Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pameran Tunggal Alfredo Esquillo Jr. Bertajuk 'PHASEOUT'

Pameran Tunggal Alfredo Esquillo Jr Bertajuk ‘PHASE/OUT’ Digelar Oleh Srisasanti Syndicate di Galeri I Tirtodipuran Link Yogyakarta


Diunggah oleh Rika Purwaka pada tanggal 29 November 2019   (426 Readers)

Disadari taua tidak, foto-foto lama yang diolah ulang lalu kemudian diintegrasikan ke dalam konteks zaman modern tentunya akan memiliki hubungan silang, yang berasal dari dua fase serta identitas yang berbeda.

Pun yang terjadi pada pameran tunggal Alfredo Esquillo Jr.  yang mengusung titel Phase/Out. Ia menyadur alur cerita yang berasal dari lukisan berjudul “MaMcKinley”, sebuah karya lukisan dari Esquillo yang sudah berusia satu dekade lebih. Narasi tumpang tindih dari “MaMcKinley” menyoroti sebuah peristiwa sejarah yang disatukan dari potongan-potongan elemen yang berbeda; apakah itu elemen waktu, karakter , ataupun simbolisme – yang bertujuan untuk mengacaukan plot dari sebuah cerita lawas.

MaMcKinley 2001 -oil on canvas -119.38 x 87.63 cm“MaMcKinley” menggambarkan Presiden McKinley sebagai sosok ibu, yang mengasuh anak berkewarganegaraan Filipina. Fitur mengerikan dari tangan McKinley digambarkan menyerupai cakar elang, simbol identitas Amerika, dengan segala motif ganasnya yang ditutupi oleh kepentingan yang seakan-akan nampak baik.

Lebih lanjut lagi dan masih terkait dengan narasi tumpang tindih seperti terpaparkan di atas, sebuah karya Esquillo dari tahun 2008 dengan judul “Siyam Siyam” memanifestasikan sebuah foto tua dengan karakter kembar siam berwajahkan dua figur yang saling bertentangan dalam sejarah revolusi Filipina – Bonifacio dan Aguinaldo. Bonifacio adalah representasi dari radikalisme kelas bawah dan Aguinaldo mewakile reformisme elit, yang menyebabkan konflik internal dalam kegiatan revolusi- sebuah faksionalisme yang masih tercemin di Filipina bahkan hingga saat ini. Seakan diisyaratkan oleh tiga kaki milik salah satu karakter dalam “Siyam Siyam”, maka yang satu mungkin telah menyebabkan kematian yang lain.

Baca juga:  A Series of Mini Exhibition at Helutrans Artspace Yogyakarta

Teknik ‘menyuntikkan’ foto arsip dengan narasi yang didasarkan pada sejarah kolonial Filipina ini merupakan tindak pengungkapan lebih jauh terkait kebenaran yang abu-abu dari peristiwa-peristiwa sejarah semacam itu. Relevan dengan arahan politik dan ingatan akan tindak opresi dalam sejarah negara- Filipina, Phase/Out merujuk kepada penyingkapan dari bagian-bagian tulisan serta interpretasi sejarah filipina yang bergema dengan banyak keriangan maupun kontroversi.

PHASE OUT 4 2019 -oil on sawdust canvas 213.36 x 231.36 cm

Pemikiran-pemikiran yang mendasari tema Phase/Out ini kemudian dibagi ke dalam 11 buah karya seni yang dipamerkan secara bersamaan dalam putaran pertama Pameran Tunggal Alfredo Esquillo Jr di Indonesia ini. Phase/Out 1 sampai dengan Phase/Out 5 merupakan titel dari 5 buah karya lukisan di atas kanvas Esquillo, sementara akan ada pula 6 buah karya dengan medium aluminium (merupakan hasil kolaborasi antara Esquillo dengan seniman Filipina bernama Anthony Victoria) berjudul Phase/Out 6 sampai dengan Phase/Out 11.

Pameran tunggal Alfredo Esquillo Jr. bertajuk ‘PHASE/OUT’ dan diselenggarakan oleh SRISASANTI SYNDICATE ini agendanya dihelat mulai tanggal 30 November dan akan berakhir pada 12 Januari 2020, dengan tempat berada di Tirtodipuran Link (Galeri I), dengan alamat di Jl. Tirtodipuran No. 50, Yogyakarta

Berikut penjelasan singkat dari sebagian karya yang akan dipamerkan:

  • Karya lukisan di atas kanvas (5 buah karya, dengan judul Phase/Out 1 sampai dengan Phase/Out 5).
    Phase/Out 1 adalah komentar Esquillo mengenai pondasi sejarah Filipina – bagaimana orang-orang Filipina sangat dipengaruhi dan berada di antara pusat kekuatan hegemonik timur serta barat; dan tentunya janji kedua kubu tersebut akan kehidupan yang lebih makmur. Sementara dalam Phase/Out 2, Esquillo mengedepankan konsep “Pusong Pinoy” (the heart of the Filipino) yang dirusak serta telah diganti dengan yang sesuatu yang tampaknya palsu dan tidak tulus. Pada Phase / Out 4, Esquillo mengemukakan contoh lain dari bentuk perusakan. Gambar kembar di “Phase / Out 4” dipisahkan oleh pistol kaliber 45 yang mewakili diferensiasi senjata antara penduduk asli Filipina dan senjata api penjajah.
  • Karya etsa pada medium aluminium, hasil kolaborasi antara Alfredo Esquillo Jr. dengan Anthony Victoria (6 buah karya, dengan judul Phase/Out 6 sampai dengan Phase/Out 11)
Baca juga:  SD Tumbuh 2 Yogyakarta Persembahkan Drama Musikal 'Kargo' Sebagai Aksi Nyata Penyelamatan Hutan dan Habitat Hewan

Karya-karya aluminium Phase/Out ini menampakkan efek terbakar serta nostalgia yang sama, dengan menampilkan latar belakang perang dan konflik yang penuh gejolak. Bom serta senjata api menjadi objek sentral dalam karya-karya aluminium ini, sebagai cara Esquillo dalam menampilkan latar belakang (serta implikasi/akibat) dari perang dan konflik yang penuh gejolak.

PHASE OUT 2 2019 -oil on sawdust canvas 213.36 x 231.36 cm

Narasi tumpang tindih Phase/Out bertitik berat pada rekonstruksi peristiwa masa lalu. Rekonstruksi aspek sejarah yang sangat kaya serta inspirasi dari masing-masing karya dalam pameran ini menghadirkan keriuhan yang membingungkan dan juga kisah-kisah yang dipamerkan dengan sedemikian terampil oleh Esquillo sehingga terkesan sebegitu nyata.

Baca juga:  Tradisi Saparan Bekakak Ambarketawang Gamping Sleman Dilakukan Guna Mengenang dan Menghargai Abdi Dalem Wirasuta

Seperti yang diperlihatkan secara melimpah oleh Esquillo, identitas sebuah negara (serta warganya) dapat bermetamorfosis dan dinegosiasikan secara berkelanjutan melalui berbagai interaksi berulang dengan pihak eksternal lain. Sifat kolektif identitas seseorang ini secara konstan didefinisikan (dan terus didefinisikan ulang) melalui simbol-simbol umum yang ‘diutak-atik’ dalam setiap foto, wacana, dan praktik lama.

PHASE OUT 8 2019 -oil and etching on aluminium 76.2 x 101.6 cm

Sama adilnya dengan penduduk Filipina yang pada akhirnya dapat menerapkan budaya yang dipaksakan kepada mereka oleh pihak luar, maka menjadi pantas pula apabila mereka juga harus melepaskan/mengambil jarak dari penerapanpenerapan budaya luar tersebut. Pada akhirnya, Phase/Out merupakan usaha untuk menyalakan semangat untuk menyeimbangkan antara ambisi dengan harapan bagi seseorang. [rpw]

Pameran Tunggal Alfredo Esquillo Jr Oleh Srisasanti Syndicate
Waktu 30 November – 12 Januari 2020
Tempat Galeri I Tirtodipuran Link
Tirtodipuran St No.50, Mantrijeron
Yogyakarta
Contact Person +62 852 363 88889 (Afil)

 

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Rika Purwaka


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *