Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Hutan-Hujan-Taman-Gerimis-Artwork

Grup Band ‘Hutan Hujan’ Hadirkan Nostalgia Musik 70-an Melalui Single ‘Taman Gerimis’


Diunggah oleh Haiki Murakabi pada tanggal 21 Maret 2020   (440 Readers)

Kelompok musik yang mengusung pop-folks asal kota Malang -Jawa Timur bernama “Hutan Hujan” kali ini kembali mengunggah lagu baru dengan warna yang jauh berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Ialah tembang yang diberi judul “Taman Gerimis” yang dikemas guna mengajak pendengar bernostalgia menuju pada musik-musik lawas era 70-an, sehingga iapun dibalut dengan suara khas instrumen Mellotron dan kesan cacat rekaman “vinyl noise”.

Grup Band ‘Hutan Hujan’ yang pada beberapa waktu sebelumnya juga telah meluncurkan single bertajuk ‘Jatuh Rindu’ dan ‘Hutan‘ ini, pada peluncuran single ‘Taman Gerimis’ juga mengusung tema cerita percintaan, hanya saja ia lebih menceritakan perihal berpisahnya dua manusia karena perbedaan. Sementara secara konsep, lagu Taman Gerimis memang sudah direncanakan untuk menjadi lagu yang easy listening dengan kemasan musik yang tidak banyak diperdengarkan saat ini.

Baca juga:  FSTVLST Merilis 3 Lagu Baru Beberapa Menit Jelang Pergantian Tahun 2019 Menuju 2020

Personil Grup Band 'Hutan Hujan' yang menghadirkan Nostalgia Musik 70-an

Dalam perjalanannya, proses pembuatan musik ini terbilang lucu, di mana suatu ketika para personel Hutan Hujan sedang bercanda kenapa anak manusia selalu mirip dengan orang tuanya. Disimpulkan bahwa anak adalah versi mini dari orang tua mereka. Dari gurauan itu, Maria Titin yang merupakan vokalis dari kelompok musik ini melontarkan pertanyaan, “Kalo anaknya hutan hujan apa ya…?” dan disambut oleh Sigit Prasetio selaku kibordis,“Mmmm… Ya Taman Gerimis lah…”.

Sigit sebagai salah satu personil dari Grup Band ‘Hutan Hujan’ ini berpikir, bahwa “Taman” merupakan versi mini dari “Hutan”, sedangkan “Gerimis” bisa disebut dengan anaknya “Hujan”. Karena dianggap cukup aneh dan catchy, maka disetujui frasa Taman Gerimis menjadi judul dan ide awal sebuah lagu.

Menindaklanjuti ide tersebut, berikutnya “Taman Gerimis” ditulis, dan kemudian diproduksi oleh Sigit Prasetio. Perihal proses rekaman dilakukan secara mandiri dan didistribusikan oleh Sembrani Production. Sementara itu, Iwan Ruby yang juga sebagai vokalis Grup Band ‘Hutan Hujan’ ini yang berbagi part dengan Maria Titin, sehingga membuat lagu ini benar-benar seperti menceritakan tentang pasangan yang tengah berpisah.

Baca juga:  Video Mapping Sumonar Menggerakkan dan Menyentuh Banyak Orang

Kerja para personil ‘Hutan Hujan’ ini seolah tak sia-sia, pasalnya AMI Awards juga telah memasukkan Taman Gerimis ke dalam playlist “Musik Minggu Ini” pada akun resmi Spotify AMI Awards, tepatnya pada minggu ke-4 bulan Februari 2020.

Tembang ‘Taman Gerimis‘ ini kini telah dapat dinikmati melalui Music Streaming Platform seperti Spotify, iTunes, Apple Music, Youtube, dan beberapa lainnya. [hmk]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Haiki Murakabi


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *