Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Nandursrawung #7 Wiwitan Restart

Pameran Seni Rupa Nandur Srawung #7 Tahun 2020 Usung Tema Wiwitan: Restart!


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 1 September 2020   (526 Readers)

Nandursrawung merupakan helatan rutin seni rupa yang diselenggarakan setiap tahun, dan telah dimulai sejak tahun 2014 dengan tempat berada di Taman Budaya Yogyakarta. Helatan Nandursrawung itu sendiri wujudnya adalah pameran seni rupa yang mengetengahkan ragam bentuk seni rupa; dari lukisan, patung, grafis, disain, kriya, instalasi, fotografi, video, dan performen.

Selain pameran seni rupa Nandur Srawung, dalam perjalanannya pada tahun ke-5, yaitu 2018 silam, pameran rutin ini  juga mulai mengembangkan kegiatannya dalam bentuk residensi dan kolaborasi seni, di mana kegiatan residensi seni dilakukan dengan mengundang seniman yang berasal dari luar Jogjakarta untuk kemudian berkarya dan melakukan presentasi karya di studio seniman Yogyakarta, dan kolaborasi dilakukan dengan mengirimkan seniman Yogyakarta ke komunitas seni di sekitar
Yogyakarta untuk berkarya bersama dengan komunitas setempat.

Setahun kemudian, yaitu di tahun 2019, pameran Nandursrawung ini juga menambah kegiatannya dengan memberikan penghargaan kepada seniman muda yang terpilih untuk melakukan kunjungan ke komunitas seni di salah satu negara tetangga Asia Tenggara.

Baca juga:  Group Band Indie "The Adams" Bantu Pejuang Kanker dengan Berkolaborasi Bersama Yayasan Pita Kuning

Hadirkan Seniman Manca Negara

Pada penyelenggaraannya yang ke-7 di tahun 2020 kali ini, pameran seni rupa Nandur Srawung mengusung tema Wiwitan: Restart! Ia diarahkan guna memperluas cakupan pesertanya ke berbagai wilayah. Dan menyikapi keterbatasan yang ada akibat imbas dari merebaknya wabah virus corona, maka rancangan-rancangan yang ada dalam prosesnya dilakukan melalui bentuk-bentuk kerja seni yang memungkinkan dilakukan tanpa melanggar ketentuan pembatasan sosial dan penjarakan sosial.

Di samping mengundang para pelaku seni dari Yogyakarta dan sekitarnya, pihak panitia penyelenggara mengundang pula beberapa seniman dari luar Indonesia sebagai peserta pameran yang sejalan dengan temanya, yaitu Wiwitan: Restart!

Setidaknya kesamaan isu publik yang dirasakan adalah soal masyarakat agraris, ritus-ritus terkait bumi, dan kreativitas masyarakat dalam meretas isu sosial di masa pandemi.

Pameran Nandur Srawung #7 2020 Usung Tema Wiwitan: Restart!

Nandur Srawung Wiwitan: Restart!

Wiwitan: Restart! diusung sebagai tema pada pameran Nandursrawung tahun 2020 kali ini karena terinspirasi dari ritual masyarakat petani Jawa dalam melakukan prosesi panen padi pertama berujud upacara wiwitan. Ialah upacara yang dilakukan sebagai wujud terimakasih kepada bumi dan juga terhadap semesta yang telah memberikan hasil bumi kepada manusia, di mana dalam salah satu bagian upacara itu, Mbah Kaum ataupun tetua desa melakukan proses pemotongan padi pertama dengan menggunakan ani-ani (alat potong padi tradisional). Padi yang dipotong dalam jumlah tertentu itu lantas diberikan pada
pemimpin desa, dan sebagian dimasukkan ke dalam sentong (semacam guci) dari tanah liat. Padi yang sudah dipilih oleh Mbah Kaum itu disimpan dalam sentong dan dicampur dengan bibit padi untuk ditanam pada musim tanam berikutnya.

Prosesi menyimpan sebagian padi untuk dijadikan benih pada msuim tanam selanjutnya dalam upacara wiwitan itulah yang menjadi inspirasi pameran Nandur Srawung kali ini.

Dario prosesi itu, kita dapat memaknai pula bahwa Wiwitan merupakan langkah memulai masa panen, akan tetapi ia sekaligus menjadi permulaan dalam menyapkan masa tanam baru di kemudian hari.

Baca juga:  Festival Buku dan Musik Mocosik 2019 Mengusung Tema "Buku Musik dan Kamu"

Pandemi yang melanda manusia di seantero dunia kali ini memberikan peluang terjadinya kreativitas dalam memandang realitas,
seperti pandangan mengenai praktik konsumsi dalam masyarakat. Pandemi memperkuat isu ketahanan pangan dan penguatan jaringan-jaringan sosial baru dalam produksi dan konsumsi masyarakat. Pun dalam seni rupa, pandemi juga membuka peluang makin terbukanya kemungkinan menjelajahi media dan cara baru melihat seni. Peluang sangat mungkin terjadi dalam bentuk-bentuk kreativitas ekspresi dan penyajian terkait masa pandemi.

Baca juga:  Kelompok Kesenian Jathilan Kudho Asmoro Hadir di Pre-event FKY 2019

Waktu pameran seni rupa Nandur Srawung #7 | Wiwitan: Restart! ini sendiri agendanya dilaksanakan mulai tanggal 11 hingga 21 Oktober 2020. Berkaitan dengan helatan itu, maka dilakukan pula panggilan terbuka alias Open Call kepada khalayak pelaku seni untuk bisa menjadi peserta pameran, tentu dengan syarat dan ketentuan yang diberlakukan.

Sementara pihak-pihak yang berlaku sebagai tim kuratorial masing-masing adalah A. Sujud Dartanto, Arsita Pinandita, Bayu Widodo, Irene Agrivina, dan Rain Rosidi. [uth]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *