Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Festival Kebudayaan Yogyakarta Tahun 2020 Mulanira2

Siap Digelar Festival Kebudayaan Yogyakarta Tahun 2020 MULANIRA2 | Akar Hening di Tengah Bising


Diunggah oleh Jaring Acara pada tanggal 7 September 2020   (590 Readers)

Selama 30 tahun FKY merupakan singkatan dari Festival Kesenian Yogyakarta, namun kemudian sejak tahun 2019 yang lalu ia menjelma menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta. Ialah gelaran seni budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dihadirkan secara rutin setiap tahun di tengah-tengah masyarakat umum sebagaimana pesta rakyat pada umumnya.

Sebagai helatan rutin tahunan tentu Festival Kebudayaan Yogyakarta tahun 2020 semacam menjadi ‘keharusan’ (dalam tanda kutip) untuk tetap diselenggarakan, apapun dan bagaimanapun situasinya, termasuk ketika kita sedang dalam kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru akibat mewabahnya pandemi COVID-19 kali ini. Tantangan tak seperti biasanya pasti akan ada, namun tak berarti kegiatan harus lantas menyerah. Sebagai contoh adanya imbas pandemi yang pada akhirnya membuat helatan FKY tahun 2020 menjadi sedikit agak mundur waktu pelaksanaannya, yaitu ketika FKY biasanya digelar pada sekitar Juni ataupun Juli, maka di tahun 2020  kali ini ia dihelat pada akhir bulan September.

Menghadapi ragam tantangan yang ada di tahun 2020 ini, Festival Kebudayaan Yogyakarta tahun 2020 tak hendak memusingkan diri dengan terlalu muluk-muluk meluncurkan tema, karena itu, masih serupa dengan satu tahun sebelumnya, tema MULANIRA menjadi tema yang diusung kembali, sehingga ada angka 2 yang menyertai tema tersebut, di mana #MULANIRA2  pada Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2020 ini juga masih tetap disertai lagi dengan judul “Akar Hening di Tengah Bising”.

Seperti tahun sebelumnya, MULANIRA merupakan kata yang diambil dari bahasa Jawa kuno, dan memiliki makna wiwitan atau pada mulanya. Pada tahun 2020 kali ini ia tetap dipagut karena masih selaras dengan tujuan helatan FKY, yaitu guna mengenalkan beragam kebudayaan di Yogyakarta, utamanya dalam kondisi di tengah-tengah tuntutan waktu untuk tetap harus membaca situasi dan kondisi serta tantangan adaptasi ruang hidup dalam situasi pageblug.

Latar-belakang wabah Covid-19 yang menjangkiti semua belahan dunia memaksa lahirnya kebiasaan baru, pun dengan pagelaran FKY 2020. Bahwa festival yang pada wkatu-waktu sebelumnya digelar secara leluasa dalam mengundang kerumunan ini kini harus diselenggarakan dengan format berbeda. Semua pertunjukan dan pameran disajikan dengan konsep daring alias online melalui website www.fkymulanira.com dan luring/offline dengan menghadirkan program melalui televisi dan radio.

Terkait dengan konsep penyajian melalui dua media itu Paksi Raras Alit selau Direktur Utama Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 menjelaskan pula bahwa laman website www.fkymulanira.com bakal menjadi venue utamanya. Namun, khusus untuk Pameran Seni Rupa yang juga merupakan sajian andalan FKY tahun 2020 akan tetap dihadirkan secara langsung dengan batasan kunjungan dan protokol kesehatan.

Di lain sisi dapat diketahui bahwa dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2020 merupakan helatan yang panjang bagi pameran seni rupa berjuluk ARTJOG, di mana ia dahulu terlahir juga sebagai anak kandung FKY. Sebaliknya, tahun 2020 kali ini menjadi pagelaran terpendek bagi Festival Kebudayaan Yogyakarta tahun 2020, di mana ia hanya diselenggarakan dengan waktu selama 6 hari, yaitu mulai tanggal 21 sampai dengan 26 September 2020.

Preskon Festival Kebudayaan Yogyakarta Tahun 2020

Makna Judul Akar Hening di Tengah Bising

“Akar Hening di Tengah Bising” yang menjadi judul pada Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 kali ini dapat dimaknai sebagai pengingat. Bahwa se-riuh apapun kondisi yang harus kita jalani akibat situasi pandemi seperti sekarang, kita tetap memiliki ruang dalam mengupayakan produksi pengetahuan, memperlebar celah-celah ruang yang menghidupi kekuatan bertahan warga dan mempertajam daya baca kita. Hal itu sebagaimana dipaparkan oleh Paksi Raras Alit, bahwa akar yang bergerak hening tak ubahnya kondisi kita dalam diam, namun tetap harus melakukan sesuatu yang menakjubkan di tengah situasi kondisi bising saat ini.

Baca juga:  Pembukaan Pekan Seni Grafis Yogyakarta 2019 Ditandai dengan Mencetak Logo Pameran

“Mengusung semangat yang sama di tengah pandemi Covid-19 ini FKY harus tetap terselenggara seperti layaknya sebuah festival dengan mengikuti protokol kesehatan dan pemanfaatan teknologi digital,” papar Paksi.

Masih sesuai dengan pemaparan Paksi, transformasi Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 ke panggung virtual ini mempunyai tantangan tersendiri baginya, pasalnya ia juga menilai bahwa tak semua kegiatan seni dan budaya bisa dinikmati ketika medianya berganti.

“Contohnya pameran seni, pameran itu dinilai kehilangan rasa jika disajikan melalui virtual. Pengunjung pameran terbiasa menikmati secara detail karya-karya di pameran, untuk itu pameran seni rupa tetap dihadirkan secara langsung,” tutur Paksi.

Sajian Pameran Seni Rupa

Pameran Seni Rupa ‘Akar Hening di Tengah Bising’  pada helatan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 kali ini area penyelenggaraannya berlokasi di Kompleks Museum Sonobudoyo, dengan agendanya dimulai pada 21 – 26 September 2020, tepatnya pukul 10.00 – 18.00 WIB.

Pameran Seni Rupa Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 ini disajikan secara langsung on the spot (on ground) namun dibatasi pengunjungnya, serta disuguhkan secara virtual pula. Hadir sebagai peserta pameran ada sjumlah 33 seniman dengan ragam sebaran medium mulai dari lukisan, patung, instalasi, fotografi, audio visual, dan performance yang ditampilkan dengan format kunjungan langsung dan kunjungan virtual melalui website www.fkymulanira.com.

Untuk penyajian secara langsung dan bukan virtual pada seni rupa FKY ini bakal diberlakukan aturan selama kunjungan, di antaranya adalah pemeriksaan suhu tubuh, pengaturan jarak orang, durasi lama kunjungan, dan jumlah pengunjung. Ada pembatasan kunjungan, yaitu 30 orang per sesi dan harus melakukan registrasi terlebih dahulu, serta diwajibkan mengenakan masker.

Sementara beberapa seniman yang berpartisipasi dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta tahun 2020 kali ini antara lain adalah Sugeng Oetomo, Bioscil, The Freak Show Man, Wok The Rock, Timoteus Anggawan Kusno, Handiwirman Saputra, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Gintani Nur Apresia Swastika selaku Direktur Kreatif Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 memaparkan bahwa guna tetap menjaga sensasi datang ke pameran secara langsung, FKY tetap menghadirkan galeri virtual dengan pemanfaatan teknologi kamera 360°. Gintani juga menjelaskan, seniman khususnya di Yogyakarta menjadi target FKY 2020 untuk turut berperan aktif dalam upaya pemulihan serta para pekerja seni yang terdampak Covid-19.

Di samping itu, Manajer Pameran Seni Rupa Sukma Smita juga mengungkapkan bahwa pameran seni rupa di helatan FKY tahun 2020 ini menjadi menarik karena salah satunya menghadirkan Sugeng Oetomo, yaitu seorang penata lampu pertunjukan, ia melakukan kerja artistik di belakang panggung yang jarang dilihat audiens. Menarik tak lain karena praktik kerja beliau ini sangat sejalan dengan semangat Akar Hening di Tengah Bising. Kecuali Sugeng Oetomo, ada pula Bioscil.

“Kemudian ada Bioscil, yaitu pegiat film yang fokus memberikan edukasi tontonan pada anak-anak di sekolah dan kampung-kampung, aktivitas mereka didasarkan atas kegelisahan pada tontonan anak-anak hari ini yang tidak sesuai dengan usia mereka,” jelas Sukma.

Baca juga:  Konser Amal dari Rumah Bertajuk 'Sobat Ambyar Peduli' oleh Didi Kempot Ajak Masyarakat Menahan Penyebaran Virus COVID19 dengan Menunda Pulang Kampung

Perihal media-venue, kecuali cara penyajiannya menerapkan metode online di situs www.fkymulanira.com, Festival Kebudayaan Yogyakarta tahun 2020 kali ini juga dapat dinikmati melalui televisi dan radio.

Preskon Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

Program Pertunjukan

Tentang program pertunjukan pada helatan FKY tahun 2020 kali ini, di awal juga disajikan kegiatan ‘Pra Event’, yang di dalamnya ada dua sajian. Yaitu yang pertama adalah program LOCAL HEROES ‘The Produk Gagal’, dan sebagai program pra event kedua yaitu NAFAS TANAFAS ‘Jamaluddin Latif, Wasis Tanata dan Ismoyo Adhi’.

The Produk Gagal merupakan salah satu ‘Band Papan Atas Dengan Kemampuan Terbatas’. Secara khusus band janaka asal Yogyakarta ini akan hadir untuk memeriahkan gaung pra event FKY Mulanira 2 dengan tajuk “LOCAL HEROES”. Pengemasannya  dalam aliran berasa orkes moral, tingkah laku mereka dan lagu-lagu humoris dapat disaksikan secara virtual melalui www.fkymulanira.com mulai pada tanggal 7 September 2020 Pukul 16.00 WIB.

Sementara untuk program pra event kedua yaitu NAFAS TANAFAS ‘Jamaluddin Latif, Wasis Tanata dan Ismoyo Adhi’ adalah pertunjukan kolaborasi lintas disiplin seni antara Jamaluddin Latif (Actor/Creator), Wasis Tanata (Drummer & Musician), dan Ismoyo Adhi (Photographer & Visual Artist) melalui gerak tubuh, bunyi dan visual di alam imajinasi yang dihadirkan secara 360°. Persembahan ketiga sosok bertalenta itu bisa dinikmati pada tanggal 14 September 2020 Pukul 16.00 WIB.

Ifada Fauzia yang merupakan Produser Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 mengungkaplan bahwa dengan mengambil judul “NAFAS TANAFAS” sebagai pembacaan atas subjudul FKY 2020 “Akar Hening di Tengah Bising”, ia sangat menarik untuk disaksikan secara virtual, yaitu melalui www.fkymulanira.com.

FKY juga menghadirkan RADIO FKY pada 21 sd 26 September 2020. Live on air pertunjukan harian berbasis suara dan streaming dari Citraweb yang akan disiarkan virtual melalui www.fkymulanira.com. Dengan Narasumber dan talent adalah Pelaku seni budaya yang dipilih oleh FKY dan pelaku seni budaya perwakilan dari Dinas Kabupaten/Kota. Radio FKY akan disiarkan dari; Radio Geronimo 106.1FM, Radio Swaragama 101.7FM, Radio Jogja Family 100.9FM, Radio GCD 98.6FM, dan Radio Retjo Buntung 99.4FM.

Radio FKY selama 6 hari akan menghadirkan pertunjukan musik dan juga talkshow interaktif dengan nama-nama seperti: grup band FSTVLST, Bakudapan Food Study Grup, Iwan RS (Pendongeng), Waribi (Praktisi Pawang Hujan), Albert Deby (Pawang Nama), Agustin (Self Healing YOGA), Eka Zulkifar & Geast YK, DOM65, Lintang Enrico & XXL Chicken, Stand Up Comedy UNY, Forum Aktor Yogyakarta, Rudy Wiratama, Latief S. Nugraha, Rumah Dongeng Mentari, Jogja Koes Plus Community, AdakalaNya, Hasoe, Sindhen: Siswati Dancis, Wok the Rock dan Jaeko.

Khusus di Radio Retjo Buntung FKY 2020 menghadirkan Sayembara Kethoprak oleh Kelompok Kethoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya dengan judul ‘Sumilaking Pedhut’. Akan disiarkan DocuSeries seputar Kethoprak Tobong dengan cerita-cerita dibalik pembuatan dan proses adaptif mereka dalam alih media dari pertunjukan ketoprak ke sandiwara radio yang akan ditayangkan melalui www.fkymulanira.com. Akan disiarkan 3 kali sehari dari tanggal 21 sd 26 September 2020 dengan hadiah menarik untuk para pendengar.

Baca juga:  Erasmus Huis Dance Event (EHDE) bersama Thomas Newson Digelar di Yogyakarta

“Selain itu FKY 2020 juga menghadirkan program-program interaktif berupa talkshow dan penayangan program highlight pelaksanaan FKY 2020 baik dari provinsi maupun dinas kabupaten di Jogja TV. FKY TV akan hadir pada 21 sd 26 September 2020, setiap pukul 19.30 sd 20.30 WIB,” imbuh Ifada.

Preskon Festival Kebudayaan Yogyakarta Mulanira2

Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

Selalu produser, Ifada juga memaparkan bahwa perihal pembukaan FKY 2020, ia bakal digelar di Museum Sonobudoyo dan disiarkan secara langsung melalui laman website www.fkymulanira.com, yaitu pada pukul 17.00 WIB.

Mereka yang akan tampil pada pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 tersebut adalah karya kolaborasi Landung Simatupang (teater), Kunto Aji (musik), Lintang Kenalirangkaipakai (seni rupa) dan Anter Asmoro Tedjo (Tari).

“Seniman-seniman lintas generasi dan lintas disiplin seni tersebut akan berkolaborasi menciptakan karya yang berangkat dari sebuah puisi berjudul “Langkah Tak Berhenti” karya Landung Simatupang,” papar Ifada.

Puisi “Langkah Tak Berhenti” sendiri pernah memperoleh penghargaan sebagai pemenang dalam lomba penulisan puisi Yogyakarta pada tahun 1978.

Sedangkan untuk highlight acara, FKY 2020 akan menghadirkan,

  • Sayembara Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya ‘Sumilaking Pedhut’ di Radio Retjo Buntung 21-26 September 2020.
  • Pertunjukan Orkes Musik Keroncong Sinten Remen feat Endah Laras ‘Ora Obah Ora Mamah’. Ditayangkan dari Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) pada 24 September 2020. Pertunjukan musik ini bisa disaksikan secara virtual melalui www.fkymulanira.com.
  • Web Binar Konferensi Pertunjukan dan Teater Indonesia.

Kompetisi Seni Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 #MULANIRA2

Salah satu upaya Festival Kebudayaan Yogyakarta untuk tetap menggandeng masyarakat dalam penyelenggaraannya adalah dengan mengadakan Program Kompetisi Mulanira. Program Kompetisi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk berpartisipasi aktif sehingga acara yang dilaksanakan secara daring dan luring ini tetap bisa ikut dirasakan manfaatnya dan memiliki makna langsung. Ragam kompetisi memiliki makna sebagai bentuk wujud apresiasi dan wadah kreasi untuk masyarakat. Program Kompetisi Mulanira meliputi 5 bidang kompetisi yaitu Tari Kreasi Mulanira, Mulanira Photo Challenge, Kompetisi Cerpen Mulanira, Dhagelan Basa Jawa, dan Hand Lettering Aksara Jawa.

  • Periode Kompetisi Tari, Dhagelan, Hand lettering & Cerpen: 25 Agustus – 23 September 2020
  • Periode Photo Challenge: 7 – 26 September 2020 u 23.59 WIB.

Formulir Pendaftaran: Unduh di laman web www.fkymulanira.com/kompetisi.

Kompetisi tersebut akan memperebutkan hadiah uang tunai;

  1. JUARA 1: Rp 5,000,000,-
  2. JUARA 2: Rp 3,000,000,
  3. JUARA 3: Rp 2,500,000,-
  4. JUARA 4: Rp 2,250,000,-
  5. JUARA 5: Rp 2,000,000,-
    (Hadiah potong pajak).

Pasar Seni Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020

Sebagai wujud dalam mengapresiasi pelaku ekonomi kreatif dan kuliner, FKY 2020 memfasilitasi dengan menghadirkan Direktori Pasar Kuliner, Pasar Kreatif, dan Oleh-oleh FKY yang bisa diakses di laman www.fkymulanira.com

Demikian mengenai Festival Kebudayaan Yogyakarta tahun 2020 dengan suasana berbeda dan tak seperti tahun-tahun sebelumnya ini. Selanjutnya mengenai nformasi dan keterangan lebih dapat diperoleh dengan mengakses Instagram | Twitter: @infofky, FB | Youtube: Festival Kebudayaan Yogyakarta, atau menghubungi narahubung di nomor 0812 3863 6196.  Selain itu bisa pula datang langsung dengan menerapkan protokol kesehatan di Sekretariat FKY 2020 yang beralamat di Museum Sonobudoyo Unit 1 Jl. Pangurakan No. 6 Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta 55122. []

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Jaring Acara


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *