Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
For Better Days

“For Better Days” Menjadi Single yang Dirilis Rull Darwis X Kelompok “TugasNusantara”


Diunggah oleh Official Adm pada tanggal 13 Agustus 2021   (214 Readers)

Setelah single “Sunset Before the Sunrise” yang dirilis bulan Juli tahun 2020, kali ini Rull Darwis X Kelompok “TugasNusantara” akan merilis single yang diberi judul “For Better Days” pada tanggal 13 Agustus 2021, berkolaborasi dengan Jane Christina sebagai penulis lirik.

“For Better Days” adalah sebuah karya lagu yang lahir sebagai oleh oleh dari perjalanan tur mandiri Rull Darwis bersama P. B. Adi ke Malaysia bulan Desember 2018 silam. Percakapan-percakapan ringan yang terjadi saat berkumpul bersama musisi setempat yang ikut dalam pertunjukan selama 4 hari “Salam Hangat Tur” (begitu Rull Darwis menamai tur nya) memantik
ide untuk dituangkan dalam sebuah lagu. Percakapan-percakapan yang mengisyaratkan rasa kebersamaan serumpun Melayu, rasa kebersamaan yang dahulu kala pernah dirasa kini coba untuk digugah kembali lewat sebuah lagu. Bahwa “Nusantara” tak hanya dimiliki oleh kita kita yang berada di Indonesia, namun teman teman sejawat kita di Malaysia dan Singapura pun memiliki rasa yang sama akan makna “Nusantara” ini. Pada akhirnya, “For Better Days” Menjadi Sebuah Ajakan Mencintai dan Merawat “Ibu Pertiwi”

“For Better Days” Menjadi Single yang Dirilis Rull Darwis X Kelompok “TugasNusantara”Profil Rull Darwis X Kelompok “TugasNusantara”

Beberapa teman musisi turut berkolaborasi mendukung produksi rekaman single ini, mereka adalah: Azmyl Yunor, vokalis/ pemain harmonika (Malaysia), Art Fazil, vokalis/ pemain gitar akustik (Singapura), Amboro, vokalis/ pemain gitar akustik (Jakarta), P.B. Adi, pemain bass (Salatiga), Reza, pemain drum/ tamborin (Tangerang), Rifki Afsari, pemain gitar elektrik
(Jakarta) dan Mendamrasso/ teman baik, co-producer, penganjur acara mandiri serta promoter (Malaysia).

Jane Christina

Maryjane pecinta kesenian yang memasuki dunia musik sejak usia dini. “Manusia itu karya seni yang tak pernah berhenti berproses, begitu juga alam sekitar kita. Dengan perubahan yang terjadi didalam dan diluar diri, kita selalu berupaya untuk mencari dan menciptakan harmoni. karena itu seni adalah esensi, detak jantung menjadi ketukan, suara kita melodinya, setiap gerak menjadi tarian, dan ucapan menjadi puisi.”

Azmyl Yunor

Azmyl Yunor adalah seniman indie/ bawah tanah Malaysia ‘sangat independen’ yang karya dan visi lirisnya (dan keterusterangannya) telah melintasi batas-batas budaya, social dan politik, melampaui ras serta agama. Dia lebih suka menavigasi di sepanjang batas luar dari adegan seni dan mengasah keahliannya dengan caranya sendiri dengan visi dan kecerdasan tunggal yang sangat khas berdasarkan prinsip yang dia yakini. Dia telah memproduksi dan merilis sendiri album albumnya (dalam dua bahasa, Inggris dan Bahasa Melayu) selama 20 tahun terakhir ini dan secara teratur melakukan tur kebanyak negara untuk membangun solidaritas dengan seniman yang berpikiran sama seperti dirinya dan untuk kepentingan ‘diplomasi’, diplomasi seni.

Art Fazil

Art Fazil adalah seorang singer songwriter, memulai kariernya sebagai penulis lagu dan lirik untuk artis Singapura dan Malaysia seperti Ramli Sarip, Ella, Lovehunters, Lefthanded dan Amy Search sebelum akhirnya Art Fazil terjun langsung sebagai artis rekaman bersama grup Rausyanfikir. Setelah tamat kuliah di Guildhall School of Music and Drama di London, Art Fazil terus menetap di sana selama lebih dari satu dekade, menjadi musisi profesional membuat show di cafe, universitas dan juga festival. Sekarang Art Fazil menjadi in-house producer untuk Moro Records (Malaysia).

Amboro

Awal berkarya dengan lagu ciptaannya dimulai tahun 2009 kemudian setahun setelahnya berhenti dan melanjutkan bermusik bernyanyi di kafe sampai 2017. kemudian mulai produktif lagi dengan karya baru di awal tahun 2018 dan mengeluarkan album “sumber rejeki” di akhir 2019.

P.B. Adi (Adoy)

Mulai menekuni musik sejak usia dini yang tumbuh dari atmosfer rumah dan keluarga yang kental dengan kegiatan bermusik. Memulai karir dalam bermusik sejak tahun 1990 dengan membentuk kelompok trio jazz Gejolak Muda di Bogor hingga 1994. Pada tahun 1995 membentuk kelompok musik Indonesian Folk Cozy Street Corner yang telah mengeluarkan empat buah album rekaman audio dan belasan konser tunggal sebagai band yang bergerak di skena musik independen Indonesia.

Pada tahun 2005 Adoy membantu produksi album solo kedua penyanyi Bonita. Adoy dan Bonita menikah tahun 2007 dan hingga sekarang terus berkegiatan musik bersama. Pada tahun 2007 mulai membentuk kelompok Bonita & The Hus Band (beranggotakan Bonita, Adoy, Bharata Eli Gulö, dan Jimmy Tobing) yang telah menelurkan dua album rekaman audio, satu
album video musik, beberapa singles, tiga konser tunggal, tur mandiri di berbagai kota dan desa di Indonesia, dan tiga kali penampilan di luar negeri.

Tahun 2015 Adoy dan Bonita menggagas program LIVE at rumahbonita, sebuah konser rumah di mana musisi penampil menyajikan karyanya dalam durasi lengkap di ruang keluarga kediaman Adoy sekeluarga. Hingga saat ini program ini terus brlangsung dan telah menampilkan lebih dari 40 penampilan musisi dan disiarkan langsung secara daring. Pada tahun 2018 Adoy menggagas Festival Musik Rumah (FMR), sebuah kegiatan partisipatoris bersama, menyelenggarakan konser-konser di rumah-rumah anak-anak Nusantara dengan semangat merayakan kebhinekaan dan merawat kebersamaan. Festival tahunan ini
berlangsung di puluhan rumah lintas daerah, pulau bahkan negara. Pada tahun 2021 ini FMR sudah menginjak pengalaman yang keempat. Adoy juga seorang instruktur, fasilitator dan mentor untuk praktik bermusik: gitar akustik, menulis lagu. Selain itu Adoy juga adalah produser musik dan audio engineer.

Reza

Mengawali petualangan bermusik bersama band remaja punk rock (Wonder Boy) pada tahun 2005, sebelum bergabung dengan Krosboi di 2009. Sempat bernaung di Sony Music bersama Krosboi selama kurang lebih 5 tahun (2012-2017) sebelum kembali “ngindie” dan merilis album pada 2018. Tahun 2021 fokus dengan project baru yang bernama DIREK+, sebuah rumah produksi musik yang digagas bersama dengan Billkevin Moula dan Arkanda Putra Sagala. Rumah ini dibangun di awal tahun 2021 dengan cara berkolaborasi dengan para musisi. Rumah ini bertujuan sebagai tempat di mana musik bisa kembali pada hakikatnya, menjadi media komunikasi terbaik, media spiritual tanpa golongan, hingga bisa menjadi obat bagi yang sakit.

Rifki Afsari

Menemukan cinta dalam bermusik sejak masih sekolah, dan mulai serius berkarya pada tahun 2007. Sekarang tergabung di dalam grup band Westjamnation. []

4.7/5 - (3 votes)

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Official Adm


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *