Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pameran Daulat dan Ikhtiar

Museum Benteng Vrederburg Yogyakarta Gelar Pameran Daulat dan Ikhtiar Sebagai Upaya Memaparkan Sejarah yang Dipresentasikan dalam Bentuk Artistik


Diunggah oleh Official Adm pada tanggal 1 Maret 2022   (678 Readers)

Seiring peringatan Serangan Oemoem 1 Maret tahun 2022 kali ini Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menggelar sebuah pameran seni yang diberi judul “Daulat & Ikhtiar: Memaknai Serangan Umum 1 Maret 1949 Melalui Seni”.

Pameran Daulat dan Ikhtiar ini merupakan pameran temporer, yaitu yang digelar selama satu bulan, mulai tanggal 1 hingga 30 Maret 2022, dengan tempat berada di area Museum Benteng Vrederburg Yogyakarta. Dalam kurun waktu tersebut, sebagai rangkaian agendanya, selain gelaran pameran, terdapat pula forum diskusi dan pertunjukan.

Berlaku sebagai kuratorial, dalam Pameran Daulat dan Ikhtiar kali ini juga dihadirkan dua sosok yang menjadi kurator, ialah Dr. Mikke Susanto, M.A. dan Duls Rumbawa.

Dalam gelarannya, pameran kali ini hadir dengan kesegaran dan juga menonjolkan sisi perbedaan apabila dibandingkan dengan helatan serupa pada waktu-waktu sebelumnya. Pasalnya, Museum Benteng Vredeburg kali ini juga menjalin kerjasama dengan instansi dan pegiat seni dari luar kalangan museum. Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Drs. Suharja selaku kepala Museum Benteng Vredeburg yang menjelaskan bahwa sebagai upaya inovatif dalam tata kelola pameran, maka pihaknya melakukan hubungan kerjasama dengan Prodi TKS (Tata Kelola Seni) ISI Jogjakarta.

“Tahun ini kita agak berbeda, karena bekerjasama dengan Fakultas Seni Rupa, Jurusan Tata Kelola Seni (TKS), dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta,” terang Drs. Suharja.

Selain itu, Drs. Suharja juga mengetengahkan pandangan para seniman dalam memaknai koleksi museum, khususnya yang terkait dengan Serangan Umum dari perspektif seniman itu sendiri.

Pameran-Daulat-dan-Ikhtiar-Kolektif-seni-Broken-Pitch

Perihal judul “Daulat dan Ikhtiar”

Tentang judul ‘Daulat dan Ikhtiar’ yang tersematkan dalam pameran tahun ini adalah guna menggambarkan perihal tema besar yang akan diusung. Bahwa Serangan Umum yang terjadi pada taanggal 1 Maret 1949 silam tentunya membawa kesan historis yang bisa jadi terasa melankolis, mengingat betapa besar ikhtiar yang dilakukan oleh masyarakat kala itu untuk mempertahankan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat.

Pun untuk mengingat peristiwa tersebut, dibuatlah sebuah monumen oleh Saptoto (1927-2001) yang terletak tepat di kilometer nol Yogyakarta, dengan elemen berupa 25 adegan relief, gunungan sebagai representasi alam semesta, dan lima patung figur manusia dengan aksesoris yang menggambarkan elemen masyarakat. Artinya, Monumen 1 Maret 1949 itu juga seolah menjadi bukti bahwa liatnya kesenian bersifat amat fleksibel–bahwa seni pun dapat berperan sebagai saksi sejarah.

Untuk merayakan keberhasilan Serangan Umum 1 Maret 1949, tiga individu dan dua kolektif seni yang kesemuanya berasal dari Yogyakarta dipilih untuk menjadi perupa dalam Daulat & Ikhtiar. Selain melakukan riset, karya para seniman juga melibatkan artefak mengenai Serangan Umum koleksi museum.

Lima seniman-perupa tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pematung Lutse Lambert Daniel Morin yang membawa karakter TNI
  2. Dedy Sufriadi dengan usungan karakter Tentara Pelajar (TP)
  3. Ryan Kresnandi yang menonjolkan karakter petani
  4. Kolektif TEMPA (Rara Kuastra dan Putud Utama) yang membawa semangat karakter kaum wanita
  5. Kolektif Broken Pitch yang mengambil karakter pemuda laskar rakyat

Lima kategori yang direspon oleh para seniman, merupakan citra elemen masyarakat yang diambil dari Monumen Serangan Umum. Kelima karakter yang ditonjolkan memiliki perannya masing-masing dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia, terlepas dari seimbangnya sejarah mencatat nama mereka atau tidak. Ide tentang eksisnya kelima karakter ini dimunculkan untuk menengarai keberhasilan mempertahankan kemerdekaan.

Keberhasilan Serangan Umum 1949 ditopang oleh gotong-royong dari berbagai elemen masyarakat, dan dengan model perjuangan yang berbeda pula. Karena itulah satu hal penting dalam pameran ini adalah pernyataan bahwa Serangan Umum sebagai upaya mempertahankan daulat kemerdekaan ternyata dilakukan dalam berbagai cara dan bentuk. Inilah ragam ikhtiar yang diwujudkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Perang, daulat, dan ikhtiar adalah satu kesatuan untuk menjaga harga diri atas kemanusiaan.

Pameran-Daulat-dan-Ikhtiar-Calon-karya-Dedy-Sufriadi

Mengenai informasi dan keterangan lebih lanjut berkaitan dengan pameran ini bisa disimak di akun Instagram: @museum.benteng.vredeburg dan/atau di situs www.vrederburg.id, serta bisa pula menghubungi Contact Person di nomor 081280576605 atas nama Rayi. []

4.8/5 - (5 votes)

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Official Adm


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.