Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pra-Event Open Air Cinema JAFF 14 'Revival'

Pra-Event Open Air Cinema JAFF 14 ‘Revival’ Putaran Pertama Digelar di Minggir Sleman Yogyakarta


Diunggah oleh Rika Purwaka pada tanggal 3 November 2019   (138 Readers)

Open Air Cinema sebagai salah satu rangkaian Jogja – NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali digelar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya di Ds Dataran 3, Sendangarum, Minggir, Sleman.

Open Air Cinema JAFF yang diinisiasi tahun 2006 mencoba mendekatkan sinema kepada masyarakat yang memiliki akses terbatas guna menuju ke bioskop konvensional. Karenanya, pada penyelenggaraannya yang ke-14 di tahun 2019, Open Air Cinema ini dibagi menjadi dua kategori, yakni Open Air Cinema selama masa pra-event dan selama masa event.

Mengenai waktu digelarnya Open Air Cinema ini, untuk masa pra-event dilaksanakan dalam dua seri, yakni tanggal 2 dan 9 November 2019. Sedangkan saat event dilaksanakan pada tanggal 19 – 23 November 2019.

Pra-event Open Air Cinema JAFF Seri Pertama

Untuk Pra-event Open Air Cinema sebagai rangkaian dalam helatan Jogja -NETPAC Asian Film Festival (JAFF) seri pertama diadakan di Dusun Dataran 3, Sendangarum, Minggir, Sleman. Mengenai beberapa film yang dihadirkan di antaranya adalah sebagai berikut;

  • Film Kentut (2019) oleh Rangga Kusmalendra menjadi suguhan pembuka
  • Film TV Hanyar (2018) oleh Syarwani Muhammad
  • Bacakut Pandir (2019) oleh M. Rizal
  • Nogi 1957 – Hunian Puisi dan Perempuan (2019) oleh Ade Triyan
  • Empu (2019) oleh Harvan Agustriansyah menjadi penutupnya.
Baca juga:  FKY 29 Umbar Makbyarr Telah Resmi Ditutup

Pra-Event Open Air Cinema JAFF 14

Pemilihan beberapa jajaran film di atas didasari oleh topik-topik yang dekat dengan kehidupan bermasyarakat. Film-film pilihan yang ditayangkan di Open Air Cinema membawa topik mengenai relasi sosial, keluarga, dan intra-personal.

Acara Open Air Cinema JAFF 14 dimulai tepat pukul 19.30 WIB, diawali dengan sambutan oleh koordinator Open Air Cinema, Christine Subiyanto. Sebagaimana diungkapkan dalam sambutannya, selain untuk menumbuhkan budaya menonton film, awalnya kegiatan Open Air Cinema digelar sebagai salah satu alternatif trauma healing masyarakat Yogyakarta atas duka gempa yang terjadi pada tahun 2006 silam.

Baca juga:  Dunianudia feat Lintang Larasati Launching Single Senandika Tanpa Khotbah

Pra-Event Open Air Cinema

“Kegiatan ini diinisiasi untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat akan gempa Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006,” ungkap Christine.

Setelah pemutaran film, selanjutnya dilakukan juga sesi diskusi dengan beberapa perwakilan pembuat film yang ditayangkan di Open Air Cinema JAFF 14 ‘Revival’. Daud selaku perwakilan dari Film Kentut menyampaikan bahwa Film Kentut yang memiliki pesan besar mengenai persekusi dan tindakan tanpa konfirmasi kebenaran dapat dikemas secara sederhana dan menghadirkan gelak tawa para penonton.

“Idenya dari pengalaman sutradara sendiri karena di Indonesia terkenal dengan kebiasaan menuduh atau persekusi yang belum tentu benar adanya,” tutur Daud.

Selain itu, sutradara dari film Nogi 1957- Hunian Puisi dan Prempuan (2019), Ade Triyan juga hadir dalam menyampaikan ide filmnya serta memberikan pesan bagi masyarakat yang ingin menjadi filmmaker.

Baca juga:  Pawai Pembukaan FKY -Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019

“Jadilah diri sendiri, terus memotivasi diri sendiri lewat kesederhanaan dan tetap bermanfaat bagi disekitar kita,” pungkasnya.

Pra-Event Open Air Cinema JAFF

Meskipun awalnya disambut dengan rintik hujan, semangat para penonton tidak terpatahkan. Antusias masyarakat begitu besar dengan adanya 350 orang yang memadati Lapangan Voli Dataran 3, Sendangarum.

“Harapannya, apa yg dilakukan adik-adik (panitia JAFF 14 ‘Revival’) dapat memberikan motivasi dan pendidikan film kepada masyarakat untuk memajukan perfilman di Indonesia,” tutur Bapak M. Suparno selaku Ketua RW 07 Sendangarum.

Untuk momen berikutnya, Open Air Cinema JAFF 14 dalam rangka pra-event masih akan dilaksanakan pada tanggal 9 November 2019 dengan tempat di Joglo Bebana, Gang Pangkur, Jogonalan Lor RT 4, Tirtonirmolo, Bantul. Untuk Open Air Cinema seri kedua akan menayangkan film Ranam – Looking For Land (2019) karya David Richard dan Doremi & You (2019) karya BW Purbanegara. [rpw]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Rika Purwaka


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *