Pawarta Adhicara!

JARINGACARA sebagai media publikasi memiliki keinginan turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, juga menebarkan canda-tawa.

Perihal kontak kerjasama publikasi pun media partner, selengkapnya sila simak laman “Syarat & Ketentuan“.

 

4.7
04
HIGHLIGHT
   

Kelompok Kesenian Jathilan Kudho Asmoro Hadir di Pre-event FKY 2019

Diunggah oleh Haiki Murakabi, pada tanggal 15 Juni 2019

Dalam menyambut Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY2019) “Mulanira Malyabhara”, helatan pre-event pertama telah digelar pada tanggal 1 Juni. Selanjutnya disusul pre-event kedua yang digelar pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2019 dengan mengambil tempat di Gerbang Barat Gedung Kepatihan, Yogyakarta.

Untuk pre-event FKY 2019 kali ke-2 ini acara diselenggarakan lebih awal, yaitu dimulai sekitar pukul 15.00 dan diakhiri pada pukul 17.00 WIB, dengan mempersembahkan penampilan kesenian jathilan dari kelompok Kudho Asmoro.

Artistik berujud janur melambung menuju langit sore itu, sementara suara musik gamelan sebagai pengiring tarian mampu mengundang perhatian orang-orang yang sedang berada di kawasan Malioboro, yang kemudian berhenti dan menontonnya. Suasana semakin seru saat para penari mulai ndadi alias trance ataupun kesurupan. Para penari jathilan tersebut berjoget mengikuti alunan musik dan mempersembahkan berbagai atraksi, di antaranya adalah memakan arang panas dan juga berbagai bunga yang telah tersedia. Tak ketinggalan atraksi debus juga ditampilkan oleh salah satu penari yang mampu menahan cambukan yang dilakukan berulang.

Jathilan Kudho Asmoro Hadir di Pre-event FKY

Persembahan memukau yang disajikan oleh beberapa penampil jtarian jathilan tersebut semakin lama semakin menarik, sehingga membuat para wisatawan, baik domestik maupun asing, merapat untuk kemudian menikmatinya.

Ibu Muryani yang merupakan satu dari banyak penonton dan berasal dari Wates –bagian barat Daerah Istimewa Yogyakartam turut berbahagia dengan adanya persembahan jathilan sebagai salah satu cara melestarikan budaya Jawa.

“Anak nomor dua saya juga ikut masuk menjadi anggota dalam kelompok jathilan di desa. Awalnya memang saya melarangnya, namun karena dia sudah kadung senang, ya saya lama-lama juga ikut senang dan bangga.” ujarnya.

Jathilan Kudho Asmoro Hadir di Pre-event FKYIbu Muryani  mengamati bahwa apresiasi terhadap kesenian jathilan saat ini semakin tinggi. Hal ini ditandai dengan banyaknya variasi tarian, bermacam kostum, dan juga berbagai arrangement musik yang disajikan, pada akhirnya hal ini menjadikan kesenian jathilan masih sangat relevan di mata masyarakat modern. Karena itu, generasi muda dapat menyaksikan dan melestarikan kesenian tradisional sebagai identitas budaya sendiri.

Terkait dengan helatan FKY, untuk tahun 2019, Festival Kebudayaan Yogyakarta akan diselenggarakan di seputar Kampoeng Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Yaitu mulai tanggal 4 Juli, dan akan berakhir pada tanggal 21 Juli 2019.

FKY 2019 mengusung tema MULANIRA: ruang|ragam|interaksi, dimaknai sebagai ‘kembali ke asal mula: Apa yang sebelumnya ditetapkan, mengalami pergeseran yang menuntut kemampuan jawaban tiap generasi’.

“Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 ‘Mulanira’ berupaya menjadi peristiwa budaya guna menunjukkan semangat dan karakter keterbukaan, keramahan dan tepa selira.” jelas Paksi Raras Alit yang juga merupakan sosok Ketua Umum Festival Kebudayaan Yogyakarta tahun 2019.

Photo: Official dok FKY2019

4.7
04

Artikel pun Pawarta di atas diunggah dan dipublikasikan oleh 'Haiki Murakabi'. Isi ada di luar tanggung jawab redaksi, karenanya untuk informasi, sanggahan, saran, dan lain-lain, mohon kontak langsung pengunggah (Haiki Murakabi).

Ingin mengunggah serta mewartakan kegiatan dan acaramu di Situs Warta Agenda Acara | Pawarta Adicara Jaringacara juga?
Sila Klik Registrasi dan atau Login. Simak juga Syarat & Ketentuannya!

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *