Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Katharine McPhee and Pia Toscano on Batik Music Festival 2019 01

Di Luar Dugaan Jumlah Penonton Berbatik di Gelaran Batik Music Festival 2019 Capai 9100 Pengunjung


Diunggah oleh Jaring Acara pada tanggal 6 Oktober 2019   43

Batik Musik Festival atau disingkat BMF merupakan gelaran musik bertaraf internasional yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019, yaitu berlokasi di area Candi Prambanan. Dipromotori Rajawali Indonesia Communication dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, festival guna merayakan Hari Batik Nasional ini berhasil dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 Oktober 2019.

Gelaran Batik Music Festival 2019 yang dimulai sekira pukul 19:30 WIB ini menampilkan dua maestro musik ternama, yaitu David Foster dan Yovie Widianto, di mana masing-masing dari mereka mempersembahkan kepiawaiannya dengan format yang hampir serupa. Ketika David Foster tampil dengan format David Foster & Friends, maka Yovie Widianto pun menyajikan musik-musiknya dengan fromat Yovie & His Friend juga.

Persembahan musik dari David Foster & Friends ini selain menampilkan composer asal Canada ini, dihadirkan pula Kenny “Babyface” Edmonds, Katharine McPhee, Pia Toscano, dan Nick Zavior. Tak ketinggalan satu lagi penyanyi asal negeri Jiran -Malaysia yang kini telah berkarier Amerika, ialah Yuna.

Yuna on Batik Music Festival 2019

Sedangkan Yovie Widianto dangan format Yovie and His Friends berkolaborasi bersama Kahitna, Bunga Citra Lestari, Raisa, Rio Febrian, Marcell, 5 Romeo, dan tak ketinggalan adalah Arsy Widianto.

Jumlah Penonton Batik Music Festival 2019 Capai 9100 Orang

Seiring dengan gelaran Batik Music Festival 2019 itu, Anas Syahrul Alimi sebagai Founder Batik Music Festival ini menjelaskan bahwa festival yang baru pertama kali diselenggarakan ini berlangsung dengan sangat meriah dan menyenangkan. Pria yang juga yang merupakan CEO Rajawali Indonesia ini dapat menyaksikan secara langsung membludaknya masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai generasi sangat bangga dalam mengenakan pakaian batik sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang masyarakat Nusantara.

Melihat kenyataan tersebut, Anas sangat antusias dalam melanjutkan sekaligus menjadikan festival ini sebagai konser musik bertaraf internasional tahunan dengan membawa tiga mahakarya yang tiada duanya.

“Alhamdulillah ini adalah kali pertama untuk Batik Music Festival diselenggarakan. Target kita kemarin sekitar 6.000-an penonton yang akan hadir di sini, tapi ternyata lebih. Dari penonton yang menyaksikan pertunjukan di panggung Festival Show dan Spesial Show, kami total seluruhnya berjumlah 9.100 orang. Ini di luar dugaan dan sangat mengejutkan. Saya kira ketika kita menetapkan dresscode batik orang tidak akan peduli. Ternyata tadi kita lihat lebih dari 90% penonton yang hadir di sini menggunakan batik,” tutur Anas pada para awak media sesaat usai gelaran Batik Music Festival ini digelar.

Baca juga:  29 Kontingen Memeriahkan Pawai Pembukaan FKY-30 Mesemeleh

Katharine McPhee on Batik Music Festival 2019Rasa bahagia juga disampaikan oleh David Foster sebagai penampil. Ia mengemukakan bahwa konsep penggabungan tiga mahakarya yang dimiliki Batik Music Festival, yaitu karya Batik, karya Musik, dan karya Candi Prambanan ini merupakan satu peristiwa yang sungguh sangat luar biasa. Kecuali karena masyarakat Indonesia mempunyai kecintaan terhadap musik, konsep utama yang dimiliki festival ini adalah alasan terbesar baginya untuk dapat kembali menggelar konsernya di hadapan publik Negeri Burung Garuda ini.

Perihal sajian dari karya-karya yang diciptakan oleh David Foster ini, setidaknya ada sejumlah 18 judul lagu yang dipersembahkan di atas panggung area Candi Prambanan tersebut. Di antaranya adalah “I Swear”, “All By My Self”, “To Love You More”, “When Can I See You”, “Change The World”, “That’s Life”, “Power of Love” dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semua lagu tersebut masing-masing secara bergantian dibawakan bersama Kenny “Babyface” Edmonds, Katharine McPhee, Pia Toscano, Yuna,  dan Nick Zavior.

Sejak kehadirannya di Indonesia dalam helatan Batik Music Festival 2019 ini, David Foster serasa enjoy dalam menghadapi publik. Bahkan sehari jelang pentas, yaitu ketika masih dalam acara jumpa pers sekaligus private-concert dalam rangka hari jadinya Rajawali Indonesia yang ke-11, David Foster telah membuat gembira banyak khalayak. Ia rela turun panggung untuk kemudian spontan menggantikan MC dan bertanya kepada Anas sebagai promotor ikhwal alasannya mendatangkan David Foster kembali di Indonesia.

Rasa enjoy David Foster kembali dihadirkan di depan khalayak penonton, bukan saja perihal lantunan tembangnya. Namun dalam performanya ia juga rela turun panggung, kemudian berbaur dengan penonton untuk diajak menyanyi bersama. Termasuk interaksinya bersama para penonton, yang salah satunya adalam mempersembahkan duet bersama Pia Toscano dan Shadira Firdausi dalam satu lagu berjudul “All By My Self”.

Baca juga:  Pembukaan Biennale Jogja XV Equator #5 Tahun 2019 Dimeriahkan Penampilan Musisi dan Seniman

Penampilan Yovie and His Friends Disaksikan Ribuan Penonton Berbatik

Marcel di Batik Music Festival 2019Usai melangsungkan pertunjukannya selama 1 jam 30 menit di atas panggung Festival Show, Yovie menuturkan bahwa dirinya sangat bahagia didaulat menjadi salah satu bagian dalam Batik Music Festival 2019 sebagai festival musik dan batik yang pertama. Ia bisa menyaksikan secara langsung bahwa penonton yang hadir dalam festival ini tidak hanya mereka yang menggemari musik, namun juga memiliki ketertarikan lebih pada peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, yaitu berujud batik dan Candi Prambanan.

Kecuali hal di atas, Yovie juga menuturkan bahwa Batik Music Festival 2019 ini mernjadi momen perdana baginya dalam menyaksikan ribuan orang dari berbagai latar belakang, yang kesemuanya itu bisa menikmati konser musik bertaraf internasional dengan mengenakan pakaian batik. Hal ini sangat patut mendapatkan apresiasi dan juga mesti menjadi catatan sejarah; bahwa batik bisa dirayakan bersama-sama dalam sebuah momen yang sangat menyenangkan.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah perjalanan bermain musik saya yang sudah lebih dari 30 tahun, saya bisa melihat banyak sekali penonton menggunakan batik. Ada kebanggaan dan keterharuan untuk diri saya pribadi bisa menyaksikan momen ini. Dan tadi saya sampai sempat salah menyebut Prambanan jadi Borobudur, itu karena saya gugup. Ini luar biasa sekali. Kita harus melakukan hal seperti ini terus untuk membuktikan bahwa kita sangat mencintai Indonesia,” tutur musisi kelahiran Bandung, 21 Januari 1968 silam ini.

Hal senada juga diutarakan oleh Raisa, di mana ia sebagai seorang warga negara Indonesia dan penyanyi merasa sangat bangga ketika bisa ikut merayakan momen yang jarang terjadi ini. Ia mengungkapkan jika biasanya batik identik dengan pakaian yang selalu dikenakan dalam pesta perayaan pernikahan. Namun berbeda sekali dengan yang ia saksikan pada malam hari ini. Tentu ini menjadi bukti bahwa batik adalah pakaian yang bisa digunakan dalam kesempatan apapun. Salah satunya adalah konser musik.

“Aku seneng banget begitu tahu Batik Music Festival. Terus aku bilang sama diriku sendiri, wah ini berarti dresscodenya batik nih. Aku seneng banget pake batik. Biasanya batik kan dipakai buat kondangan doang dan acara-acara resmi. Ini momen yang sangat menyenangkan buatku,” ungkap istri dari Hamish Daud tersebut.

Baca juga:  KUSTOMFEST 2019 Bertema 'Back To The Roots' Merilis Official Soundtrack GAS GAS GAS Karya Kill The DJ

Dalam Batik Music Festival 2019, terdapat 16 judul lagi buah karya Yovie Widianto yang dibawakan dengan penuh kemeriahan. Beberapa di antaranya adalah “Ada Cinta”, “Peri Cintaku”, “Katakan Saja”, “Suratku”, “Cerita Cinta”, “Soulmate”, “Kasih Putih”, “Takkan Terganti”, “Adu Rayu” dan lain-lainnya.

Semua lagu yang dilantunkan membuat suasana di Candi Prambanan pada Sabtu malam itu terasa sangat hangat. Bahkan konsep penggabungan tiga mahakarya dalam satu waktu yang dimiliki festival ini seakan benar-benar terwujud, di mana karya berujud batik, karya berupa musik, dan karya hebat berujud Candi Prambanan, seolah seperti menjadi satu kesatuan yang utuh dan menciptakan sebuah memori sulit untuk dilupakan.

Raisa n BCL di Batik Music Festival 2019

 

Anak Muda bangga Mengenakan Batik

Sorak sorai nyanyian indah terdengar dan berpadu bersama karya-karya terbaik yang pernah diciptakan Yovie Widianto. Ribuan penonton yang hadir dalam Batik Music Festival 2019 di akhir pekan itu seolah diberikan ruang pun kesempatan guna berkaroke bersama dalam menyenandungkan apa yang mereka dengar di sana.

 

Dan dari banyaknya penonton yang hadir dalam gelaran ini, ada Indah Nur Atika Sari yang menjadi salah satu bagian di dalamnya. Menonton konser dengan menggunakan batik baginya adalah suatu hal yang wajib mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi dari anak muda Indonesia. Apalagi, apa yang terjadi dalam Batik Music Festival berdekatan dengan perayaan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2019 kemarin.

“Jarang banget ada konser musik seperti ini. Harapannya untuk Batik Music Festival ke depannya bisa membawa anak muda untuk bisa lebih bangga memakai batik,” tutupnya.

Selain menjadi perayaan Hari Batik Nasional, Batik Music Festival adalah bentuk nyata dari Sinergi BUMN untuk mendukung segala hal positif yang dilakukan oleh masyarakat. Dalam hal ini Jasa Raharja Putera, Bank BRI, Bank BTN, Garuda Indonesia, Semen Indonesia, Jasa Marga, Pupuk Indonesia, Pelindo III dan Angkasa Pura 1 menjadi bagian yang mendukung penuh untuk penyelenggaraan festival musik ini. []

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Jaring Acara


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *