Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Kedau Kebun Forum -KKF

Pameran Seni Rupa Tato Tolak Bala: Perlindungan Ampuh Warga Setempat di KKF Yogyakarta


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 30 September 2019   (511 Readers)

Pameran seni rupa Tato Tolak Bala: Perlindungan Ampuh Warga Setempat menjadi salah satu helatan yang mengisi agenda pameran seni rupa di Yogyakarta, yaitu yang digelar di Galeri Kedai Kebun Forum dengan alamat Jalan Tirtodipuran No.3 Yogyakarta

Berlaku sebagai seniman pada Pameran Seni Rupa Tato Tolak Bala: Perlindungan Ampuh Warga ini adalah Edita Atmaja dengan kurator adalah Mira Asriningtyas dan Dito Yuwono dari LIR.

Mengenai pameran seni rupa Tato Tolak Bala: Perlindungan Ampuh Warga ini berlangsung dari hari Rabu tanggal 2 Oktober sampai dengan tanggal 21 Oktober 2019, sedangkan untuk acara pembukaannya diselenggarakan pada hari pertama helatan, yaitu sekira pukul 19.00 WIB.

Baca juga:  “Electropicalia” dalam Pameran Seni Instalasi Visual Sumonar

Pameran Seni Rupa Tato Tolak Bala: Perlindungan Ampuh Warga SetempatSebagai pengantar dari pameran seni rupa ini adalah, bahwa dalam pameran tunggalnya, Edita Atmaja membicarakan perihal bisnis ketakutan paska 1998 dengan membuka sebuah studio tato tolak bala. Pengunjung yang memerlukan perlindungan ekstra dapat memilih desain sesuai kebutuhan sebagai bentuk pengamanan paling personal.

Ketakutan yang dulunya menjadi alat mempertahankan kekuasaan kini menjadi lahan bisnis baru. Warga membangun pagar tinggi di sekitar rumah dan jalan masuk, para pengembang menciptakan ruang aman dengan satu pintu utama dengan pengawasan ketat, satpam memeriksa kartu identitas tamu, gerbang dikunci rapat saat gelap, kecurigaan terhadap orang-orang yang bukan warga setempat meningkat. Semakin tinggi harga yang siap dibayarkan, semakin tinggi keamanan bagi mereka dengan trauma komunitas yang diturunkan.

Baca juga:  Berkolaborasi dengan Seniman Mural, Kelompok Pendulum Hadirkan 'Rest in Fear 3' dalam 'Pamer Sambat Pekerja' di Biennale Jatim VIII

Dua puluh tahun kemudian, pagar-pagar ini tetap ada sebagai sebuah monumen ketakutan yang nyaris kehilangan akar ingatannya. Ruang memori yang lama-kelamaan membentuk bahasa visual sebuah tempat dan menjadikannya pemandangan sehari-hari. Bagaimanapun, memori adalah kontestasi. Memori kolektif akan terus berganti setiap kekuasaan berganti.

Perihal LIR Space

Sementara mengenai LIR Space Jogja selaku pihak yang merupakan kurator dari pameran tunggal LIR featuring Kedai Kebun Forum alias KKF Jogjakarta kali ini, yaitu dengan dua sosok kurator bernama Mira Asriningtyas dan Dito Yuwono sejatinya mengundang tiga seniman muda untuk menyajikan respon mereka atas teror dan trauma kolektif saat Orde Baru.

Baca juga:  Erasmus Huis Dance Event (EHDE) bersama Thomas Newson Digelar di Yogyakarta

Narasi seri yang digaungkan LIR tersebut berjalan mundur dan menyajikan ketakutan dalam tiga variasi pameran tunggal, yang masing-masingnya adalah:

  • Edita Atmaja yang membicarakan perihal bisnis ketakutan paska 1998
  • Arief Budiman yang membicarakan tentang adegan yang hilang dari tahun 1982 – 1985
  • Adi Sundoro tentang ketakutan makan ikan sekitar tahun 1965

Seiring dengan pameran tersebut, maka dipersilakan datang bagi Anda guna menikmati sajian karya yang ada, gratis tanpa ada tiket masuk. [uth]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *