RI dalam Anjangsana kali ini memaknai kekuatan program Anjangsana di PSBK sebagai sarana untuk melatih siswa-siswi dalam pengembangan kepribadian melalui seni serta menumbuhkan budaya berkunjung ke ruang seni sejak dini.

Sinergi antara PSBK, Kemendikbud RI dan sekolah-sekolah melalui program Anjangsana PSBK tentu menjadi kunci dalam mengawal pembangunan manusia Indonesia yang berdaya dan berbudaya, terutama generasi muda (pelajar) sebagai penerus kebudayaan bangsanya, Indonesia.

Peluncuran Aplikasi Mobile Sirkuit PSBK

Di sisi lain dilakukan juga penandatanganan nota kesepemahaman antara PSBK dan MonsterAR Teknologi Indonesia pada malam pembukaan pameran, yaitu 14 September 2019. Selanjutnya tanggal 3 Oktober menjadi momen yang sangat penting karena menjadi penanda dari transformasi PSBK sebagai ruang seni dan budaya dalam bersinergi dengan inovasi teknologi digital. Pasalnya, dalam pendandatanganan MoU tersebut memuat perihal kesepakatan untuk diluncurkannya aplikasi Sirkuit PSBK berbasis Augmented Reality (AR) sebagai keberlanjutan upaya penyediaan akses seni bagi masyarakat.

Baca juga:  Panggilan Terbuka 5 Seniman Yogyakarta di Biennalle Jogja Equator #5 2019

Aplikasi Sirkuit Berbasis Augmented Reality

Hadirnya aplikasi Sirkuit PSBK ini seiring dengan ulang tahun PSBK yang ke-41 tahun, yaitu pada 3 Oktober.

Monster AR Teknologi Indonesia yang mengkapanyekan diri sebagai “Gerakan Digitalisasi Museum” memiliki keinginan untuk mempertemukan diri pada persimpangan “akses”, hal yang sama diupayakan oleh PSBK sebagai ruang seni budaya yang sirkuitnya secara aktif memproduksi jejak arsip pengetahuan. Akses adalah kunci bagi pelestarian arsip serta modal pengembangan oleh generasi selanjutnya. Kerjasama PSBK dengan MonsterAR Teknologi Indonesia menjadi terobosan lintas sektor dalam pembangunan kebudayaan Indonesia.

Pengembangan aplikasi Sirkuit PSBK pada tahap awal ini memiliki tujuan guna meningkatkan interaksi masyarakat ketika berkunjung ke kompleks PSBK. Masyarakat dapat menjelajahi PSBK yang luasnya sekitar 5 meter persegi secara mandiri dengan bekal pengalaman interaksinya dengan Augmented Reality (AR) dan berbagai akses pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Melalui AR, arsip berupa video, visual grafis, foto dan panduan audio yang terdapat di PSBK dapat diakses oleh masyarakat secara menyenangkan.

Hadirnya inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya kunjung masyarakat ke ruang seni dan budaya. Seiring dengan hal tersebut, PSBK berharap inovasi ini pula dapat mendorong daya kreasi seniman dalam berkarya. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Jeannie Park selaku Executive Director PSBK.

Baca juga:  Pameran Duet Artmosphere Bapak Beranak

“Sekarang ini mau tak mau kita dituntut untuk bisa masuk ke dalam teknologi digital, meski kadang apa yang kita pikirkan tak secepat dengan ide yang muncul kemudian bisa diaplikasikan ke dalam teknologi tersebut. Sebagaimana saya melihat anak saya, dia sudah tak asing lagi dengan teknologi. Sekarang zamannya youtube, kata anak saya. Karenanya, kita tak bisa tidak juga harus mengikuti zaman tersebut ketika tak hendak ketinggalan,” demikian tutur Jeannie.

Creative Talk

Sementara masih terkait dengan Pameran “Situs Peristiwa & Citra” di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja ini, digelar pula sebuah diskusi ataupun creative talk yang mengusung tema “Mereka Visual”. Dalam diskusi tersebut diungkap akses pengetahuan lain atas jejak dinamika praktik pendokumentasian dan publikasi pada sirkuit PSBK.

Bahwa dalam rentang waktu empat-dekade perjalanan PSBK, praktik dokumentasi dan publikasi di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja melalui desain, audio visual, fotografi, catatan proses kegiatan dan sebagainya, kenyataannya hal itu erat hubungannya dengan dinamika perkembangan teknologi dan strategi komunikasi sesuai zamannya.

Kareanya, pada Creative Talk ini dihadirkan 4 narasumber, yaitu budayawan Butet Kartaredjasa, direktur artistik Ong Hari Wahyu, seniman visual Sirin Farid Stevy dan direktur MonsterAR Rizal Pamungkas. []

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Jaring Acara


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *