Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Film Pendek La Indie Movie 2019 Gala Premiere di Jogja-NETPAC Asian Film Festival Tahun 2019

Film Pendek La Indie Movie 2019 Gala Premiere di Helatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival Tahun 2019


Diunggah oleh Jaring Acara pada tanggal 26 November 2019   (326 Readers)

Bertempat di Empire XXI -Yogyakarta pada hari Jumat 22 November 2019 telah diputar film pendek LA Indie Movie 2019 Gala Premiere dalam helatan JAFF a.k.a Jogja-NETPAC Asian Film Festival tahun 2019.

Terdapat 3 film pendek La Indie Movie 2019 yang diputar sebagai hasil karya finalis LA Indie Movie 2019, dan mereka merupakan film yang beradal dari 3 kota. Ialah Jakarta, Jogjakarta, dan Malang. Ketiganya diputar sebagai Special Program dalam JAFF tahun 2019 yang juga dihadiri oleh para produser, filmmakers, serta para pemain film.

Pemutaran 3 film pendek La Indie Movie 2019 ini sendiri dimulai pada pukul 16.30 hingga 17.15 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Dapat diketahui bahwa La Indie Movie 2019 ini dibentuk pada tahun 2007. Ia aktif menyelenggarakan filmmaking workshop dan short movie festival.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Novrizal yang berlaku sebagai perwakilan dari LA Zone. Bahwa LA Indie Movie dihadirkan sejak tahun 2007, dengan maksud agar menjadi jalan pembuka bagi mereka para pemilik passion di dunia perfilman yang hendak mengasah keahliannya. Selain itu, LA Indie Movie hadir juga sebagai sarana bagi mereka yang berkeinginan untuk terus kreatif berkarya di bidang film sekaligus bagi mereka yang berani mengekspresikan dirinya lewat medium film.

“Hal ini sejalan dengan spirit LA Zone, sebagai portal yang memberikan informasi tentang gaya hidup/lifestyle, kreativitas, entertainment, komunitas, dari sisi See Things Differently“, ujar Novrizal.

Film Pendek La Indie Movie 2019 Gala Premiere di Jogja-NETPAC Asian Film Festival

Seiring pemutaran 3 film pendek La Indie Movie 2019 ini, keikutsertaan pihaknya di helatan Jogja NETPAC Asia Film Festival merupakan rangkaian program yang telah dimulai sejak JAFF 2018 silam, di mana di dalamnya berisi tentang program sharing session bersama para filmmaker experts dan juga membuka Story Competition. Diusunglah tema “VIRAL”, mencari 3 (tiga) ide cerita terbaik untuk dijadikan skenario film pendek.

Baca juga:  Inilah Agenda Acara Yogyakarta Gamelan Festival ke-24 Tahun 2019

Medio bulan Maret 2019 telah terpilih tiga ide cerita untuk difilmkan dibawah arahan produser-produser kenamaan Indonesia. Di antaranya adalah sebagai berikut;

  1. Ifa Isfansyah untuk film “#Instalie
  2. Ismail Basbeth untuk film “Konspirasi Gaib
  3. Adhyatmika untuk film “Nasintel

Tidak hanya mencari ide cerita terbaik, LA Indie Movie juga mengadakan MovieLAnd, ajang pencarian filmmaker muda di tiga kota, yaitu Jogjakarta, Malang dan Jakarta. Pencarian filmmaker untuk profesi sutradara, cameraman, art director, dan editor. Masing-masing film pendek telah menyelesaikan proses pembuatan film di tiga kota besar tersebut pada September 2019.

Ifa Isfansyah, produser #Instalie merasa senang berkolaborasi dengan para filmmaker muda dalam proses pembuatan film LA Indie Movie ini. Baginya berkolaborasi dengan generasi muda memberikan pengalaman tersendiri, terlebih naskah film ini diambil dari kehidupan dan perspektif generasi muda. “Menggabungkan dua generasi di dunia film akan selalu memiliki sesuatu yang menarik, terlebih masing-masing generasi mempunyai perspektif yang berbeda dan setiap generasi juga memiliki tantangannya tersendiri,” ujarnya.

Selain itu Vince Lee, sutradara “Nasintel” berpendapat bahwa keterlibatan dirinya dalam LA Indie Movie 2019 adalah pengalaman menyenangkan berkolaborasi dengan produser peofesional, filmmaker muda lainnya, crew dan pemain dan pengalaman berharga tentang bagaimana proses menyatukan visi dalam pembuatan suatu film.

Mengusung tema “LA Indie Movie, Goes Digital”, LA Indie Movie bekerja sama dengan layanan OTT (Over the Top) untuk mendistribusikan film yaitu bekerjasama dengan iflix dan Viddsee. Masyarakat luas akan dapat langsung menonton film LA Indie Movie 2019 serentak pada tanggal 23 November di dua digital platform tersebut. Kita sangat bangga untuk jadi bagian dari LA Indie Movie di tahun ini, yang mana terus menginpirasi dan membentuk masa depan industri film di era digital ini. Komunitas perfilman di Indonesia punya peran penting di Viddsee dan melalui LA Indie Movie 2019, Kami berharap semakin banyak cara untuk bisa mengembangkan industri perfilman lokal melalui kolaborasi dan dikusi dengan komunitas. Ungkap Derek Tan, Co-Founder Viddsee.

Baca juga:  Inilah Harga Tiket untuk Menyaksikan Penampilan Scorpions dan Whitesnake di Stadion Kridosono -JogjaROCKarta

Senada dengan Viddsee, Head of Marketing iflix Indonesia, Tiara Sugiyono mengatakan “Sejak hadir di Indonesia 3.5 tahun yang lalu, iflix selalu mendukung industri film nasional, dan melalui dukungan kami terhadap kompetisi LA Indie Movie 2019 ini, kami sangat senang dapat menayangkan film-film karya para sineas muda Indonesia. Harapan kami, hasil karya para sineas muda ini dapat disaksikan oleh banyak orang melalui platform iflix, dan menginspirasi lebih banyak sineas Indonesia untuk terus berkarya.”

Rangkaian acara LA Indie Movie 2019 di JAFF tahun ini masih dilanjutkan dengan program Edutalk bertajuk “The Future of Short Movie in Digital Platform” yang dilaksanakan pada 23 November 2019 di Hotel Horizon Yogyakarta pukul 16.00 WIB. Dalam acara tersebut hadir narasumber Ismail Basbeth dan Adhyatmika (Filmmakers dan produser LA Indie Movie 2019), Krishto Damar Alam (Executive Producer – iflix Indonesia) dan Arie Kartika Sari (Content Manager – Viddsee Indonesia).

Film Pendek La Indie Movie 2019 Gala Premiere di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2019

Sinopsis

  • Konsipirasi Gaib

Wowo dan Cong adalah sepasang makhluk gaib yang eksistensinya semakin menurun. Suatu malam mereka memutuskan untuk menakuti Budi, seorang influencer yang sedang asik menonton Youtube di rumahnya, agar mereka berdua menjadi viral dan kembali ditakuti banyak orang.

  • #Instalie

Haikal adalah seorang fotografer dan juga pacar dari Laras, seorang selebgram. Sebagai seorang Instagram boyfriend, ia setia memotret untuk Laras dan membantunya menjadi influencer yang semakin tenar. Suatu hari, Laras mendapat undangan untuk menghadiri pesta perayaan subscriber seorang YouTuber ternama. Sebuah pertemuan dengan seorang perempuan misterius di pesta tersebut akhirnya menguji hubungan Haikal dan Laras, dan berakhir membuat hidup mereka porak poranda.

  • Nasintel

Dua agen rahasia, Sara dan Wicak, menyamar sebagai tukang nasi goreng ketika mendapatkan misi mengintai gudang yang disinyalir sebagai tempat penyimpanan narkoba. Namun, seorang influencer terkenal mengacaukan rencana mereka ketika me- review nasi goreng mereka dan membuatnya menjadi viral. Apakah penyamaran mereka bakal terbongkar?

Baca juga:  Paperu: Pameran Perupa Muda, Sajian Pameran Seni di Lapangan Futsal

Bagaimana cara mereka membongkar sindikasi narkoba tersebut?

Tentang LA Indie Movie

LA Indie Movie (LAIM) adalah wadah bagi sineas muda Indonesia yang aktif menyelenggarakan filmmaking workshop dan short movie festival sejak tahun 2007. Kegiatan yang telah banyak menghasilkan profesional di dunia perfilman tanah air ini pada tahun 2018 berkumpul kembali dengan bendera Lingkar Alumni Indie Movie (LAIM). Fokus dari LAIM adalah memperkenalkan pembuatan film, mulai dari pengembangan cerita sampai profesi yang terlibat di dalamnya dan memberikan kesempatan generasi muda untuk terlibat dalam dunia film independen khususnya film pendek serta mempromosikan bakat-bakat yang muncul beserta karya mereka.

Tentang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF)

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) adalah festival film Asia di Indonesia yang berfokus pada pengembangan sinema Asia. Festival ini tidak hanya berkontribusi untuk memperkenalkan sinema Asia kepada publik yang lebih luas di Indonesia, tetapi juga memberikan ruang bagi persimpangan berbagai sektor seperti seni, budaya, dan pariwisata. Sejak awal, JAFF telah bekerja erat dengan NETPAC (Jaringan untuk Promosi Bioskop Asia), sebuah organisasi di seluruh dunia dari 30 negara anggota. Berkantor pusat di Kolombo Srilanka, NETPAC adalah organisasi film dan budaya pan-Asia yang melibatkan kritikus, pembuat film, pengorganisasian dan kurator festival, distributor dan peserta pameran, serta pendidik. Ini dianggap sebagai otoritas terkemuka di sinema Asia. []

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Jaring Acara


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *