Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Line Up Ngayogjazz ke-14 Tahun 2019 Hadirkan Kolaborasi Musik

Ngayogjazz ke-13 Tahun 2019 Hadirkan Kolaborasi Musik dengan Festival Bambu Sleman, Komunitas Jendela Jogja, Erasmus Huis, IFI-LIP, dan Masih Banyak Lagi


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 14 November 2019   (610 Readers)

2019 menjadi kali ke-13 gelaran Ngayogjazz yang bakal diselenggarakan pada hari Sabtu Kliwon 16 November 2019 dengan lokasi di Pedukuhan Kwagon, Sidorejo, Godean, Sleman, Yogyakarta.

Ngayogjazz ke-13 tahun 2019 merupakan helatan yang pertama tanpa kehadiran sang maestro sekaligus founder Ngayogjazz, Jazz Gunung (Bromo), serta pelopor Pasar Keroncong Kotagede; Djaduk Ferianto, yang telah berpulang 3 hari sebelum digelar, yaitu pada 13 November 2019. Namun, diharapkan keceriaan tetap menjadi sajian yang tak boleh ditinggalkan di Ngayogjazz 2019 sebagaimana yang selalu dipesankan beliau.

Dalam Ngayogjazz, musik jazz melebur dan berinteraksi  dengan berbagai genre musik lain, baik musik etnik pun modern. Selain itu, Ngayogjazz menjadi event istimewa karena selalu dihadirkan dengan lokasi berada di desa-desa pun perkampungan, yang artinya, ia menempatkan desa bukan saja sebatas sebagai obyek, akan tetapi juga sebagai mitra yang mutual.

Jumpa Pers Ngayogjazz Tahun 2019

Ngayogjazz ke-13 tahun 2019 mengusung tema ‘Satu Nusa Satu Jazz-nya’ yang kemudian seiring dengan berpulangnya sang begawan Djaduk Ferianto, tema pada Ngayogjazz 2019 tersebut diimbuhi dengan ‘Tribute to Djaduk Ferianto‘. Satu Nusa Satu Jazz-nya tentu terinspirasi dari lagu ciptaan L. Manik berjudul “Satu Nusa Satu Bangsa”, yang dari tema tersebut memiliki keinginan guna menunjukkan bahwa meskipun berbeda-beda, namun kita tetaplah Indonesia dengan segala keragamannya. Hal itu senada dengan keberadaan musik jazz yang dimainkan di berbagai daerah dan terdiri dari berbagai-macam alat musik, bahwa ketika semua itu dipersatukan maka akan menghasilkan harmoni yang indah.

Baca juga:  Jogja Noise Bombing Festival Tahun 2020 Mengusung Tema 'Film Dokumenter'

Lebih dari itu, Ngayogjazz  ini bukan saja sekadar konser musik jazz. Pasalnya, azas berbagi dan kebersamaan menjadi dasar pelaksanaannya. Konsisten tak berbayar, Ngayogjazz ke-13 tahun 2019 mengajak seluruh pengunjung yang hadir guna membawa buku, -baik buku tulis pun buku gambar kosong, atau buku cerita anak-, sebagai pengganti tiket masuk. Program Lumbung Buku ini merupakan hasil kerjasama antara Ngayogjazz dengan Komunitas Jendela Jogja.

Kecuali hal terpaparkan di atas, kolaborasi dengan berbagai instansi serta ragam komunitas senantiasa dibangun guna menghadiran pengalaman baru bagi para pengunjung. Di antaranya adalah dengan dihadirkannya Pusat Kebudayaan BelandaErasmus Huis, dan juga Pusat Kebudayaan Perancis; IFI-LIP. Di samping nama-nama itu, ada pula Perkumpulan Pekarya Layang-Layang Indonesia atau dikenal dengan akronim PERKALIN, yang pada Ngayogjazz ke-13 tahun 2019 ini menghadirkan program Kite For Kids. Masih banyak pula komunitas musik, komunitas fotografi, dan yang tak boleh ditinggalkan adalah sajian dari Festival Bambu Sleman.

Baca juga:  Di Luar Dugaan Jumlah Penonton Berbatik di Gelaran Batik Music Festival 2019 Capai 9100 Pengunjung

Dapat diketahui bahwa kolaborasi yang terjadi antara Ngayogjazz tahun 2019 dengan Komunitas Bambu Sleman ini merupakan hasil kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Asosiasi Sentra Bambu Sembada, dan Dekranasda Kabupaten Sleman.

Peta Lokasi Ngayogjazz 2019 -Kwagon Godean Sleman

Perihal ‘karya bambu’ di Ngayogjazz ke-13 tahun 2019, ada ragam kegiatan yang diselenggarakan mulai dari Workshop Bambu, Lomba Menganyam Bambu, stan pameran produk dan olahan bambu, san juga pentas kesenian tradisional yang ada kaitannya dengan bambu.

Festival Bambu Sleman yang hadi di Ngayogjazz ke-13 tahun 2019 ini merupakan wadah guna mengekspos beragam produk olahan bambu dari mebeler, kerajinan, hingga kuliner.

Hadirnya Festival Bambu Sleman di Ngayogjazz ke-13 tahun 2019 ini diharapkan juga bisa memberikan ruang guna berbagi informasi produk dan teknologi, baik mulai dari aspek budidaya, ataupun hingga pada ikhwal pengolahan bambu menjadi sebuah produk yang mampu bersaing di pasar. Itu artinya, potensi bambu sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dianggap menguntungkan seperti ini, selanjutnya dicoba untuk dioptimalkan, baik dari hulu hingga hilir.

Baca juga:  Berawal Sebagai Sarana Trauma Healing, Open Air Cinema JAFF 14 Kini Menjadi Kegiatan Rutin JAFF

Kite For Kids at Ngayogjazz 2019Demikian perihal Ngayogjazz tahun 2019 yang hadir di area Pedukuhan Kwagon, Sidorejo, Godean, Sleman, Yogyakarta. Dengan hadir di acara tersebut, Anda akan mendapatkan banyak manfaat. Pasalnya selain hiburan dari penampil dan juga refreshing menikmati keasrian alam pedesaan, di sana ada banyak pengetahuan juga bisa didapatkan.

Jadi, sila datang dengan membawa buku sebagai sumbangan sekaligus tanda tiket masuk area Ngayogjazz ke-134 tahun 2019. Kemudian nikmati penampilan para musisi seperti Mus Mujiono, FSTVLST, Lani Frau, Dewa Budjana, Soimah, hingga Sang Maestro Didi Kempot. [uth]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *