Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Pameran Lukisan Benang Simpul Hati Dalam Estetika Benang & Warna Budi - Gina

Hari Lahir Tino Sidin Sebagai Hari Guru Dirayakan dengan Pameran Lukisan Benang “Simpul Hati Dalam Estetika Benang & Warna” di Museum Taman Tino Sidin Yogyakarta


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 25 November 2020   (1.304 Readers)

Sebagai tanda tepat 95 Tahun Tino Sidin, kurang-lebih ada sejumlah 30 karya lukis siap dipamerkan di kompleks Museum Taman Tino Sidin, yaitu dengan mengusung tajuk “Simpul Hati Dalam Estetika Benang & Warna Budi – Gina”. Pameran yang agendanya dilangsungkan lebih dari satu bulan tersebut, yaitu dari tanggal 25 November 2020 hingga akhir tahun 2020, mempersembahkan karya-karya garapan Dra. Budiati dan Gina Lubis.

Budiati dan Gina Lubis yang mengetengahkan karya dalam Pameran Lukisan Benang “Simpul Hati Dalam Estetika Benang & Warna Budi – Gina” ini tak lain adalah anak-keturunan dari dua orang yang juga bersahabat semasa hidupnya, ialah Tino Sidin dan Batara Lubis. Keduanya adalah maestro seni lukis pada masanya.

Dikatakan sebagai pameran lukis benang, pasalnya yang disajikan dalam berkarya, keduanya memang mengambil bahan dasar benang sebagai material utama membikin karya. Bahwa lukisan itu bukan dari kertas ataupun kanvas, melainkan bermediakan kain blacu, yang kemudian di tahap awal dicoretkan sket, dan selanjutnya dirajutkan benang dalam menentukan warna serta pola dan konsepnya.

pameran lukisan benang budi - Gina di Taman tino Sidin

Kecuali sebagai tanda perayaan ulang-tahun dari Tino Sidin, pameran yang dihelat di area Museum Taman Tino Sidin – Jalan Tino Sidin 297, Kasihan, Bantul, Yogyakarta ini juga menjadi kado istimewa bagi kedua perupa yang sama-sama akan berulang tahun pada bulan Desember. Sebagaimana kedua orangtua mereka yang merupakan sahabat karib, keduanya juga bersahabat akrab sejak lama.

Baca juga:  Pembukaan Platform Perupa Muda Biennale Jogja XV - 2019

Merujuk pada pemaparan Hajar Pamadhi yang merupakan kurator dari pameran lukisan benang ini, tajuk “Simpul Hati dalam Estetika Benang & Warna” ini dimaknai sebagai “simpul hati” mereka dari orang tuanya, di mana Gina Lubis mengeksplorasi gagasan ayahnya; Batara Lubis, sementara Budiati melakukan eksplorasi serupa juga dari bapaknya; Tino Sidin. Dengan benang, kedua perupa ini ingin menautkan simpul hati mereka dengan orang tuanya melalui benang-benang warna yang disulamkan, ditisikkan, dan dijahitkan pada kain.

“Keduanya sama-sama anak seorang perupa, bahan dan materi sama, namun ketika membaca nilai estetika objek menjadi berbeda. Gina mencari kesan ‘brush stroke’ dengan menisikkan benang wool pada taferil kain. Budiati mengangkat tema lebih dahulu kemudian mencurahkan gagasannya dengan smooth tisikan benang wool yang variatif,” tutur Hajar Pamadhi.

Sketsa-sketsa Batara Lubis diterjemahkan oleh Gina dengan mengaksentuasikan warna-warna benang wool. Gubahan warna Gina pada beberapa karya seperti ‘Penjual Mainan’, ‘Sewandanan’, maupun ‘Penjual Sayur’ menjadikan warna tersendiri seorang Batara Lubis.

Sementara itu Hajar Pamadhi menambahkan ikhwal karya Budiati. Bahwa Budiati membiarkan talenta gambar bentuk serta ilustrasi yang mendasari ekspresinya. Hal itu bisa saja karena memang terdapat transfer of skill dari sang ayah; Tino Sidin, kepada putrinya. Namun begitu, rasa estetika Budiati tampak pada pengembangan bentuk yang realis sehingga warna dan figur orang menjadi semakin jelas ‘Rasa Budiati’nya, bukan Tino Sidin. Gambar bentuk pada karya berjudul ‘Sayuran’, ‘Bunga dan Kupu-kupu’, dan ‘Empat Wajah’, misalnya, tidak mendapatkan tuah dari ayahnya, tetapi kemasan rasa estetika bentuk sebagai alumni Pendidikan Seni menampak jelas.

Baca juga:  "Jogja Istimewa dalam Cerita" Menjadi Tema Pameran Fotografi yang Digelar Paniradya Kaistimewan

Pameran Lukisan Benang oleh Budi dan Gina ini pembukaannya dilangsungkan pada hari Rabu, 25 November 2020, dan dibuka resmi oleh Ibu Erlina Hidayati Sumardi, S.IP, MM yang beberapa waktu silam ada di Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) namun belakangan ini telah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY.

Erlina Hidayati Sumardi Pameran Lukisan Benang Tino Sidin

Mengiringi berlangsungnya pameran ini digelar pula Workshop Melukis Benang pada 22 Desember 2020, dengan tempat masih sama, yaitu di Museum Taman Tino Sidin.

Rangkaian perayaan 95 Tahun Tino Sidin sebelumnya juga telah digelar sejumlah kegiatan di bulan Oktober, yakni Lomba Lukis On The Spot, Sarasehan Seni, dan Pameran Hasil Lomba Lukis. Ulang tahun Pak Tino yang jatuh tanggal 25 November kali ini juga akan dirayakan Google dengan meluncurkan Google Doodle spesial HUT Tino Sidin ke-95.

“Ini merupakan kado yang sangat spesial. Kami berterimakasih atas apresiasi dari Google untuk Pak Tino. Dengan Google Doodle 95 Tahun Tino Sidin ini generasi milenial tentunya akan lebih antusias ingin tahu dan mengenal sosok Tino Sidin,” tutur Kepala Museum Taman Tino Sidin, Panca Takariyati Sidin.

Baca juga:  Open Submission Meretas Kertas Art Event Tahun 2019

Communication Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan, menyampaikan, selain diperingati sebagai Hari Guru Nasional yang menandai berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia di tahun 1945, tanggal 25 November juga merupakan hari lahirnya salah satu tokoh guru di Indonesia, Pak Tino Sidin.

“25 November ini, Google Doodle merayakan 95 Tahun seniman dan salah satu tokoh guru di Indonesia, Tino Sidin. Biasa dikenal sebagai ‘Pak Tino’, beliau dikenal dengan khalayak luas melalui serial televisinya ‘Gemar Menggambar’, di mana ia mengajari anak-anak cara menggambar dan mengasuh bakat kreatif mereka,” terangnya.

https://jaringacara.id/mice/biennale-jogja-gelar-pameran-asana-bina-seni-2020-your-connection-was-interrupted-di-taman-budaya-yogyakarta.html

Seperti banyak guru yang dirayakan di seluruh negeri hari ini, Pak Tino mengasuh siswanya melalui dorongan positif, mendorong mereka untuk mencoba dan tidak takut membuat kesalahan dengan menunjukkan tutorial sederhana, mendorong untuk terus berkarya dengan menampilkan karya yang beliau terima dari anak-anak di seluruh penjuru Indonesia dan menyemangati dengan ucapan yang berkesan hingga hari ini: “Ya, bagus”.

“Selamat Ulang Tahun untuk seorang pendidik yang telah membantu memercikan kreatifitas anak Indonesia dan terima kasih kepada semua guru yang tanpa lelah telah membina generasi penerus bangsa,” tambah Feliciana. [uth]

Pameran Lukisan Benang Simpul Hati Dalam Estetika Benang & Warna Budi Tino Sidin - Gina Lunis

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *