Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
ARTJOG MMXXII Expanding Awareness | Y. Eni Lestari Rahayu (Dinas Kebudayaan DIY)

Tema Expanding Awareness Merupakan Muara Rangkaian ARTJOG Arts in Common Sekaligus Menjadi Gerak dalam Memperluas Kesadaran dengan Kritis dan Interaktif


Diunggah oleh Utroq Trieha pada tanggal 1 July 2022   (370 Readers)

Dua tahun lebih menghadapi pandemi yang hingga kini juga masih belum bisa memahami arti kata ‘normal’ tak pelak membuat ranah seni budaya di Jogjakarta kendor menggeliat. Tetapi, lebih dari dua tahun itu pula menjadi waktu yang sudah lebih dari cukup untuk kita mengendurkan semangat berkarya, bahkan nyaris tak berbuat apa-apa. Karenanya, ketika beberapa event seni budaya sudah digelar, yang salah satunya adalah gelaran musik Prambanan Jazz Festival, maka sangat tepat ketika helatan seni kontemporer bertajuk ARTJOG pun kembali muncul mengobati para pecinta dan pengggiat seni budaya, yaitu dengan mengusung tema Expanding Awareness.

Pemilihan tema Expanding Awareness untuk gelaran ARTJOG tahun 2022 sejatinya juga telah disosialisasikan pihak penyelenggara pada awal bulan Februari 2022 silam, yaitu bersamaan dengan dibukanya ‘open submission” bagi para seniman yang berminat berpartisipasi di perhelatan seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia dan rutin digelar setiap tahun dengan tempat di Jogja National Museum (JNM) ini.

Agenda diselenggarakannya ARTJOG di tahun 2022 kali ini bisa dikatakan lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu digelar selama kurang-lebih 3 bulan. Dimulai pada tanggal 7 Juli 2022 dan bakal berakhir pada tanggal 4 September 2022. Waktu permulaannya adalah tiga hari selepas digelarnya helatan konser musik jazz Prambanan Jazz festival 2022 yang berlokasi di area plataran Candi Prambanan, 1 hingga 3 Juli 2022.

ARTJOG MMXXII_Yayasan HPM, Kurator, dan Founder

Sehubungan dengan diselenggarakannya ARTJOG tahun 2022 yang mengusung tema Expanding Awareness tersebut, maka pada hari Kamis tanggal 30 Juni 2022 telah diselenggarakan acara jumpa media alias Press Conference yang bertempat di area Barley and Barrel Beer Garden, Artotel Suites Bianti Yogyakarta. Hadir sebagai narasumber jumpa pers tersebut antara lain adalah Heri Pemad, Agung Hujatnikajennong, Gading Paksi dan seniman komisi ARTJOG MMXXII, Christine Ay Tjoe.

Tidak hanya itu, beberapa seniman partisipan seperti Jogja Disability Arts dan Ba(WA)yang juga turut hadir menceritakan tentang karya yang akan dipamerkan di ARTJOG tahun 2022 ini. Tak lupa pemangku kepentingan juga turut diketengahkan, antara lain adalah pejabat dari Dinas Kebudayaan Provinsi DIY dan juga Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur yang mewakili Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tentang Memperluas Kesadaran

Dua tahun seiring pandemi covid merebak, sejatinya ARTJOG tetap ada dan diselenggarakan. Hanya saja memang dengan presentasi terbatas dan tak bisa dikunjungi langsung (secara offline) oleh publik penikmatnya. Dengan tak hendak menghilangkan gelaran ARTJOG 2020 dan 2021 yang dibuka hanya untuk ditutup –karena regulasi pemerintah yang tak mengijinkan terjadinya kerumunan– tersebut, maka tahun 2022 kali ini ARTJOG hadir memposisikan diri sebagai muara dari rangkaian ARTJOG arts-in-common yang diselenggarakan sejak 2019 dalam triplet tematik ‘ruang’ ‘waktu’ dan ‘kesadaran’. Karena itu, diusunglah judul “Expanding Awareness”, yang secara harfiah bisa saja diterjemahkan sebagai “sebuah perpanjangan sekaligus perluasan dari bentuk kesadaran pribadi kita”.

Gagasan dari judul “Expanding Awareness” yang antara lain berbicara mengenai perluasan kesadaran ini merupakan jalan masuk, tidak hanya untuk melakukan refleksi pada hal-hal yang terjadi dan kondisi aktual hari ini, akan tetapi juga perihal memahami apa-apa yang belum terjadi dan masih perlu diupayakan pada waktu-waktu mendatang.

Dapat dipahami bahwa dalam festival sebagaimana gelaran ARTJOG ini, kesenian dapat menjadi antarmuka untuk percakapan dan pertukaran pengetahuan sekaligus instrumen yang mempengaruhi seseorang untuk bertindak. Karya-karya yang dipamerkan dan rancangan program-programnya kali ini mengusung semangat menemukan sensibilitas kesadaran hidup bersama secara adil dan setara, tidak hanya di antara sesama manusia, akan tetapi juga seisi alam. Pandemi telah menunjukkan secara lebih jelas kepada kita betapa tatanan dunia selama ini dipenuhi ketimpangan dan ketakseimbangan yang digerakkan secara dominan oleh elitisime dan eksklusivisme yang cenderung menyisihkan dan menindas. Berkaca pada pengalaman itu pula, maka ia menjadi momen tepat untuk bergerak membuka sekat-sekat yang sudah terlalu lama mengurung praktik kesenian ke dalam klasifikasi-klasifikasi dan hirarki.

ARTJOG MMXXII Heri Pemad & Agung Hujatnikajennong

Perihal Inklusivitas Karya Anak dan Disabilitas

Di tahun 2022 kali ini, ARTJOG hendak berupaya mendorong perluasan kesadaran tentang inklusivitas. Semangat ini juga diwujudkan dalam rancangan festival dari perumusan konsep, pemilihan seniman, fasilitas ruang pamer dan infrastruktur fisik, hingga pelaksanaan program-programnya. Selama masa persiapan, tim kurator ARTJOG dan segenap staff program banyak menimba pengalaman dan pengetahuan dari para penggerak inklusivitas di Yogyakarta, termasuk dengan kelompok JDA (Jogja Disability Arts) dan Sanggar Seni Komunitas Tuli Ba(WA)yang.

Melalui sejumlah pertemuan dan lokakarya, mereka memberi masukan yang berharga pada rancangan pelaksanaan pameran harian hingga soal bagaimana seharunya berinteraksi dengan para pengunjung. ARTJOG ingin membangun kesadaran bersama melalui interaksi yang didasarkan pada penghargaan atas kehadiran dan kesetaraan.

Hal di atas persis sebagaimana yang dikatakan oleh ST Sunardi dalam kesempatan sebagai salah satu narasumber di acara sosialisasi ARTJOG awal bulan Februari 2022 silam. Bahwa berkaitan dengan Expanding Awareness ini. Bahwa kita harus menelaah tentang kesadaran yang dimaksud dalam “arts-in-common”, yang ini bukanlah jenis kesadaran kontemplatif, melainkan kesadaran yang bersifat kritis-interaktif. Kesadaran ini hampir selalu melibatkan liyan yang diajak untuk mengambil keputusan.

Inklusivitas dalam ARTJOG MMXXII juga mencakup upaya untuk melibatkan anak-anak tidak hanya sebagai pengunjung festival, tapi juga partisipan pameran. Melalui mekanisme open-call tim kurator telah menyeleksi sebanyak 14 seniman anak dan remaja yang akan menampilkan karyanya bersama seniman-seniman muda maupun profesional. Di samping itu, terdapat pula karya interaktif yang diperuntukkan bagi anak-anak. Harapannya, interaksi mengenai ruang seni bersama dapat dialami sejak dini.

Agung Hujatnika Jennong selaku salah satu kurator ARTJOG MMXXII menyampaikan bahwa untuk yang pertama kali pihaknya mengampu ARTJOG KIDS sebagai salah satu program yang didedikasikan bagi interaksi dengan pengunjung anak-anak, sebagai pendamping dari program-program lain seperti edukasi dan lokakarya yang memprioritaskan keterlibatan komunitas difabel.

“Sekali lagi, semua ini hanyalah suatu rintisan untuk menjadi inklusif yang tentu saja perlu terus disempurnakan dalam edisi-edisi ARTJOG selanjutnya,” tutur Agung (Jennong) Hujatnika.

ARTJOG MMXXII Jogja Disability Arts

Sajian Karya Interaktif dari Christine Ay Tjoe

Seniman asal Bandung Christine Ay Tjoe menggarap sebuah instalasi yang merupakan proyek komisi khusus tahun ini untuk merespon tema ARTJOG MMXXII: Arts in Common – Expanding Awareness.

Diketahui bahwa selama dua puluh tahun terakhir Ay Tjoe merupakan sosok seniman yang dikenal melalui karya-karya yang memberi perhatian pada kompleksitas hidup manusia. Kali ini ia menghadirkan sebuah karya interaktif yang terinspirasi dari wujud Tardigrada, yaitu hewan air mikroskopis yang mampu menangguhkan metabolismenya ketika situasi lingkungan tidak memungkinkan untuk hidup. Ialah karya yang menggambarkan penghargaan terhadap daya hidup atau resiliensi ini dirancang sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat menyentuh, meraba bahkan memeluknya.

Seperti edisi-edisi sebelumnya, ARTJOG menyajikan karya-karya dengan beragam medium. Para partisipan pameran terdiri 61 seniman individu maupun kelompok dari lintas generasi, antara lain Dolorosa Sinaga, Nunung WS, I Made Bayak, Iwan Yusuf, Nano Warsono (berkolaborasi dengan Jogja Disability Arts), Komunitas Ba(WA)yang, Angki Purbandono dan Alex Abbad, Jay Subyakto, Asha Darra Lawalata, Ivan Sagita, dan masih banyak lagi. Kecuali itu, pengunjung anak-anak juga dapat menikmati karya interaktif dari Tempa.

Program Pendamping Tetap Dihadirkan

Dalam pelaksanaanny, ARTJOG MMXXII akan dibarengi beberapa program pendampingnya yang khas seperti; Weekly Performance, Young Artists Award, Exhibition Tour, Meet the Artist dan Workshop. Selain itu, kegiatan rutin Jogja Art Weeks dan ARTCARE juga kembali diselenggarakan. Setiap minggu akan berlangsung kegiatan-kegiatan yang beragam seperti Exhibition Tour (setiap Senin dan Selasa), Meet the Artist (setiap Kamis dan Jumat), dan program Weekly Performance yang akan hadir setiap akhir pekan dengan penampilan berbagai seni pertunjukan.

Tentang ARTCARE

ARTCARE merupakan sebuah gerakan sosial berbasis komunitas yang menjadi wadah kepedulian antar-sesama. Pertama kali diadakan di tahun 2006, Artcare kembali hadir tahun 2020 dengan semangat membantu sesama terutama kelompok seniman terdampak pandemi Covid-19. Sebuah wadah penjualan karya seni untuk kemanusian, di mana hasilnya akan didonasikan pada pihak yang membutuhkan.

Tentang JAW (Jogja Art Weeks)

Jogja Art Weeks lahir dari keinginan untuk mensinergikan semangat ruang-ruang seni yang berada di wilayah Yogyakarta dan DIY. Sehingga, bagi siapa saja yang ingin mempromosikan dan mempublikasikan kegiatan seni yang berlangsung bersamaan dengan ARTJOG dapat memaksimalkan platform ini.

Berlaku sebagai kurator dari helatan ARTJOG tahun 2022 kali ini masih serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu Bambang Toko, Ignatia Nilu, dan Agung Hujatnika.

Perihal jadwal rinci pun informasi serta keterangan lebih lanjut yang berkaitan dengan helatan ARTJOG MMXXII: Arts in Common – Expanding Awareness ini, bisa diperoleh melalui situs-website www.artjog.id dan juga semua kanal media sosial ARTJOG.[uth]

4.8/5 - (6 votes)

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Utroq Trieha


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.