Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Presentasi 'Bane' Secara Online oleh Laring

Laring Presentasikan Karya ‘Bane’ Secara Online di Situs-Web jagonganwagen.psbk.or.id dalam Jagongan Wagen PSBK Bulan September 2021


Diunggah oleh Rika Purwaka pada tanggal 23 September 2021   (974 Readers)

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja pada jelang akhir bulan September 2021 kali ini kembali mempersembahkan program rutin Jagongan Wagen dengan menampilkan karya dari Laring yang berjudul “BANE”. Ialah karya ke-4 yang tayang dalam platform Jagongan Wagen di tahun 2021, yang premiere-nya dipresentasikan secara online melalui website jagonganwagen.psbk.or.id dan dapat diakses mulai hari Jumat tanggal 24 September 2021 pukul 19:30 WIB.

Dalam presentasi karya Laring berjudul Bane di bulan September 2021 kali ini, Jagongan Wagen menayangkannya juga dengan disertai adanya Closed Caption yang diperuntukkan bagi audiens difabilitas.

Sebagaimana presentasinya, proses pendampingan kuratorial dan penciptaan karya Laring kali ini juga dilangsungkan dengan cara daring antara Jogjakarta dan Jakarta. Produksi jarak jauh kali ini menjadi upaya yang menantang bagi ruang seni PSBK maupun kreativitas pelaku seni dalam menjawab situasi PPKM Darurat yang telah diberlakukan sejak bulan Juli 2021 silam. Meski sejak awal PSBK telah menyediakan fasilitas peralatan maupun dukungan SDM keproduksian film karya pertunjukan di lokasi padepokan, namun strategi produksi jarak jauh seperti ini juga masih tetap menuntut seniman untuk menyediakan semuanya secara mandiri di lokasinya masing-masing. Karena itu, beberapa kendala tentu saja juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.

“Tidak semua seniman mampu melakukan. PSBK sendiri juga perlu menyesuaikan business process-nya dengan mode jarak jauh, mulai dari pendampingan proses pengembangan kekaryaan, distribusi dan pengolahan materi pendukung karya, hingga koordinasi penyelenggaraan penayangan karya. Maka ketika kami bersepakat untuk meneruskan proses ini, kami apresiasi yang mendalam kepada komunitas Laring dan segenap pendukung produksi karena telah bekerja keras mewujudkan gagasan karyanya agar dapat diakses oleh masyarakat luas,” ungkap Istifadah Nur Rahma, Program Seni PSBK.

Laring Mempresentasikan 'Bane' Secara Online di jagonganwagen.psbk.or.id

Tentang Karya ‘Bane’ oleh Komunitas Laring Jakarta

Pandemi COVID-19 mengakibatkan perubahan pada tindak keseharian dan tatanan kebiasaan, serta mempengaruhi cara pandang setiap kita atas realita hidup. Kadar perubahannya juga beragam. Sebagian dari kita masih bisa melangsungkan agenda kehidupannya tanpa perubahan yang berarti, namun sebagian yang lain harus melakukan berbagai adaptasi untuk pertahanan diri. Pun dengan yang lainnya lagi, mereka tak punya banyak kuasa untuk menghindar dari kehilangan pada apapun yang berada di atas bumi. Sementara itu, “BANE” dibuat sebagai karya yang ingin mendialogkan tentang pengalaman kehilangan dan singgungannya terhadap peran-peran kemanusiaan.

Melalui Program Hibah Seni PSBK 2021, LARING dengan “BANE”nya yang telah dikemas dalam medium film, akan mempertunjukkan ketertarikannya atas catatan perilaku kehilangan semasa pandemi.

Komposisi suara, teks, gerak, dan visual yang dipilih, dieksplorasi dari bentuk kehilangan orang-orang terdekat, kehilangan pekerjaan, kehilangan kebebasan berinteraksi, dan kehilangan hak sebagai warga negara untuk mendapatkan bantuan sosial negara. Pengalaman kehilangan tersebut merupakan kumpulan pengalaman partisipan yang LARING libatkan dalam proses proses kreatif pembuatan karya. Tak lain dan tak bukan, “BANE” yang dalam Bahasa Sansekerta berarti suara atau bunyi ini, juga mewujud sebagai ungkapan bunyi perasaan manusia dalam mengelola rasa kehilangan.

Laring Mempresentasikan 'Bane' Secara Online

Tentang Komunitas Laring

LARING adalah ruang kekaryaan bermedium bunyi yang dibentuk sejak tahun 2012 silam, yaitu oleh sosok-seorang komponis bernama Gema Swaratyagita, yang diawali dengan sekuel karya pertunjukkan berjudul Laring: Sound of Differences (2012) dan dilanjutkan dengan karya berjudul Laring 2: Ragahulu (2013) yang banyak mengeksplorasi bunyi bambu.

Melalui pengalaman karya tersebutlah kemudian Gema Swaratyagita berupaya untuk melanjutkan ruang kreativitasnya dalam sejumlah karya berbasis seni kontemporer, terutama yang berkaitan dengan kerja kolaborasi antarseniman lintas seni, sekaligus menjadi wadah musisi dan seniman untuk mengeksplorasi bunyi.

Pada tahun 2018, Laring menampilkan salah satu karya Gema yang berjudul “Tuwakatsa” untuk gong, vokal dan dalang pada International Gamelan Festival 2018 di Solo; Pementasan hibah seni karya inovatif Kelola dengan karya “Tubuka” (kolaborasi dengan Firsty Soe-Lighting Artists dan Fiameta Gabriela-Visual Artist) di Bentara Budaya Jakarta; dan terakhir Gema membawa Laring untuk mementaskan karyanya berjudul “Ngangon Kaedan: Dongeng Polifoni”(2018), “Ngangon Kaedan: Dari Ruang Rahim” (2019) dan “Ngangon Kaedan: Jeng Sri” (2020). [rpw]

4.8/5 - (5 votes)

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Rika Purwaka


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.