Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pemenang Lomba Penulisan Naskah Drama

Sepuluh Karya Terbaik Pemenang Lomba Penulisan Naskah Drama Radio Bahasa Jawa DIY 2019

Diunggah oleh Haiki Murakabi, pada tanggal 9 September 2019

Tangal 7 September 2019 telah diumumkan Sepuluh Karya Terbaik Pemenang Lomba Penulisan Naskah Drama Radio Bahasa Jawa melalui akun Facebook psnb.yogyakarta sebagai akun yang juga secara resmi telah mengumumkan awal lomba ini, tepatnya 11 Agustus 2019 silam.

Terkait dengan diumumkannya sepuluh karya terbaik pemenang lomba penulisan naskah drama radio berbahasa jawa tahun 2019 ini, maka sebagaimana yang telah tertulis di laman jaringacara ini pula, ia diselenggarakan oleh Tim Pengembangan Drama Radio Bahasa Jawa Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan salah satu tujuannya adalah guna memperkaya khasanah naskah drama radio bahasa Jawa dan sekaligus sebagai langkah REGENERASI pegiat drama radio bahasa Jawa di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai langkah regenerasi yang menjadi salah satu tujuannnya, tentu diharapkan muncul nama-nama baru yang memang berkompeten atau minimal memiliki minat serius dalam pengembangan drama radio berbahasa jawa -sebagaimana nama tim penyelenggaranya.

Ya, 10 karya terbaik pemenang lomba penulisan naskah drama radio bahasa jawa di DIY telah diumumkan oleh Dewan Juri yang tak bisa diganggu gugat keputusannya. Selengkapnya, salin-tempel (kopas) pengumuman dari laman facebook tersebut adalah sebagaimana terpapar di bawah ini.

Baca juga:  Sayembara Kritik Sastra DKJ Tahun 2019

***

Pengumuman Lomba Menulis Naskah Sandiwara Radio Bahasa Jawa Daerah Istimewa Yogyakarta – 2019

Tim Pengembangan Sandiwara Radio Bahasa Jawa Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setelah membaca, mencermati, dan menganalisa naskah-naskah peserta Lomba Penulisan Naskah Sandiwara Radio Bahasa Jawa, melalui sidang Tim Juri, menimbang bahwa penilaian naskah-naskah peserta berdasarkan pada kebutuhan Dinas Kebudayaan DIY guna mendapatkan naskah sandiwara radio berbahasa jawa yang optimal untuk keperluan produksi rekaman sandiwara radio dan diterbitkan, Tim Juri menentukan 10 (Sepuluh) naskah terbaik:

  • “Kutut”, karya Sukrisna
  • “Pramudani”, karya Margareth Widhy Pratiwi
  • “Uwal”, karya Siti Aminah
  • “Dhangdut Nganyut-anyut”, karya Elyandra Widharta
  • “Onthel Glembuk”, karya Albertus Sartono
  • “Anjani”, karya Agus Suprihono
  • “Lemah Warisan”, karya Syamsu Setiaji
  • “Kaligedhe 10 Windhu Kepungkur”, karya Fortunata Kaswani Rahayu
  • “Lemah Cengkar”, karya Fred Wibowo
  • “Kembang Alang-alang Watu Gilang”, karya Indra Tranggono
Baca juga:  Pembukaan Pekan Seni Grafis Yogyakarta 2019 Ditandai dengan Mencetak Logo Pameran

Keputusan Tim Juri berlaku sejak tanggal ditetapkan dan tidak dapat diganggu gugat serta dipertanggungjawabkan secara profesional.

***

Pemenang Lomba Penulisan Naskah DramaDemikian adalah pengumuman 10 karya terbaik pemenang lomba penulisan naskah drama radio bahasa jawa di DIY seperti yang terpapar pada laman Facebook Psnb Yogyakarta yang dalam keterangan “tentang” alias “about” bio-nya menuliskan sebagai Pelaksana Program at Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.

Sepuluh karya yang telah sah dipilih Dewan Juri guna memperkaya khasanah naskah drama radio berbahasa jawa sebagaimana awal tujuan dari perlombaan ini diselenggarakan. Dan seperti itulah wujud definisi REGENERASI sesuai pertimbangan Dewan Juri, yaitu dengan dihadirkannya nama-nama pemenang yang notabene sebagian besar dari mereka justru merupakan para senior, sehingga sudah tak asing lagi di telinga pun mata, terutama bagi kita yang aktif dalam literasi Jawa. Bahkan, bermodal mesin pencari di dunia maya, anak-anak milenial sekarang inipun tak akan menemui kesusahan guna menemukan profil dari sebagian besar nama para pemenang Lomba Penulisan Naskah Sandiwara Radio Bahasa Jawa tersebut.

Baca juga:  Film Humba Dreams dan Karya Instalasi Humba Dreams (un)Exposed

Karenanya, bisa jadi kurang lengkap definisi regenerasi -yang justru telah disejajarkan dengan makna NOSTALGIA tersebut, ketika kita malah tidak menjumpai nama-nama seperti Maria Kadarsih, Margono, Budi Sardjono, ataupun Iman Budhi Santosa, pun orang-orang seangkatan mereka di Jogjakarta.

Atau nama para senior yang belum kelihatan itu memang sudah di-plot sebagai regenerasi di wilayah perlombaan berbeda, baik perlombaan oleh Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan) DIY, pun dinas-dinas lain? Perlombaan penulisan naskah kethoprak, atau penulisan naskah novel, misalnya? Entah. [hmk]

Simak pawarta lain terkait , atau adicara menarik lain yang diunggah oleh Haiki Murakabi


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *