Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Festival Bregada Nusantara 2019 Patmanaba

Festival Bregada Nusantara 2019 Patmanaba Mengusung Tema ‘Millennial Meet Traditional’


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 19 September 2019   (173 Readers)

Festival Bregada Nusantara ke-3 yang dihelat pada tanggal 22 september 2019, merupakan perhelatan yang muncul pertama kali pada tahun 2017 silam, yaitu seiring dengan penyelenggaraan Lustrum XV SMA Negeri 3 Yogyakarta atau lebih dikenal dengan julukan SMA Padmanaba. Festival Bregada Nusantara 2019 yang muncul seiring dengan Lustrum ke-15 SMA 3 Jogja tersebut menjadi wujud sumbangsih dari pihak KBAP alias Keluarga Besar Alumni Padmanaba kepada Yogyakarta sebagai tempat organisasi ini berdiri.

Lalu kenapa bentuk sumbangsih wujudnya haru dalam bentuk Festival Bregada Nusantara?

Alasannya tak lain karena hendak mengakomodasi kegiatan budaya yang bisa diikuti oleh siswa menengah sekaligus memberikan wadah kereatifitas serta eksistensi para siswa. Hal itu tentu sangat relefan, apalagi jika mengingat bahwa Yogyakarta merupakan tempat yang sarat akan kebudayaan. Selanjutnya terkait dengan latar-belakang tersebut, maka pada awal kemunculannya, ia sejatinya memiliki nama Festival Bregada Siswamadya, yang itu mewadahi pula lomba kreativitas siswa tingkat SLTA, baik SMA pun SMK. Wujudnya adalah menafsirkan sekaligus mempertontonkan Bregada dari masing-masing institusi sekolah.

Festival Bregada Nusantara 2019 Patmanaba Mengusung Tema 'Millennial Meet Traditional'Satu tahun kemudian, yaitu 2018, terbukti animo masyarakat dalam mengikuti kegiatan bregada siswamadya ini cukup tinggi. Hingga selanjutnya ada banyak pihak yang melirik kegiatan itu untuk dikembangkan. Bukan saja hanya pihak alumni yang menghendaki hal tersebut, akan tetapi juga pihak ‘kerajaan nusantara’, dan bahkan juga pihak perusahaan menjadi tertarik untuk bergabung dalam pawai yang diselenggarakan di sepanjang Jalan Malioboro tersebut.

Melihat animo dan antusiasme masyarakat sebagaimana disebutkan di atas, maka pada tahun 2018 pula, gelaran Festival Bregada Siswamadya ditingkatkan menjadi Festival Bregada Nusantara. Peserta yang turut berpartsipasi pada waktu itu antara lain adalah kerajaan/wakil daerah di nusantara, bregada SMA/SMK peserta lomba, bregada desa wisata, bregada alumni, dan juga bregada corporate. Melihat hal ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tak luput dalam memberikan dukungannya. Bahkan Kementrian Pariwisata juga tak mau ketinggalan.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Pariwisata tersebut memberi dukungan  tentu alasannya mudah ditebak, yaitu karena helatan Festival Bregada Nusantara ini dapat memuat beragam manfaat, baik dari segi pendidikan pun kepariwisataan.

Mini Festival di ‘Festival Bregada Nusantara’ Usung Tema ‘Milenial Meet Traditional’

Memasuki tahun ke-3, pihak penyelenggara pun seolah tak mau membuang kesempatan. Event Festival Bregada Nusantara akan kembali ditingkatkan kapasitasnya, yaitu salah satunya adalah dengan membuat mini festival sebagai tambahan kegiatan yang telah ada, baik berujud pawai ataupun lomba untuk sekolah menengah.

Baca juga:  Musik Elektronik “STEALTH” pada FKY 30 Sebagai Musik Penanda Zaman

Gelaran mini festival ini akan ditempatkan dengan memilih lokasi di seputar Alun-alun Utara Yogyakarta, tak jauh dari tempat diadakannya perlombaan bregada.

Seiring dengan gelaran Festival Bregada Nusantara tahun 2019 yang mengusung tema ‘Milenial Meet Traditional‘ ini terdapat harapan juga, yaitu munculnya geliat dari para generasi muda dan kaum milenial untuk menyukai dan mempelajari kembali budaya dan tradisi yang saat ini telah banyak ditinggalkan. Karena itu, guna menarik kaum milenial tersebut, pawai masih tetap diselenggarakan di sepanjang Jalan Malioboro, tepatnya berawal dari area Abu Bakar Ali, menuju Titik 0 Kilometer Jogjakarta, dan berakhir di seputar Alun-alun Lor. Artinya, eksistensi menjadi tetap terjaga bagi para milenial saat ini, sehingga mampu memantik mereka yang menyaksikan untuk kemudian menggeliat kembali dalam suasana budaya tradisional yang adiluhung tersebut. Pawai itu sendiri, setiap kontingen jumlahnya maksimal adalah 30 orang yang diiringi oleh musik.

Hal di atas sesuai dengan yang dipaparkan oleh Ganang Adjie -selaku Ketua panitia- pada saat acara jumpa pers di Hotel Neo. Ia memberikan pernyataan terkait dihelatnya Festival Bregada Nusantara 2019 ini, bahwa harapannya adalah agar anak-anak muda dapat menyukai dan mempelajari kembali budaya tradisional yang saat ini sudah banyak ditinggalkan.

Baca juga:  Nusasonic Crossing Aural Geographies

“Acara ini digelar dengan tujuan untuk kembali belajar sekaligus sebagai ajang eksistensi Millennial. Caranya ya dengan pawai dan festival ini”, Ganang menuturkan.

Kecuali dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Pariwisata, gelaran Festival Bregada Nusantara ini juga didukung penuh oleh pihak Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang notabene merupakan sumber dari kebudayaan berujud bregada itu sendiri.

Festival Bregada Nusantara 2019 Patmanaba Mengusung Tema 'Millennial Meet Traditional'KGPH Notonegara atau akrab pula dipanggil Kanjeng Gusti Noto selain sebagai alumni SMA Padmanaba juga merupakan sosok yang berlaku sebagai wakil dari Keraton memaparkan, bahwa ada harapan ke depan dari diselenggarakannya Festival Bregada Siswamadya bisa diikuti semakin banyak peserta, khususnya dari daerah Istimewa Yogyakarta. Mengingat dalam bregada ini para generasi milenial bakal mendapatkan kembali pelajaran terkait filosofi budaya, proses kreatif, skill pun keahlian, kedisiplinan dan kerjasama tim. Sehingga hal itu dapat memberi dukungan dalam pembentukan satu bregada yang utuh.

Dalam acara jumpa pers yang digelar Kamis 18 September 2019 bertempat di Lantai 9 Hotel Neo Yogyakarta tersebut, Hendri Saparini selaku Ketua Keluarga Besar Alumni Padmanaba juga menjelaskan perihal tema. Bahwa “Millennial Meet Traditional” diusung sebagai tema pada helatan Festival Bregada Nusantara tahun 2019 ini, harapannya adalah bahwa melalui tema ini, anak-anak muda di Jogja dapat mengenal Bregada sekaligus mampu melestarikannnya. Masih sesuai dengan pemaparan Ibu Hendri Saparini, gelaran Festival Bregada Nusantara tahun 2019 ini juga menjadi salah satu puncak rangkaian acara guna memperingati HUT ke-77 SMA Negeri 3 Yogyakarta alias SMA Padmanaba.

“Malam hari sebelum festival bregada kami juga melaksanakan tasyakuran, kemudian pagiharinya dilanjutkan dengan upacara bendera yang dipimpin oleh alumni dalam naungan Padmanaba”, Hendri menuturkan.

Baca juga:  Dapatkan Tiket Terusan Menonton "Motel Acacia" Sebagai Film Penutup JAFF -14th Jogja-NETPAC Asian Film Festival

Di lain sisi, R. Heru Adi Prasetya yang berlaku sebagai salah satu pengajar di SMA Negeri 3 Yogyakarta menyatakan harapannya juga, bahwa dari Festival Bregada ini semoga mampu menjadikan siswa tidak hanya bertambah ilmu secara akademis, namun lebih dari itu, siswa juga lebih bisa berkarakter sekaligus menjunjung tinggi kebudayaan. Selain itu, siswa juga berdaya-tahan tinggi, serta memiliki daya juang dalam mencapai cita-cita pun impian di masa depan.

Festival Bregada Nusantara 2019 Patmanaba Mengusung Tema 'Millennial Meet Traditional'Ikhwal perlombaan pada Festival Bregada Nusantara 2019 ini telah disediakan beberapa piala yang dipersebutkan peserta, di antaranya adalah piala dari Kementerian Pariwisata, piala dari Kementerian Pendidikan RI, piala dari Gubernur DIY, serta  piala dari Keluarga Besar Alumni Padmanaba. Perebutan piala itu dinilai fokusnya pada kreativitas gerak, penampilan barisan, atraksi, musik iringan, serta kostum yang dikenakan.

Dari pihak tuan rumah, yaitu Bregada Siswa Padmanaba dan Bregada Guru Padmanaba, penampilannya pada pawai Festival Bregada Nusantara 2019 ini bakal dimeriahkan oleh barisan Anglosita Brass yang berlaku sebagai pengiring musik.

Tak berhenti dari peserta akademisi, karena selain bakal turun Bregada Alumni dan Bregada Corporate, akan turun pula Bregada Kraton Jogja, dan akan dihadirkan juga Bregada dari Kasultanan Cirebon serta Bregada dari Baluwarti Surakarta. Dan tak kalah menarik adalah persembahan Bregada unik Imperial Army yang berasal dari cerita Star Wars.

Kecuali disediakan papan photo-booth di area Alun-Alun Utara Jogjakarta, mengenai penampilan di atas panggung pada puncak acara di hari Minggu 22 September 2019, telah menyatakan kesediaannya untuk turut ambil bagian dalam meramaikan Festival Bregada Nusantara tahun 2019 ini adalah Marzuki Mohammad dan kawan-kawan yang tergabung di bawah bendera ‘Jogja Hiphop Foundation‘. Mereka/Ia dipilih karena latar-belakangnya sebagai generasi muda yang telah terbukti tetap merawat serta “nguri-uri kabudayan” Jawa. [uth]

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *