Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
FKY2019 menjadi wahana dalam merayakan interaksi beragam seni-budaya

Lintasan FKY2019 Menjadi Wahana Merayakan Interaksi Seni-Budaya

Diunggah oleh Jaring Acara, pada tanggal 20 Juli 2019

Lintasan FKY2019 menjadi wahana merayakan interaksi seni-budaya di Yogyakarta, karenanya dalam program lintasan FKY 2019 tersebut disuguhkan persilangan interaksi-interaksi beberapa seniman Yogyakarta yang tidak mengenal batas genre.

Mengingat Yogyakarta sebagai kota budaya, maka satu program Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2019 dengan tajuk “Lintasan: Wahana Musikal Ari Wulu” digelar pada hari Jumat 19 Juli 2019, yang tempatnya berada di Museum Gunungapi Merapi, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Di antara beberapa pelaku dan pegiat seni itu ialah Ishari Sahida atau akrab dipanggil Ari Wulu, Marzuki Mohamad Kill The DJ sebagai penyanyi hiphop, Woktherock yang merupakan perupa, Gunawan Maryanto yang seorang aktor -sutradara -produser sekaligus pelaku sastra, aksi teatrikal Papermoon Puppet, pentas wayang dari Wayang Bocor, dan beberapa nama lainnya.

Lintasan – Lintas Disiplin

FKY2019 menjadi wahana merayakan interaksi seni-budayaDalam program Lintasan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 tersebut, para penonton dapat menikmati acara dengan bersantai di Amphitheater belakang Museum Gunungapi Merapi, tepatnya di arena beanbag atau di sekitar stand makanan sambil menyantap mie rebus pun bakso. Selain itu, sambil menghangatkan badan di dinginnya Gunung Merapi menggunakan api unggun-api unggun kecil, para penonton juga bisa mencoba permainan interaktif bertajuk Tidy Up Vinnie’s Room garapan Indie Guerillas. Bahkan sesaat tiba di lokasi, penonton disambut pula dengan suguhan visual Jogjakarta Video Mapping Project yang diproyeksikan di dinding depan Museum Gunungapi Merapi.

Baca juga:  Open Call Volunteer Sanggar Omah Srawung Yogyakarta

Ari Wulu selama ini dikenal sebagai sosok yang kerap menginisasi berbagai peristiwa seni-budaya di Yogyakarta, yang dalam kiprah tersebut, ia juga selalu melibatkan seniman-seniman lintas disiplin lain guna turut berpartisipasi dalam menyuguhkan beragam karya untuk masyarakat. Namun bukan berarti malam “Lintasan: Wahana Musikal Ari Wulu” menjadi malamnya Ari Wulu seorang.

“Pertunjukan ini tidak dimaksudkan untuk menjunjung tinggi sosok Ari Wulu tetapi dia kita ambil sebagai sebuah metafora dari praktek berkesenian lintas disiplin yang sangat cair dan lazim terjadi di Yogyakarta.” ungkap Gading Paksi sebagai Direktur Kreatif FKY 2019.

Pernyataan Gading Paksi di atas diperkuat oleh sederet kalimat yang terlontar dari Ari Wulu sendiri, yaitu ketia ia memberikan semacam sambutan ‘pidato kebudayaan’. Lebih dari itu, ia pun justru menuturkan perihal eksplorasi musik yang dimulainya sejak ia menggemari musik rock Sepultura, atau genre rap saat menonton Iwa K., teater dan film ketika SMA, hingga dikenalkan pada musik elektronik oleh almarhum ayahnya.

“Panggung ini bukan hanya tentang saya, tapi juga tentang Jogja. Jogja dapat menginisiasi apapun tanpa pikir panjang, selagi itu tentang penciptaan, budaya, kreasi, dan kesenian,” demikian sederet pidato kebudayaan Ari Wulu di kondisi udara dingin Kaliurang.

FKY2019 menjadi wahana merayakan interaksi seni-budayaKill The DJ serta Gepeng Kesana Kesini pun menambahkan orasi budayanya yang menceritakan kesan mereka berkawan dengan Ari Wvlv. Dikatakan oleh Kill The DJ, Ari Wvlv merupakan institusi tersendiri yang unik dan khas serta patut untuk dirayakan bersama. Sedangkan Gepeng sebagai penutup menyatakan bahwa Ari Wvlv merupakan seniman yang sering berkolaborasi dengan seniman lain dan lintas aliran hingga bila dijadikan sebuah buku akan sangat tebal. Secara umum, mereka ingin menyatakan bahwa Ari Wvlv merupakan salah satu dari sekian cara menggambarkan inklusivitas Yogyakarta sebagai ruang berkesenian.

Baca juga:  Program Teater FKY 30: Menafsir Mesemeleh

Gerimis turun di tengah-tengah acara, namun para penonton masih setia mengitari amphitheater untuk menyaksikan berbagai hasil kolaborasi Ari Wvlv. Diterangi kelap-kelip lampu panggung, penonton mulai perlahan-lahan menggerakkan badan mereka mengikuti irama.

Suasana berubah menjadi semakin semarak dan meriah ketika Soundboutique tampil sambil mengajak penonton membebaskan tubuh mereka untuk bergoyang dalam balutan musik elektronik mereka. Udara yang terasa dingin menghangat dengan hentakan musik mereka yang berhasil menutup acara dengan riuh tepuk tangan gembira.

Baca juga:  Paperu: Pameran Perupa Muda, Sajian Pameran Seni di Lapangan Futsal

“Terima kasih, Ari Wvlv, aku cinta padamu,” demikian chant yang digemakan di sela-sela meriahnya closing performance. []

Source: Official Doc FKY

Simak pawarta lain terkait , atau adicara menarik lain yang diunggah oleh Jaring Acara


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *