Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Online Streaming Eksplorasi Rasa oleh Asita Kaladewa Melalui Pertunjukan Pantomim Nafas Nafsu di Jagongan Wagen Maret 2020

Online Streaming Eksplorasi Rasa oleh Asita Kaladewa Melalui Pertunjukan Pantomim Nafas Nafsu di Jagongan Wagen Maret 2020


Diunggah oleh Rika Purwaka pada tanggal 27 Maret 2020   (757 Readers)

Sebagai sosok seniman pantomim yang telah lama berkiprah di Yogyakarta, kali ini Asita Kaladewa bakal menampilkan karya terbaru sekaligus mengeksplorasi rasa dalam karya yang diberi judul “Nafas Nafsu”. Ia merupakan karya hasil kerja-sama atara Asita Kaladewa dengan Naoki Nagai, di mana kali ini Naoki Nagai yang juga merupakan pantomimer asal Jepang tersebut berlaku sebagai dramaturg sekaligus pengisi musiknya.

Dalam eksplorasi rasa oleh Asita Kaladewa yang bertajuk ‘Nafas Nafsu’ ini ia hendak menuturkan ikhwal kegelisahannya sebagai manusia ketika harus berkompromi antara keinginan untuk menjaga alam dan tuntutan kehidupan sehari–hari, yang itu semua tak pelak membuatnya semakin menjauh dengan alam atas nama efisiensi.

Eksplorasi rasa oleh Asita Kaladewa yang ditampilkan di helatan Jagongan Wagen edisi kedua di tahun 2020 ini menjadi edisi spesial, pasalnya ia ditampilkan dalam medium yang tidak seperti biasanya. Yaitu dengan meminimalisir, bahkan meniadakan penonton di depan presentator, dan mengalihkan penonton melalui dunia maya.

Hal ini dilakukan dengan latar-belakang bahwa PSBK memahami betul atas apa yang terjadi terkait persebaran Covid-19 secara global dan terkhusus di Indonesia saat ini. Sesuai dengan arahan dari pemerintah, dalam hal ini adalah Presiden Joko Widodo, yaitu untuk melakukan pembatasan jarak sosial, maka strategi khusus perlu dilakukan guna tetap menyelenggarakan event publik di PSBK, termasuk di dalamnya adalah gelaran Jagongan Wagen.

Penyelenggaraan Jagongan Wagen tetap dipertahankan karena PSBK merasa punya tanggung jawab untuk terus memberikan akses seni pada masyarakat dan menjaga komitmen kepada seniman dalam memberikan fasilitasi produksi karya tanpa mengurangi kewaspadaan. Hal itu sebagaimana yang dipaparkan oleh Direktur Eksekutif PSBK; Jeannie Park yang dikutip melalui surat edaran.

“Di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), kami berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat luas dengan mematuhi perilaku pembatasan jarak sosial (social distancing) dan akan menawarkan akses on-line alternatif bagi program acara seni untuk publik. Kami juga berkomitmen untuk tetap mendukung proses kreatif seniman yang membutuhkan akses fasilitas di PSBK dengan menerapkan prosedur kesehatan dan keselamatan, serta mengikuti perkembangan terkini yang disarankan oleh sumber informasi resmi,” tulis Jeannie Park.

Baca juga:  Memoar Egha De Latoya Akrabkan Penikmat Konser Musik dengan Buku dan Karya Lukisan

Dengan latar-belakang di atas, maka penyelenggaraan Jagongan Wagen yang biasanya diselenggarakan secara langsung di PSBK dengan mengundang serta menyertakan para penonton, maka di bulan Maret tahun 2020 ini agendanya dilakukan dengan cara sedikit berbeda, yaitu dengan memindahkan pertunjukan di PSBK tersebut ke medium online streaming video. Sehingga, meskipun presentasi-pertunjukannya tetap dipersembahkan dari area PSBK Kembaran Kasihan Bantul Yogyakarta, namun para penonton tak perlu hadir, melainkan cukup menikmatinya melalui media online streming di Kanal YouTube.

Eksplorasi Rasa oleh Asita Kaladewa

Kerjasama dengan Pantomimer asal Jepang; Naoki Nagai

Sebagai pelaku seni pantomim, Asita Kaladewa yang juga merupakan salah satu pendiri “Bengkel Mime Theatre” ini adalah pantomimer yang terlahir di Kudus. Pada Tahun 2007, ia lulus dari Institut Seni Indonesia yang belajar di jurusan Seni Pertunjukan dengan minat utama artistik. Selain menekuni dunia pantomim, Asita Kaladewa juga aktif berkarya dengan medium seni rupa yang ia pelajari secara otodidak.

Sementara itu Naoki Nagai yang berlaku sebagai dramaturgi sekaligus pengisi musik adalah seniman pantomim kelahiran Niigata, Jepang yang pernah belajar pantomim di Tokyo Mime Institut. Selain sebagai seniman pantomim, ia juga pernah menjadi dosen di Showa Music Academy, Kanagawa, Jepang. Naoki Nagai tinggal di Indonesia sejak tahun 2007 dan mulai aktif berkarya lagi sejak tahun 2012 dengan menggelar pertunjukan di Indonesia, Taiwan, dan Jepang.

Eksplorasi rasa oleh Asita Kaladewa yang bertajuk ‘Nafas Nafsu’ ini merupakan karya yang berangkat dari kegelisahan Asita Kaladewa tentang dilema terkait hubungan dirinya dengan lingkungan alam. Di satu sisi ia selalu membayangkan bahwa hidup ideal bakal tercapai ketika ia bisa memiliki kehidupan yang menyatu dengan lingkungan alam, akan tetapi di sisi lain ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa ia sering menjaga jarak, bahkan menjauh dari lingkungan alam karena harus bertahan dari tuntutan kehidupan sehari–hari yang semakin praktis.

Guna membicarakan persoalan alam dan eksplorasi rasa oleh Asita Kaladewa dalam ‘Nafas Nafsu’ tersebut, maka Asita kembali membuka memori empat karya pantomim yang pernah ia ciptakan dengan tema relasi manusia dengan lingkungan alam.

Empat karya pantomim yang dipilih dan dibuka kembali oleh Asita Kaladewa tersebut masing-masing berjudul “Sesak”, “Tanjung Harapan”, “Berburu Serangga” dan “Fish”.

Baca juga:  PAPERU FKY 30 di Planet Pyramid Bantul

Asita menggerakkan dan menafsir ulang karya–karya lamanya sebagai upaya refleksi sekaligus titik tolak pencarian jalan keluar dilemanya. Namun saat melakukannya, nafasnya tersengal-sengal tak terkendali; tubuh dan nafas tidak selaras. Ia menyadari ada yang sedang tidak selaras antara harapan dalam dirinya dengan kondisi fisik tubuhnya. Tabrakan unsur budaya dan unsur alam yang ada pada tubuh Asita, termanifestasi melalui gerak nafasnya. Selanjutnya persoalan nafas inilah yang justru digarisbawahi dan menjadi pintu masuk untuk membicarakan dilemanya, terutama mengenai pengendalian nafas: nafas dan nafsu saling berhimpitan dalam diri manusia.

Melalui karya ini, Asita hendak menawarkan laku kesadaran pengendalian nafas dan nafsu untuk mendamaikan dilema relasi manusia dan lingkungan alam dengan memperdalam aspek gerak nafas untuk meredakan dilema tersebut.

Eksplorasi Rasa dalam Karya

Dalam karya ini, Asita banyak bereksplorasi dengan rasa, yaitu rasa sebagai bahasa universal yang biasa dikonversikan dalam bahasa tubuh. Dalam menyampaikan kegelisahannya Asita bakal mengeksplorasi rasa yang ia tangkap, untuk kemudian ia ekspresikan melalui gerakan-gerakan tubuh dalam pantomim.

Terkait karyanya dengan perubahan bentuk medium dalam Jagongan Wagen kali ini, mau tak mau memperngaruhi proses kreatif Asita. Pasalnya, di awal Asita sempat mengalami sedikit keraguan perihal gagasannya menggunakan bahasa rasa ini.Timbul pertanyaan darinya; apakah ia dapat sampai ke penonton atau tidak?

Munculnya pertanyaan sangat bisa dipahami, pasalnya sejak awal ia sudah membayangkan bahwa pertunjukannya akan dilihat secara langsung, dan transfer rasa itu dapat dirasakan penonton dengan tepat karena jarak yang intim. Hal itu seperti yang diungkapkan Asita.

“Lalu kemudian dalam perjalanan tentu saja rasa ego seniman itu gede, makanya ketika saya membaca situasi bahwa pertunjukan kemungkinan akan diundur, saya harus mulai berkompromi seperti kalau balon itu gak langsung digetah namun ditusuk satu-satu jadi enak. Ok, mas sekarang tidak live, padahal keinginan saya itu live biar terasa akan apa yang saya rasakan dari biasan-biasan di sekitar. Itu tentu saja sakit, tapi saya kembali lagi bertanya bahwa dalam membangun karya ini saya mulai berlatih memanajemen rasa kenapa di kehidupan nyata saya tidak bisa, itu yang kemudian saya ambil. Ya sudah tidak apa-apa. Kreativitas masih bisa terus berjalan, dan itu bisa menjadi sesuatu yang saya tidak tahu dan itu bisa menjadi kejutan,” Asita menuuturkan.

Baca juga:  Public Health Expo 12 BEM IM FKM Universitas Indonesia Tahun 2019

Selanjutnya Asita Kaladewa meyakini bahwa melalui media apa pun gagasannya akan tetap sampai karena ia merasa bahwa karya ini dibangun atas dasar kesungguhan. Ia juga melihat bahwa tim produksi memberikan dukungan penuh dan mau bersama-sama mencari cara agar karya ini tetap akan dapat dinikmati sesuai harapan, walaupun mediumnya tidak seperti biasanya.

Bagi PSBK, Jagongan Wagen edisi Maret 2020 kali ini tentu menjadi helatan yang berbeda dan samak sekali tak sebagaimana waktu-waktu sebelumnya. Karenanya Jagongan Wagen kali ini patut untuk dinantikan, pasalnya ini merupakan cara baru bagi seniman, tim produksi, maupun penonton untuk tetap dapat membuat sebuah peristiwa dalam medium di luar kebiasaan. Ini menjadi cara dan sekaligus kondisi baru dalam mendobrak kebiasaan.

Jagongan Wagen edisi Maret 2020 yang agendanya digelar pada tanggal 28 Maret 2020 pukul 19.00 WIB ini masih bersifat terbuka bagi umum dan gratis tanpa dipungut biaya. Hanya saja untuk menikmatinya, kali ini terlebih dahulu harus melakukan registrasi di www.psbk.or.id dengan waktu hingga tanggal 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB. Setelah itu penonton akan mendapatkan email balasan pada tanggal 28 Maret 2020 pukul 19.00 yang berisi tautan video Jagongan Wagen “Nafas Nafsu. Melalui tautan tersebut penonton akan diantarkan untuk menonton video yang telah diunggah.

Kemudian yang terakhir, untuk mendukung Jagongan Wagen edisi Maret 2020 penonton bisa mengisi kuesioner dan juga memberi saweran melalui donasi digital dengan cara scan QR code yang disertakan dalam email balasan. [rpw]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Rika Purwaka


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *