Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Memoar Egha De Latoya Akrabkan Penikmat Konser Musik dengan Buku dan Karya Lukisan

Memoar Egha De Latoya Akrabkan Penikmat Konser Musik dengan Buku dan Karya Lukisan


Diunggah oleh Jaring Acara pada tanggal 25 November 2019   (502 Readers)

Disadari ataupun tidak, sebagai pengisi segala suasana di keseharian kita, sejatinya musik telah menjadi bagian penting. Bahkan bukan itu saja, dalam dunia showbiz, ia juga masuk ke dalam bagian integral di kehidupan itu sendiri.

Memoar Egha De Latoya menjadi salah satu contoh keberadaan musik dalam kesehariannya, selain juga mendampingi buku bacaan. Sangat bisa dipahami, apalagi di kota Yogyakarta sebagai surganya buku sekaligus tempatnya berbagai genre musisi berada. Karenanya, Jogja menjadi kota dengan ragam festival musik berskala internasional dengan sajian berbagai tema. Dengan kata lain dapat pula dikatakan bahwa, Jogja menjadi bukti bahwa musik memiliki peranan penting dalam mengekspresikan keragaman, khususnya di Indonesia.

Kenyataan di atas pada akhirnya mampu menjadi dorongan bagi Egha De Latoya untuk kemudian turut memberi warna dalam menyemarakkan ekosistem musik melalui konser musik, pameran lukisan, dan sekaligus juga launching buku “MEMOAR”.

Baca juga:  Situs Peristiwa & Citra: Pameran Arsip Publikasi dan Dokumentasi PSBK

Memoar Egha De Latoya ini diangkat menjadi tema perhelatan, pasalnya ia merupakan sekumpulan kisah yang paling berkesan bagi Egha. Hampir dari keseluruhan karya, Egha menggambarkan keheningan, suasana magis, dan juga rasa cinta. Bukan hanya cinta kepada pasangan hidup, tapi lebih dari itu, adalah juga cinta pada bagaimana menjalin relasi harmonis kepada alam, ruh, dan sekaligus Tuhan.

Memoar Egha De Latoya

Salah satu tokoh yang menjadi inspirasi semua suasana itu adalah Malaala. Ialah sosok kasat mata dengan segala getir pahit hidupnya, yang mencoba memberikan pesan-pesan untuk menanam benih kebaikan di sekelilingnya kepada Egha. Melihat perjalanan musik pop yang banyak digandrungi para generasi muda, Egha pun berharap agar pesan-pesan semacam itu dapat menjadi muatan positif yang mudah untuk diterima di tengah masyarakat.

Egha De Latoya sejatinya bukanlah sosok baru di industri musik, karena tak banyak orang tahu jika ia adalah juga sosok yang sempat menjadi finalis Putri Citra Indonesia dan Miss Celebrity Indonesia di tahun 2011. Egha De Latoya juga sempat bergabung dengan Republik Cinta Management (RCM) milik Ahmad Dhani di Jakarta. Di sana, Musisi wanita yang terlahir tahun 1993 ini membuat grup The Fatima dengan single Amnesia.

Baca juga:  Pameran Karya Cerita Bocah

Dalam Memoar Egha De Latoya ini, bukan hanya tentang musik semata, karena ketertarikan Egha juga ada dalam dunia tulis-menulis , yang bahkan kemudian mampu mendorongnya untuk menyelesaikan dua buku terbitan Gramedia Pustaka berjudul “Surat Terakhir Ellena” serta “Aku Yang Tak Bernama Di Hatimu”.

Dan tahun 2019, Egha kembali berhasil menyelasaikan buku kumpulan cerita berjudul “Mati di Jogjakarta” yang diterbitkan oleh Media Kita). DI samping itu, kecuali bermusik dan menulis, Egha juga telah menghasilkan puluhan karya lukis dengan tema-tema serupa.

Baca juga:  SEAMEX 2019 Sebagai Marketplace dan Event Musik Jembatan Lintas Generasi

Memoar Egha De Latoya sendiri merupakan album pertama yang digarap Egha dan berisi 8 lagu original. Masing-masing lagu tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Kekasih hatiku Selamanya
  2. Sembunyikan Aku
  3. Harapan Kosong
  4. Percuma Aku di Sini
  5. Malaala
  6. Sepi Sukma
  7. Selamat Tinggal Kekasihku
  8. Memoar

“Memoar” sediri merupakan momentum bagi Egha De Latoya guna mengemas karya lukis dan sekaligus mengepak bukunya ke dalam satu perhelatan yang agendanya diselenggarakan pada tanggal 30 November 2019 dengan tempat berada di area Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.

Egha dan tim penyelenggara memiliki harapan agar ruang-ruang semacam ini mennjadi ajang untuk bisa saling mengakrabkan antara penikmat konser musik dengan buku dan juga karya lukis, juga sebaliknya.

Perihal Memoar Egha De Latoya ini, Contact Person bisa dihubungi di nomor 085768991691 atas nama Dian Adi Marianto, atau melalui email di alamat dianviolin.91@gmail.com []

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Jaring Acara


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *