Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Program ARTJOG MMXIX

Inilah Beberapa Program ARTJOG MMXIX Sebagai Festival Seni Rupa Kontemporer


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 24 Juli 2019   (120 Readers)

ARTJOG MMXIX tahun 2019 menjadi helatan pameran seni rupa yang sedikit mengubah haluannya. Pasalnya, pameran seni rupa yang selama 11 tahun gelarannya merupakan sebuah hajatan berbentuk “fair” ini, maka di tahun 2019 ia akan berganti haluan menjadi festival seni rupa.

Seperti yang telah terpaparkan beberapa waktu lampau (baca laman ini), dalam helatan ARTJOG tahun 2019 ini, dari partisipant yang jumlahnya hampir 40 seniman, sejumlah lima orang seniman lintas disiplin akan menampilkan karya-karyanya dalam skema proyek khusus. Mereka adalah Handiwirman Saputra, Riri Riza, Sunaryo, Teguh Ostenrik, dan Piramida Gerilya.

Para partisipant yang turut serta dalam helatan tahunan ARTJOG ini tentu penuh kebahagiaan, sehingga semangatpun tak pernah kendor dalam mempersembahkan karya-karyanya. Sangat bisa dipahami, karena bisa berada dalam pameran ARTJOG itu adalah sebuah prestise bagi para pelalu seni tersebut.

Serupa dengan hal di atas, Heri Pemad –selaku Director ARTJOG MMXIX 2019, saat konferensi pers (Kamis, 11/07) yang bertempat di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta juga memaparkan bahwa tak bisa dimungkiri lagi kalau ARTJOG itu sesungguhnya juga telah menjadi “city branding” bagi Yogyakarta. Apalagi ketika agenda pelaksanaan ARTJOG juga bersamaan dengan dihelatnya beberapa event seni yang tersebar di seluruh kota Yogyakarta selama periode Juli hingga Agustu, bertajuk Jogja Artweeks.

ARTJOG; Anak Kandung Festival Kesenian Yogyakarta

Program ARTJOG MMXIXDari kalimat “ARTJOG MMXIX Arts In Common Common | Space Yogyakarta”, terpantik jelas bahwa bagian dari kalimat itu adalah tema yang diusung pada helatan ARTJOG tahun 2019, tak lain adalah “Arts in Common”.

Sesuai yang dipaparkan oleh Agung Hujatnika (Jennong) yang berlaku sebagai kurator ArtJog MMXIX, secara harfiah “The Commons” memiliki padanan kata ‘yang biasa’ atau ‘yang umum’. Ini dimaksudkan agar pameran seni rupa ini tetap menjadi biasa dan bisa dinikmati khalayak umum, sehingga antara penikmati seni dan pegiat seni tak harus berjarak.

Baca juga:  SEAMEX 2019 Sebagai Marketplace dan Event Musik Jembatan Lintas Generasi

Selain itu, ada agenda dari helatan ARTJOG ini, yaitu agar untuk beberapa tahun ke depan helatan pameran seni rupa ini bisa lebih menegaskan-diri perihal identitas ARTJOG yang merupakan festival seni, dan tak lagi sebatas “pameran seni” semata. Apalagi ketika harus melihat sejarah perjalanan ARTJOG itu sendiri, terutama ketika masih disebut sebagai “Jogja Art Fair” pada tahun 2008 lampau.

Sebagaimana beberapa event seni lain yang juga pernah menjadi bagian dari FKY (Festival Kesenian Yogyakarta yang tahun 2019 bermetamorfosa menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta), benih tumbuhnya ARTJOG awalnya adalah juga serupa. Menggunakan nama “Jogja Art Fair”, tahun 2008 adalah juga bagian dari rangkaian acara yang ada dalam program Festival Kesenian Yogyakarta XX. Satu tahun berikutnya, yaitu tahun 2009, Jogja Art Fair tersebut memisahkan diri dari Festival Kesenian Yogyakarta, yang selanjutnya tahun 2010 mengubah nama diri menjadi ARTJOG.

Dari kilas balik itu dipaparkan pula oleh Agung Hujatnika, bahwa pada saat masih menggenggam nama “Jogja Art Fair”, dahulu terdapat asumsi jika “Art Fair” ini merupakan hajatan yang pesertanya adalah beberapa galeri. Padahal tak demikian adanya. Karena meskipun ia berjuluk “Jogja Art Fair”, namun bentuk pameran seni rupa yang disajikan adalah dengan cara besar-besaran, atau lazim dinamakan sebagai FESTIVE. Dan di sana tiada galeri yang melibatkan diri.

Seni rupa kontemporer memang mendapatkan porsi utama dalam pameran ARTJOG, akan tetapi hal itu tak lantas menyingkrikan berbagai program seni lainnya. Pasalnya apabila melihat kembali lagi ke belakang, dari perjalanan ARTJOG yang berawal dari bayi bernama “Jogja Art Fair” –di FKY tadi, maka pada tahun 2019 ARTJOG hendak menegaskan posisi pun memantabkan identitasnya sebagai festival seni.

Tema “Arts in Common”

Masih sesuai dengan pemaparan dari Agung Jennong pada acara jumpa-pers, dalam 3 tahun ke depan (terhitug dari tahun 2019), ARTJOG juga tetap memiliki keinginan mengangkat tema besar “Arts in Common”, yang berarti seni untuk bersama.

Baca juga:  Pembukaan Pameran Seni Wirama Wiraga dan Wirasa

Selain diartikan “yang umum” pun “yang biasa”, dijelakan pula bahwa “commons” merupakan istilah dalam ekologi dan lingkungan yang mengacu pada pemanfaatan sumber daya secara besar-besaran, hanya saja tak lantas abai dalam menjaga dan merawatnya sumer daya tersebut.

Subtema yang mengikuti tempa utama dalam ARTJOG MMXIX “Arts in Common” itu adalah Common | Space, sebagai subtema yang mengacu pada lingkungan sebagai ruang. Artinya, pameran seni rupa ARTJOG tahun 2019 ada pada aspek lingkungan dan sumber daya alam sekitar.

Agenda Program ARTJOG MMXIX

Selain tema dan subtema sebagaimana tersebut di atas, tiga program besar juga masih tetap diusung dalam pameran ARTJOG MMXIX tahun 2019, hanya saja masih ada tambahan program dalam ARTJOG tahun 2019 ini, yaitu program dengan nama LeksiKon. Sedangkan tiga program besar  serupa dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pameran utama, daily performance (pertunjukan harian), serta merchandise project.

Mengenai tiga agenda –plus satu program dari ARTJOG MMXIX tahun 2019 adalah sebagai berikut;

  1. Pameran Utama
    Pameran utama pada program ARTJOG tahun 2019 juga mencakup dalam “ARTJOG Educational Program”. Ia dilaksanakan pada setiap hari, sementara untuk program curatorial tour akan dilakukan sebanyak 16 kali –yaitu setiap hari Selasa dan Jumat sore (pukul 15.00 WIB), sedangkan meet the artist akan diselenggarakan sebanyak 4 sesi –yaitu pada setiap Rabu sore.
  2. Daily Performance
    Seperti padanan katanya, daily performance adalah gelaran pertunjukan harian yang diadakan di panggung belakang ARTJOG. Kecuali menikmati sajian dari penampilan para talent, para penonton juga akan diajak berpartisipasi di stage pertunjukan yang telah dibuat oleh para seniman. Selama satu bulan penuh, terhitung ada sejumlah 88 talent yang akan menyuguhkan talentanya di panggung belakang area ARTJOG MMXIX.
  3. Merchandise Project
    Merchandise project merupakan sajian-program bagi para seniman yang tidak sebatas hanya berkarya seni, namun lebih dari itu, adalah juga memasarkannya. Dalam program ini, pengunjung juga bisa mengikuti sharing session dari sejumlah 54 seniman yang turut berpartisipasi.
  4. LeksiKon
    LeksiKon merupakan program baru ARTJOG yang dihadirkan tahun 2019. Program ini agendanya akan digelar pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 9 dan 10 Agustus 2019 pukul 19.30 WIB. Pada prgram baru bernama LeksiKon ini, khalayak bakal memperoleh edukasi dari seniman dalam bentuk perdormatif, yaitu bukan sebatas mendapatkan cerita soal berkarya saja, namun seniman juga akan mempertontonkannya melalui tata dramatik.
Baca juga:  Pembukaan Biennale Jogja oleh Kepala BEKRAF

Demikian perihal Festival Seni Rupa ARTJOG MMXIX tahun 2019 yang agendanya dihelat selama satu bulan penuh, yaitu mulai tanggal 25 Juli 2019 dan akan berakhir tepat pada tanggal 25 Agustus 2019, dengan mengambil tempat sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu di area Jogja National Museum, Jalan Amri Yahya, Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta. [uth]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *