Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pameran MAIRI oleh Kelompok Seni Rupa Udeido

Pameran MAIRI oleh Kelompok Seni Rupa Udeido Menelisik Persoalan Papua


Diunggah oleh Haiki Murakabi pada tanggal 2 Oktober 2019   (120 Readers)

Pameran MAIRI yang dipersembahkan oleh Kelompok Seni Rupa Udeido menjadi agenda pameran seni yang ada di Jogjakarta medio bulan Oktober 2019.

Pameran MAIRI agendanya diselenggarakan di Sangkring Art Project No. 88 Sanggrahan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Pameran tersebut dilakukan selama  satu minggu, atau tujuh hari, yaitu mulai tanggal 3 Oktober, dan akan berakhir pada tanggal 10 Oktober 2019, dengan pembukaan pada hari pertama dilakukan sekira pukul 19.00 WIB.

Mairi dipantik sebagai judul dalam pameran seni rupa ini, latarbelakangnya karena ia merupakan sebuah nama tempat dalam kisah rakyat Bintuni yang diceritakan turun temurun dari generasi ke generasi. Dalam kisahnya, diceritakan bahwa Bintuni adalah satu negeri yang indah, sejahtera dan damai. Ia merupakan tempat yang tidak ada lagi air mata dan kedukaan.

Baca juga:  Ngayogjazz ke-13 Tahun 2019 Hadirkan Kolaborasi Musik dengan Festival Bambu Sleman, Komunitas Jendela Jogja, Erasmus Huis, IFI-LIP, dan Masih Banyak Lagi

Pameran MAIRI oleh Kelompok Seni Rupa Udeido

Guna menuju Mairi, siapapun harus melewati perjalanan di belantara raya, di mana apa saja bisa terjadi., tentu dengan segala tantangan dan rintangannya. Ada yang lalu terhilang, namun tak sedikit pula yang pada akhirnya tiba di sana.

Hal diatas ketika dikaitkan dengan Pameran MAIRI ini, serupa dengan penyelenggara dalam percobaannya melihat kondisi Papua saat ini, yaitu dengan jiwa kisah Mairi ini. Bahwa Papua juga sedang berada dalam perjalanan menuju ke Mairi-nya sendiri.

Baca juga:  Pameran Karya Cerita Bocah

Terdapat begitu banyak masalah dan rintangan yang menghadang di jalan ini. Banyak yang tergoda oleh kenikmatan duniawi, kenikmatan harta, enaknya jabatan, yang itu semua pada akhirnya membuat melupakan tujuan awal dari perjalanan yang harus dilakukan. Akan tetapi, sebagaimana dikisahkan dalam dongeng pun kisah tersebut, kelak kita akan tiba di sana dengan berbagai didikan dan pelajaran. Tanah Papua yang damai dan sejahtera akan terwujud.

Pameran MAIRI ini sendiri merupakan wujud dari pengharapan dan doa untuk Tanah Papua yang lebih baik.

Melalui karya-karya yang tersajikan, para pengunjung yang diyakini bakal memberikan apresiasi bakal diajak untuk merenungkan pada setiap babak dari perjalanan Papua menuju Mairi, yang bisa saja merefleksikan perjalanan tiap individu yaitu dengan mengkontemplasikan pada dirinya ke dalam setiap kisah ini.

Baca juga:  Open Call Seniman Disabilitas untuk Festival Bebas Batas Tahun 2019

Selain Agung ‘Leak’ Kurniawan sebagai salah satu yang menggawangi Gallery Kedai Kbeun Forum, rencananya yang bakal hadir dan mengisi sessi pembukaan di hari pertama pada Pameran MAIRI ini adalah Heri Dono sebgai seniman sekaligus pemilik dari Studio Kalahan -Gamping Sleman, dan Prof. M. Dwi Marianto, M.F.A., Ph.D. sebagai akademisi dari ISI Yogyakarta.

Turut memeriahkan di pembukaan Pameran MAIRI ini adalah IPMT Tambrauw Yogyakarta. [hmk]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Haiki Murakabi


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *