Pawarta Adhicara!

Maret 2017 menjadi masa-masa awal pengelolaan JARINGACARA sebagai media publikasi yang memiliki keinginan untuk turut memberi warna dalam mengabarkan segala agenda acara seni budaya, pariwisata, warta, cuaca, sekaligus sesekali hendak mengajak becanda dan menebarkan tawa.

Kontak dan kerjasama publikasi pun media partner, sila simak selengkapnya dengan meng-klik tautan laman “Syarat & Ketentuan” ini.

 

HIGHLIGHT

   
Boot Camp Wirausaha Muda 2019, Citi Indonesia dan UNESCO

Boot Camp Wirausaha Muda 2019, Citi Indonesia dan UNESCO

Diunggah oleh Sepeda Jogja, pada tanggal 31 Januari 2019

Di kota Yogyakarta pada tanggal 30 – 31 Januari 2019 — UNESCO Office, Jakarta bersama dengan Citi Indonesia (Citibank) memberikan pendampingan kepada wirausaha muda melalui program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites. Program yang didanai oleh Citi Foundation ini mendukung 400 wirausaha muda untuk mendapatkan manfaat dari situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata di Indonesia, terutama kawasan Danau Toba, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kota Tua Jakarta. Diharapkan program ini dapat berkontribusi pada upaya pelestarian dan pengenalan nilai-nilai situs tersebut.

Salah satu langkah awal dari program pendampingan adalah penyelenggaraan rangkaian lima boot camp untuk 200 anak muda dari Yogyakarta, Klaten, Sleman, dan Magelang, termasuk di antaranya para anak muda dari kawasan Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Tercatat sembilan sektor industri kreatif tergabung dalam boot camp ini, mulai dari tata busana, kerajinan tangan, tata boga, pariwisata, audio-visual, seni, desain interior, arsitektur, periklanan, hingga pengembangan game.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengatakan, “Melalui program ini, kami bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para anak muda yang tinggal di situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata prioritas di Indonesia, sehingga mereka pun dapat berkontribusi pada kondisi ekonomi setempat. Melalui rangkaian pelatihan kewirausahaan, para peserta akan mendapatkan pendampingan keterampilan yang memiliki daya saing, akses finansial, serta sumber daya lain yang dapat membantu mengarahkan mereka menuju sukses.”

Rangkaian kegiatan boot camp ini diadakan di Yogyakarta dan Kawasan Borobudur selama bulan Januari 2019 dengan menghadirkan para pakar dan praktisi di bidangnya masing-masing. Kurikulum yang ditawarkan termasuk pelatihan di bidang pengembangan usaha dan metodologi pengelolaan finansial, sesi pengenalan nilai-nilai budaya dan pentingnya melestarikan warisan budaya. Tidak hanya itu, sesi mengenai pemasaran melalui media sosial menggunakan teknik-teknik bercerita juga diberikan kepada peserta.

“Industri kreatif Indonesia sedang mengalami pertumbuhan pesat dan diharapkan dapat menjadi penggerak roda ekonomi baru. Oleh karenanya, wirausaha muda di sektor kreatif memiliki peluang untuk menciptakan perubahan dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan, serta membawa nafas segar pada pelestarian warisan budaya Indonesia. UNESCO mengucapkan terima kasih kepada Citi Foundation yang telah memungkinkan program ini untuk dapat berjalan, dan kami berharap para anak muda dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Director and Representative of UNESCO Office, Jakarta Prof. Dr Shahbaz Khan.

Setelah mengikuti program boot camp, para para penerima manfaat akan mendapatkan online-mentoring pengembangan rencana strategi usaha selama tiga bulan ke depan. Proses mentoring dan pendampingan teknis akan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing sektor yang mengikuti program ini. Informasi terkini mengenai program dapat disaksikan dari akun sosial media @kitamudakreatif yang berfungsi juga menjadi sarana promosi untuk produk dan jasa dari para anak muda penerima manfaat.

Selanjutnya, UNESCO sedang dalam proses membangun kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta untuk mengembangkan kampanye “Branding Bahagia”. Kampanye ini akan berusaha untuk menjawab permasalahan mengenai identitas produk dan strategi pemasaran yang banyak dihadapi oleh para penerima manfaat. Kegiatan “Branding Bahagia” diharapkan dapat menawarkan jalinan kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan antara para penerima manfaat dan kaum akademisi/mahasiswa di perguruan tinggi.

Citibank dan UNESCO sudah menjalankan program pendampingan wirausaha sejak tahun 2017, dengan berfokus pada wirausaha muda yang berlokasi di sekitar situs warisan budaya dan destinasi pariwisata. Fase pertama dari program ini telah memberikan dampak positif bagi 350 anak muda di provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sementara di kawasan Danau Toba, pemetaan bagi 100 anak muda yang bergerak di bidang industri kreatif terutama yang berbasis budaya lokal, telah berhasil dilakukan di lima kabupaten sekitar kawasan Danau Toba.

Sebagai penutup, Elvera juga menyatakan, “Kami berkomitmen untuk mendukung program ini karena sejalan dengan Strategi Nasional Indonesia untuk Inklusi Keuangan, dan juga Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dari PBB, terutama dalam mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, pekerjaan layak dan produktif (gol no. 8) dan memperkuat sarana dalam pelaksanaan revitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan (gol no. 17).”

Perayaan Keberhasilan Boot Camp Wirausaha Muda 2019

Boot Camp Wirausaha Muda 2019, Citi Indonesia dan UNESCOAcara syukuran keberhasilan pelaksanaan Boot Camp Wirausaha Muda 2019 (Young Entrepreneurs Boot Camp 2019) Yogyakarta dan Jawa Tengah berlangsung tadi malam (30/01) di Hotel Pandanaran Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki; Kepala Unit Budaya UNESCO Indonesia, Moe Chiba; dan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, Dra. Ari Setyastuti, M.Si.

Selain digelar pameran produk hasil karya para peserta program, pada acara yang dimulai sekitar pukul 19:00 WIB ini, hadir pula sekitar 125 orang perwakilan para peserta Young Entrepreneurs Boot Camp 2019 di Yogyakarta dan Jawa Tengah, rekan-rekan media, serta tamu undangan dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Magelang.

Dheni Nugroho, peserta program asal Yogyakarta mengatakan, ”Program boot camp ini membuka wawasan dan ide-ide baru para wirausahawan muda yang ada di daerah sekitar situs warisan budaya dan daerah tujuan wisata di Indonesia.”

“Materi-materi pelatihan saat boot camp juga memberikan bekal pengetahuan teknis memperkuat keyakinan dan tekad untuk mengembangkan usaha yang sedang dirintis para wirausahawan muda ini.” lanjut pemuda yang memiliki bisnis penyedia seragam kemeja batik khusus untuk para guru.

Setelah makan malam bersama dan jumpa pers, sebagai puncak acara syukuran Young Entrepreneurs Boot Camp 2019 Yogyakarta dan Jawa Tengah, acara dilanjutkan dengan pergelaran fashion show. Fashion show tersebut menampilkan hasil-hasil karya dan wirausaha para peserta bootcamp dari Yogyakarta, Prambanan, Klaten, dan Magelang. Antara lain batik, busana ready-to-wear, kain ikat tenun, busana ecoprint, dan helm bambu.

Sila Siarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *