Pawarta Adicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.
Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, sila simak “Syarat dan Ketentuan“.

HIGHLIGHT
   
Nglarak Blarak

Mengenal Olahraga-Tradisional Lomba Nglarak Blarak dari Kulon Progo Sebagai Perpaduan Edukasi, Prestasi dan Rekreasi


Diunggah oleh Haiki Murakabi pada tanggal 18 Oktober 2019   (733 Readers)

Nglarak Blarak adalah pertandingan olahraga khas, karena awalnya bersifat tradisi dan hanya ada di wilayah Kulon Progo, yaitu yang merupakan permainan anak-anak dan pemuda desa di area perbukitan Menoreh.

Lomba Nglarak Blarak dikenal pula dengan istilah “Lomba NGLABRAK”, di mana ‘nglabrak’ ini bisa didefinisikan sebagai ‘menabrak’ ataupun melawan. Artinya, lomba nglabrak ini juga bisa dimaknai sebagai langkah pembawa semangat dalam melawan segala hal negatif, baik kebodohan maupun ketertinggalan. Termasuk di dalamnya adalah semangat melawan ‘kemiskinan’ yang sejak lama ‘telah melekat’ bagi warga di Kulon Progo, apalagi setelah Gunung Kidul mampu bangkit.

Secara fisik, Lomba Nglarak Blarak ini merupakan permainan dengan menggunakan ‘blarak’, yaitu wujud dahan kelapa yang di sana juga masih terdapat lidi, janur, dan sekaligus pelepahnya.

Lomba Nglarak Blarak

Di sebut sebagai permainan khas dan tradisi Kulon Progo, pasalnya permainan ini tak asing utamanya bagi masyarakat di perbukitan Menoreh, karena di kampung penderes nira-kelapa, blarak masih sangat mudah dijumpai. Di sela menderas nira, bertani, dan juga kegiatan lain, warga perbukitan Menoreh, utamanya anak-anak pun remaja desa, biasanya mengisi waktu luang dengan memainkan pertandingan Nglarak Blarak ini.

Berangkat dari permainan tersebut pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebagai pemangku kepentingan kemudian mengemasnya menjadi sebuah pertandingan yang sekarang ini dapat disaksikan masyaralat luas, ialah Lomba Nglarak Blarak namanya.

Seiring berjalannya waktu, Lomba ataupun pertandingan Nglarak-Blarak sebagai olahraga tradisional yang diangkat Pemerintah Kulon Progo ini pada akhirnya bisa naik daun, apalagi ia dihelat secara rutin dan berantai setiap tahun, yaitu seiring dengan diselenggarakannya MAF alias Menoreh Art Festival. Ia menjadi program Pre-Event dengan sajian lomba penyisihan yang dilakukan keliling dan bergantian di setiap kecamatan se-Kulon Progo, dan kemudian grand-finalnya dihelat saat pembukaan MAF.

Baca juga:  FKY 30 Ditutup dengan Apik

Lomba Nglarak Blarak -Menggelindingkan Keranjang

Apa Saja Alat Peraga pada Lomba Nglarak Blarak?

Sebagai alat peraga yang harus disiapkan dalam permainan nglarak blarak ini, sebagaimana yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo D.I. Yogyakarta adalah sebagai berikut:

  • Pelepah Daun Kelapa
  • Bumbung Alat Penderas Nira-Kelapa
  • Keranjang-Bambu Wadah Kelapa
  • Bilah Bambu
  • Sabut Kelapa
  • Iringan Musik Gamelan

Perpaduan dari beberapa alat peraga di atas itulah yang kemudian bisa disajikan sebagai sebuah kombinasi unik antara olahraga, kesenian, dan budaya sekaligus menjadi hiburan hingga rekreasi.

Lomba Nglarak Blarak

Bagaimana Cara Bermain dan Bertanding dalam Lomba Nglarak Blarak?

Pemain dari Lomba Nglarak Blarak ini jumlahnya ada 4 orang, yaitu tiga orang sebagai penarik pelepah daun kelapa, dan satu orang (biasanya wanita) sebagai joki yang bakal naik di atas pelepah daun kelapa yang diseret tersebut.

Paling awal yang harus dilakukan pada permainan Nglarak Blarak ini adalah sang Joki harus menggelindingkan wadah berujud ‘keranjang’ sebagai alat yang biasa dipakai guna memanen kelapa. Keranjang tersebut harus digelindingkan menuju tengah lapangan yang sudah ditandai dengan beberapa garis batas.

Setelah Joki menggelindingkan wadah keranjang tersebut, maka sang penyeret pelepah daun kelapa mulai beraksi. Hal ini sebagaimana arti dari nama ‘nglarak blarak’ dalam bahasa Jawa bisa sepadankan dengan “menyeret pelepah daun kelapa”.

Langkah menarik pelepah daun kelapa dalam pertandingan ini syarat utamanya adalah harus berlari sambil menarik dengan cara menyeret pelepah daun kelapa. Di atas pelepah daun kelapa tersebut kemudian juga dinaiki oleh seorang joki yang baru saja menggelindingkan wadah keranjang tadi.

Jika jumlah joki dalam Lomba Nglarak Blarak -yang biasanya adalah berjenis kelamin wanita- ini adalah satu orang, maka para penarik pelepah daun kelapa yang biasanya diperankan oleh semua pria ini jumlahnya ada tiga orang.

Setelah hal di atas dilakukan, kemudian langsung disambung Sang Joki turun dari ‘blarak’ dan kemudian mengambil wadah-keranjang dan lalu digendong layaknya menggendong tas ransel. Kemudian Sang Joki tersebut wajib mencungkil sabut kelapa sampai terjatuh di atas tanah.

Baca juga:  Program dan Kegiatan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019

Serabut kelapa yang telah jatuh di atas tanah itu kemudian harus dipukul oleh Si Joki, pemukulannya menuju arah belakang di antara kedua kaki hingga serabut kelapa itu keluar dari garis arena.

Memukul Sabtu Kelapa

Permainan berlanjut dengan salah satu pemain Nglarak Blarak ini mengenakan dua sabut kelapa yang telah dipukul keluar arena oleh Sang Joki tadi, yaitu dikenakan di kedua kaki layaknya menggunakan sendal. Ia harus dipakai untuk berlari/berjalan menuju titik start yang telah ditentukan.

Permainan Nglarak Blarak masih terus berlanjut, yaitu salah satu pemain masuk di dalam wadah-keranjang, kemudian berloncat lari menggunakan keranjang tersebut layaknya lomba balap karung.

Lomba Nglarak Blarak -Mengenakan Sandal Sabut Kelapa

Di atas adalah sedikit gambaran perihal Lomba Nglarak Blarak sebagai sebuah Olahraga Kebudayaan khas Kulon Progo yang menjadi perpaduan antara edukasi, prestasi dan rekreasi. Selain beberapa hal yang telah terpaparkan di atas, hal lain yang juga menjadi daya tarik sekaligus pencerminan dalam merawat budaya tradisional adalah ikhwal pakaian yang dikenakan oleh para pemain. Dalam Nglarak Blarak ini, pakaian tradisional sebagai “kostum” menjadi ciri pembeda dan sajian khas dari masing-masing peserta.

Lompat Keranjang

Apa dan Siapa Saja Petugas Pertandingan Lomba Nglarak Blarak itu?

Tentang alat peraga dan metode permainan dari Nglarak Blarak sudah terpaparkan di atas. Selanjutnya sepwrti yang kita pahami, dalam setiap pertandingan tentu ada perangkat yang menyertainya, baik itu wasit ataupun Official Team lain. Karenanya di bawah ini adalah beberapa hal tersebut.

Secara garis besar petugas pertandingan pada lomba nglarak blarak ini sebagaimana pada permainan lain yang sudah kita kenali. Di sana ada wasit utama, hakim garis, reporter, dan lain-lain.

Baca juga:  Sekar Murka Menjadi Pentas Teater Jagongan Wagen PSBK

Pada intinya perangkat pertandingan Nglarak Blarak terdiri dari 5 orang dan menempati 4 bagian, masing-masing juga memiliki tugas berbeda sebagaimana terpaparkan di bawah ini.

1. Wasit Utama (Den Mas)

  • Memiliki tugas memimpin jalannya pertandingan
  • Mengambil keputusan krusial dalam pertandingan
  • Memiliki hak menghentikan jalannya pertandingan dalam keadaan darurat

2. Dua Orang Pengawas Tim (Demang Ijo dan Demang Kuning Gading)

  • Memiliki tugas sebagai asisten wasit dalam mengawasi setiap langkah permainan di tim yang didampingi
  • Mencatat segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh tim yang diawasi
  • Memberikan teguran dan memrintahkan kepada pemain untuk melakukan dan melaksanakan tugasnya dengan benar

3. Inspektur Pertandingan (Gujeng)

  • Memeriksa persyaratan administratif tim yang akan bertanding
  • Mencatat hasil pertandingan sebagai berita acara pertandingan
  • Membantu memberikan tanda skors (scoring)

4. Pembawa Acara (Nyonding)

  • Memberikan bantuan dan aba-aba urutan jalannya setiap pertandingan dari awal sampai dengan akhir
  • Memberi informasi maupun arahan kepada penonton, suporter dan orang lain di luar pemain inti yang sedang bertanding

Demikian sedikit tentang olahraga tradisional khas warga Perbukitan Menoreh -Kulon Progo Yogyakarta ini. Guna lebih dekat dalam mengenal permainan Nglarak Blarak ini, sila bisa mengetahuinya langsung tentunya dengan melancong ke area pegunungan Menoreh, dan kemudian bertanya kepada beberapa warga setempat. Atau Anda juga bisa menyimaknya setiap tahun, karena Lomba Nglarak Blarak yang merupakan cikal-bakal tumbuhnya helatan Menoreh Art Festival ini akan selalu hadir dan digelar sebagai sajian rutin dan agenda tetap di wilayah bagian barat Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut. [hmk]

Source n Reference: doc kominfo kulonprogo | doc paniradya kaistimewan

Simak pawarta terkait , atau adicara menarik lain oleh Haiki Murakabi


Ingin mengunggah dan mewartakan kegiatan serta acaramu di Situs WARTA AGENDA ACARA | PAWARTA ADICARA JARINGACARA?
Klik Registrasi dan atau Login! Baca juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *