Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pembukaan ARTJOG MMXIX 2019

Pembukaan ARTJOG MMXIX 2019 oleh Sri Mulyani Indrawati

Diunggah oleh Rika Purwaka, pada tanggal 28 Juli 2019

Pembukaan ARTJOG MMXIX tahun 2019 secara resmi telah dilakukan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yaitu dengan seremonial pemukulan piranti gamelan berujud bonang. Pembukaan pameran seni rupa yang awalnya berkonsep “fair” dan kemudian berganti menjadi “festival” tersebut dilakukan pada Kamis malam, 25 Juli 2019.

Sebelum secara resmi dibuka, pada siang-sore harinya, ratusan tamu undangan, teman-teman media, dan warga-masyarakat dari berbagai latar belakang diberikan kesempatan untuk melakukan “preview” terhadap karya-karya yang disajikan dari lantai satu hingga lantai tiga gedung Jogja Nasional Museum, yang beralamat di Jalan Ki Amri Yahya No. 1, Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta.

Di dalam venue pada preview pameran tersebut, selain disajikan berbagai karya seni rupa nan apik dan menarik, dihadirkan pula beberapa performance, salah satunya adalah adanya penampilan dari Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina, yang mempersembahkan tarian kontemporer bersama Nimas Puspaningrat dan Muslimin.

Pembukaan ARTJOG MMXIX 2019Gelaran ARTJOG kali ke-12 agendanya akan dilaksanakan selama satu bulan penuh, yaitu mulai tanggal 25 Juli dan akan ditutup pada tanggal 25 Agustus 2019. Sedangkan acara pembukaan pameran seni rupa tersebut sejatinya diagendakan pada 25 Agustus juga, yaitu pukul 19:30 WIB. Namun pada kenyataannya acara molor kurang-lebih satu jam, dan baru dimulai sekira pukul 20:40, yaitu sesaat setelah Sri Mulyani tiba di venue acara.

Setelah Santi Zaidan dan Tio Andito sebagai pembawa acara naik ke atas panggung, acara pembukaan segera dimulai dengan sambutan langsung dari Heri Pemad selaku Direkur ARTJOG MMXIX Tahun 2019, disambung juga dengan speech oleh Agung Hujatnika sebagai wakil dari tim kurator yang terdiri dari tiga orang.

Dalam sambutannya, Heri Pemad menyampaikan perihal ARTJOG yang mulai tahun 2019 ini tak mau lagi sebatas berbicara perihal pasar maupun target nilai penjualan karya, lebih dari itu, helatan yang awalnya merupakan anak kandung FKY (Festival Kesenian Yogyakarta) dan selama 11 tahun memposisikan diri sebagai sebuah “fair” ini pada tahun 2019 juga akan mengukuhkan dirinya menjadi satu “Festival”. Festival yang di maksud adalah festival seni kontemporer di Indonesia yang di dalamnya diisi dengan kolaborasi seni dari berbagai disiplin ilmu, dan kemudian dikemas serta disajikan secara menarik pada helatan ARTJOG 2019.

“ARTJOG tahun 2019 ini tidak lagi berbicara mengenai pasar maupun target nilai penjualan karya. Namun, kami ingin lebih mengutamakan ARTJOG sebagai suatu festival yang bisa dinikmati dan diikuti semua kalangan,” ungkap Heri Pemad.

Pembukaan ARTJOG MMXIX 2019Sebelum acara pembukaan ARTJOG MMXIX tahun 2019 dilakukan, ada tiga seniman muda (usia di bawah 35 tahun) yang dihadirkan di atas panggung guna menerima penghargaan dari pihak ARTJOG, yaitu berujud “Young Artist Award”. Selain disambut oleh Heri Pemad, wujud apresiasi secara simbolis diberikan pula oleh Ibu Erlina Hidayati Sumardi selaku perwakilan dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Yogyakarta.

Baca juga:  Video Mapping Sumonar Menggerakkan dan Menyentuh Banyak Orang

Sekira pukul 21:20 WIB, giliran Menteri Keuangan –Ibu Sri Mulyani Indrawati naik ke atas panggung, untuk kemudian memberikan sambutan dalam pembukaan ARTJOG MMXIX tahun 2019. Dalam sambutannya, Sri Mulyani memberikan apresiasi pada pemilihan tema common space di ARTJOG kali ini. Menurutnya, tema ARTJOG MMXIX memberikan gambarkan kontribusi para seniman guna meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kondisi alam.

Ibu Erlina H Sumardi pada Pembukaan ARTJOG MMXIX 2019

“Kita bisa menjaga bumi ini secara baik dan berkelanjutan. Kita bisa menunjukkan berbagai ekspresi, kepedulian, rasa sayang kita terhadap alam, bisa diwujudkan dalam bentuk karya-karya seni yang semakin menginspirasi kita semua, mendidik kita untuk semakin menghargai,” sambut Sri Mulyani.

Sri Mulyani melanjutkan pemaparannya, bahwa sekarang ini bumi diisi oleh 7 miliar orang. Artinya, 15 tahun lagi, ada penambahan jumlah manusia di bumi yaitu menjadi sebanyak 9 miliar orang. Tak pelak, kondisi ini menjadikan bumi yang kita tinggali semakin sesak, sebab ukuran bumi yang tidak bertambah ini justru isinya semakin banyak. Oleh karenanya, Menteri Keuangan malam itu juga mengungkapkan bahwa dalam kondisi jumlah penduduk dunia yang semakin besar seharusnya bisa membuat kita semakin sadar perihal “common space” sekaligus memahami bahwa “this little earth“. Itu berarti, pada bumi kecil yang merupakan ‘common space’ dan sekaligus sebagai aset kita bersama itu, kepedulian guna menjaga menjadi hal yang sangat penting, dan tak bisa diabaikan lagi.

“Sebagai pengagum dan penonton, saya selalu mengagumi berbagai karya dari dalam dengan berbagai bentuk. Dan ARTJOG menggunakan tema Common Space menggambarkan pegiat seni bisa meningkatkan kesadaran kita dalam menjaga bumi yang kecil ini, untuk umat manusia yang jumlahnya telah mencapai sembilan miliar,” Sri Mulyani menambahkan sambutannya.

Pembukaan ARTJOG MMXIX 2019 oleh Sri Mulyani Indrawati

Masih dari pidato sambutannya, Sri Mulyani menaruh harapan akan adanya gerakan seirama dan kerja sama antara pelaku seni dengan pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Kerjasama di sini bukan saja dalam langkah menjaga alam sebatas Indonesia, lebih dari itu adalah adanya kontribusi untuk dunia juga. Dalam sambutan pidatonya, Sri Mulyani juga menyatakan bahwa gerakan bersama antara pegiat seni dengan pemerintah ini menjadi langkah konsisten bagi dunia seni dalam membangun seni menjadi lebih kuat. Kecuali sambutan yang terkait dengan helatan ARTJOG MMXIX bertema Common Space, beliau juga menyampaikan rencana Presiden Jokowi untuk mengalokasikan dana abadi pada sektor seni dan kebudayaan di Indonesia. Dan karenanya, sebagai Menteri Keuangan, dalam pidato pembukaan ARTJOG MMXIX tersebut Sri Mulyani Indrawati berjanji akan mewujudkannya.

“Kita berharap, dengan gerakan sama antara pemerintah dan artis, akan dapat memperkuat tak hanya kepedulian, tapi juga posisi Indonesia di peta dunia dalam meningkatkan martabat bangsa, tutur Sri Mulyani. ”Seni itu tidak ada yang baik atau yang buruk, ini jadi hiburan untuk saya jadi tidak hanya melihat angka maupun APBN. Kita juga bisa tunjukkan rasa sayang dan kepedulian kepada alam melewati seni” imbuhnya.

Pembukaan ARTJOG MMXIX 2019Setelah pidato, selanjutnya pada pukul 21:26 WIB malam itu, Sri Mulyani resmi membuka helatan ARTJOG MMXIX yang bertema Common Space, yaitu secara simbolik ditandai dengan pemukulan perangkat musik gamelan berujud bonang.

Baca juga:  Pameran Duet Artmosphere Bapak Beranak

Selepas dibuka Sri Mulyani, selanjutnya ada berbagai penampilan kolaboratif dari para seniman lintas disiplin yang menyajikan karyanya di atas panggung. Diiringi musik garapan Ari Wulu, para model perempuan memperagakan beberapa busana rancangan desainer ternama dari Jogja; Lulu Lutfi Labibi. Dari beberapa model perempuan tersebut, dua di antaranya adalah Asmara Abigaill dan Sekar Sari.

Perlu diketahui, dalam pameran ARTJOG tahun 2019, Lulu Lutfi Labibi juga mempersembahkan karyanya yang berkolaborasi dengan beberapa seniman lain, sekaligus memperjual-belikan karyanya dalam venue dengan tempat bernama Warung Murakabi.

Baca juga:  Open Call Seniman Disabilitas untuk Festival Bebas Batas Tahun 2019

Dewa Budjana di Pembukaan ARTJOG MMXIX 2019Usai peragaan busana karya Lulu Lutfi Labibi, acara langsung disambung dengan persembahan kolaborasi musik yang ditampilkan oleh ‘Dewa Budjana and friend’. Persembahan ini membuat area pembukaan penuh, bahkan di depan panggung penonton mbludak sehingga pada posisi depan penonton diminta untuk duduk-lesehan. Pemandangan ini tentu membuat pandangan banyak orang menjadi terasa adem, dalam keramaian dan kebahagiaan apapun, unggah-ungguh dan tata-krama ala Jogjakarta tetap dipraktekkan.

Beberapa lagu yang disajikan dari Dewa Budjana dengan nuansa jazz lumayan memukau dan mampu menghipnotis penonton saat opening ceremony ARTJOG MMXIX tahun 2019 ini berlangsung di Jogja National Museum. Pun yang terjadi ketika seorang penyanyi bernama Aste Riska –yang juga vokalis grup BARASUARA dihadirkan. Bersama penyanyi tersebut, salah satunya membawakan lagu berjudul “Karma” yang diciptakan Dewa Budjana tahun 2006, sementara liriknya ditulis langsung oleh Putu Wijaya. [uth]

**Simak juga rangkuman cuitan dari pembukaan ARTJOG MMXIX tahun 2019 ini melalui laman chirpstory.com (sila klik)

Artikel pun Pawarta di atas diunggah dan dipublikasikan oleh 'Rika Purwaka'. Isi ada di luar tanggung jawab redaksi, karenanya untuk informasi, sanggahan, saran, dan lain-lain, mohon kontak langsung pengunggah (Rika Purwaka).

Ingin mengunggah serta mewartakan kegiatan dan acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA juga?
Sila Klik Registrasi dan atau Login. Simak juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *